Yuanita’s career path has began in the year of 2000, when she joined UNTAET, the UN Transitional Administration in East Timor, then in 2004, she further supported the UN Mission in Afghanistan (UNAMA). A capabilities which then leads her into a more promising opportunities, by end of 2006, Yuanita then joined the peacekeeping mission in Sudan, under UNMIS to present time. Yuanita will be sharing much more on her past to present mission experiences.
Full archive here
SUbhanalloh .. semoga ALLAH memberikan balasan yang baik atas kesabaran ...
by tintin in Belajar Dari Teman Di Angola
Pagi-pagi nyalain tv buat liat berita pagi…gak banget deh…mending jg putar ...
by aryo in Perdamaian: Sebuah janji (yang sulit) diwujudkan
SALAM JUANG DARI KAMI
dibawah terik engkau ...
by jiwakelana in Perdamaian: Sebuah janji (yang sulit) diwujudkan
perang, sebuah kata yang akan membawa kita pada bayangan letusan senjata ...
by jiwakelana in Perdamaian: Sebuah janji (yang sulit) diwujudkan
Great deal experiences next time should record in the book of ...
by Rafli L Sato in “MAK NYUUS !” : Wisata Kuliner ala Kontingen Garuda XXIII B di Lebanon
Wuih….Hebat sekali ^^
by Fannie in United Nations Medal bagi Peacekeepers - Sebuah penghargaan bergengsi!
Wow kreatif sekali…Untung pada jago masak ya hehehe. Bakso dengan bahan ...
by Fannie in “MAK NYUUS !” : Wisata Kuliner ala Kontingen Garuda XXIII B di Lebanon
Hi Marisa …
Good point! :)
Mungkin orang-orang Indonesia yang Marisa ...
by nadia febina in Belajar Dari Teman Di Angola
SALUT!!
Selamat ya pak !!
by diana s.nugroho in United Nations Medal bagi Peacekeepers - Sebuah penghargaan bergengsi!
Congratulations!
Few steps away from becoming Indonesia’s future generals then?
by Marisa in United Nations Medal bagi Peacekeepers - Sebuah penghargaan bergengsi!
Page 1 of 21
Hampir daripada kita setiap harinya disuguhkan dengan beragam berita buruk, sejak pagi, lalu siang, dan saat saatnya makan malam ditengah keluarga pun kadang si televisi itu ngoceh terus menyajikan berita-berita yang belum tentu semuanya menggembirakan.
(Adshit Al Qusayr, 27/4) “Wisata Kuliner” di tengah-tengah daerah konflik perang Lebanon-Israel? Yang benar saja! Mungkin itu pertanyaan yang terlintas begitu membaca judul di atas. Tapi, demikianlah kreativitas yang dilakukan oleh prajurit Kontingen Garuda (Konga) XXIII B di Lebanon Selatan saat mengisi waktu liburan week end (26/4) musim semi bagi masyarakat setempat di daerah Bani Hayyan.
Salah satu dari banyak hal yang saya syukuri berada di Angola adalah kesempatan untuk berteman dengan teman-teman dari Angola. Mereka sangat terbuka dan ramah, kadang membuat saya lupa dibalik senyumnya yang lebar dan manis itu, mereka-mereka ini adalah orang-orang yang pernah melalui perang panjang selama kurang lebih 15 tahun yang baru berakhir 5 tahun yang lalu.
For those of you whom are always on the run, either on business or perhaps have a regular habit of traveling by air, you must have remembered the feeling of excitement. The enthusiasm of getting to new places you’ve never gone before, seeing new surroundings and perhaps meeting different bunch of people.
26 April 2008, pagi itu mentari bersinar cerah, kilauan sinarnya memang membuat banyak dahi berkeringat dan tidak sedikit dari para hadirin berlindung dibawah teduhnya tenda yang disediakan panitia. Sementara para staff officers dan Military Observers sudah berbaris tegak – rapi dilapangan sembari menunggu kehadiran para pejabat lainya juga UNMIL – SRSG (Special Representative of the Secretary General) Ellen Margrethe Løj.
Tanggal 23 Oktober 2007 lalu, merupakan babak baru dalam penugasan saya sebagai Milobs. Setelah cuti selama 3 minggu di Indonesia , saya mendapat posting order baru sebagai Military Coordinator & Inspector pada COE Team di South Kivu Brigade. Memang dari awal saya sudah punya cita-cita kalo di beri kesempatan saya pengen bergabung sebagai staff officers di misi ini, karena selama 4 bulan saya sudah menjalani misi ini sebagai Milobs (Military Observer)dengan segala suka dan dukanya. Suasana lain dan mekanisme kerja yang baru yang saya harapkan dari penugasan yang baru ini, sebuah pengalaman di dunia internasional yang selama ini saya inginkan.
Dear Friends, How are you?… Another journey to go around East Africa was taken (again) last week & this time the destination countries were Uganda, Rwanda & Congo.
Sebuah Team patroli yang terdiri dari perwira manca negara, disandera oleh kolonel Rondurl Hougbe, saat sedang melakukan observasi daerah perbatasan. Disebuah misi PBB yang merupakan daerah konflik yang keras dan sulit diramalkan, mengakibatkan 6 orang military observers tersebut, disandera dibawah todongan pistol dan senjata oleh salah satu kelompok faksi yang bertikai. Dengan negosiasi yang alot dan sulit akhirnya mereka dibebaskan setelah selama 7 jam disandera.
(Adshit Al Qusayr, 9/4) 63 Prajurit TNI AU yang tergabung dalam Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B/UNIFIL memperingati “Hari TNI Angkatan Udara” yang ke-62, beserta prajurit-prajurit TNI dari matra lainnya dengan melaksanakan upacara secara terpusat di Lapangan Parade “Soekarno Base”, Markas Konga XXIII-B di UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan pada hari Rabu (9/4).
Almost every time I went back home on family visit, having to meet friends and old pal whose not a military personel and knew that I have been assigned under such peace operations like in Liberia, often ask the same question: *What exactly did you do there?*