
Erfan Ahmad Piliang is not new comer to Africa. Currently responsible to support Indonesia’s Sinar Antjol markets existence in the Democratic Republic of Congo (DRC). Previously serving in various eastern african regions, like Angola, Eritrea – Ethiopia, Comoros Island, Madagascar Mozambique and Mauritius.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
Page 1 of 22
(Adshit Al Qusayr, 29/6). “Memastikan wilayah di sekitar Blue Line sebagai wilayah yang bebas dari aktivitas bersenjata dan bebas dari personel, aset-aset dan persenjataan selain milik Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) dan UNIFIL”, demikian bunyi salah satu pasal dalam Resolusi DK PBB No.1701, sebuah resolusi yang menyudahi Perang antara Israel dan Milisi Bersenjata Lebanon pada tahun 2006.
(Adshit Al Qusayr, 11/6) Setelah sukses menggelar lomba Balap Bakiak beberapa waktu lalu, Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII B kembali menggelar Lomba permainan tradisional khas Indonesia yang dipertandingkan antara pasukan PBB yang sedang bertugas di Lebanon. Kali ini yang menjadi ikon Lomba adalah permainan “Engrang” atau “Egrang”.
Bagi banyak orang, terutama para kerabat dan kawan baik di kampung, sering saya mendengar mereka berkata:
(Adshit Al Qusayr, 2/6) Menghapus trauma akibat perang bagi anak-anak dan remaja di Lebanon bukanlah perkara mudah. Menyadari kenyataan ini, segala daya dikerahkan oleh anggota pasukan perdamaian PBB Kontingen Garuda (Konga) XXIII B agar anak-anak dan remaja yang berada di wilayah operasinya terbebas dari trauma yang menghantui mereka. Salah satu caranya ialah melalui penyelenggaraan Kursus Komputer tingkat dasar yang telah dimulai sejak 5 bulan lalu di Pusat Rehabilitasi “Khiam” di wilayah Deir Sirriane dan ditutup beberapa hari lalu yang ditandai dengan penyerahan sertifikat bagi peserta kursus yang telah memenuhi kualifikasi yang ditentukan.
Tidak terasa dimana masa tugas saya di Liberia telah lewat 4 tahun, 5 April 2004 adalah kali pertama kedua kaki ini menginjakkan tanah Liberia. Negara permata afrika barat. Negeri dimana tidak pernah terbayang dalam benak saya 10 tahun silam dimana akan bertugas, menjalani keseharian disini.
Prior departing for duty, I’ve gotten a chance to meet & greet with the predecessors, the military observer officers of whom previously assigned to Liberia. Tons of information shared and they also shared the insights of the mission and so forth.
(Adshit Al Qusayr, 5/6) Prajurit bertempur, itu hal yang biasa. Tapi prajurit yang bertani? Mungkin cuma prajurit Indonesia yang melakukannya. Apalagi kalau aktivitas ini dilakukan di dalam misi Perdamaian PBB, tentunya luar biasa! Namun itulah yang terjadi saat prajurit-prajurit Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B diminta bantuannya oleh masyarakat Lebanon untuk ikut memanen gandum di ladang miliknya.
I remembered about 2 years ago, was driving this nissan patrol from the Liberia’s airport – Roberts International Airport back to the office. It was still morning, around almost 9AM, after dropping off a colleague catching up with his flight home, I continued stepping on the pedal rushing to get to the office.
(Adshit Al Qusayr, 28/5) Mengiringi keberhasilan rekan-rekannya di Lomba Tembak “Australian Army Skill At Arms Meeting” (AASAM), Petembak Indonesia dari Kontingen Garuda (Konga) XXIII B meraih prestasi dalam Lomba Tembak Internasional tingkat UNIFIL bertajuk “Intercontingent Shooting Championship” yang diikuti oleh petembak dari 12 Negara antara lain Prancis, Belgia, Spanyol, Polandia, India, Italia, Ghana, Korea Selatan, Slovenia, Malaysia, Nepal dan Indonesia.
(Adshit Al Qusayr, 22/5) Untuk pertama kalinya sejak bertugas di Lebanon Selatan 6 bulan silam, Satgas Yon Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B mendapatkan kunjungan dua Jenderal UNIFIL sekaligus dalam satu hari. Tidak kepalang tanggung, kali ini Sang Jenderal tertinggi alias Force Commander (FC/ Panglima) UNIFIL Mayjen Claudio Graziano _dari Italia dan Deputy Force Commander Brigjen A K Bardalai _dari India menginjakkan kaki di Markas Konga XXIII B UN Posn 7-1, Adshit Al Qusayr. Kedatangan mereka tidak bersamaan melainkan berselang waktu hanya beberapa menit saja.