Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

“Duet” Perwira Hukum pada Penyuluhan kepada Kontingen Garuda di Sudirman Camp

22 June 2010, 05:36 , by Rully Ramadhiansyah

 

Seluruh prajurit Satgas Indo Force Headquarter Support Unit (FHQSU) Konga XXVI-B1 dan Satgas Indo Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-B2 mengikuti penyuluhan hukum yang diberikan oleh Mayor CHK K Samosir yang sehari-hari menjabat sebagai perwira hukum di Satgas Indo FPC dan perwira hukum dari Satgas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni Mayor CHK Fika Budhiyana. Penyuluhan bertempat di Sudirman Camp, Naqoura Lebanon Selatan, (16/06). Kedua Perwira Hukum tersebut saling bergantian memberi penyuluhan dengan materi “Pernikahan, Talak dan Perceraian di lingkungan TNI”.

Menurut Mayor CHK K Samosir, pemilihan materi tersebut pada penyuluhan hukum kali ini sangatlah tepat dikarenakan setiap prajurit TNI wajib mengetahui hak dan kewajibannya mengenai pernikahan, rujuk dan perceraian. Oleh karena itu, materi tersebut diberikan kepada seluruh prajurit TNI tidak hanya kepada prajurit TNI yang sudah menikah namun juga kepada prajurit TNI yang belum menikah alias “bujangan”. Pada azasnya, dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang isteri dan seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami (pasal 3 (1) uu no. 1 th 1974).

“Terdapat tiga peraturan larangan bagi prajurit TNI mengenai pernikahan berdasarkan pasal 4 & 5 Perpang TNI nomor 11/VII/2007 yakni: 1. Prajurit siswa dilarang menikah selama mengikuti Diktuk pertama / Diksar baik di dalam maupun di luar negeri, 2. Prajurit dilarang hidup bersama dengan wanita / pria tanpa ikatan suami istri sesuai peraturan perundang-undangan, dan 3. Prajurit yang sedang melaksanakan penugasan atau pendidikan di luar negeri dilarang untuk melaksanakan pernikahan campuran”, ujar Mayor CHK K Samosir.

Mayor CHK Fika Budhiyana menambahkan bahwa perkawinan campuran ialah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan asing serta salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia. (Pasal. 57 undang undang no. 1 tahun 1974). Sedangkan sanksi yang terkait dengan masalah perkawinan campuran bagi Prajurit TNI adalah bahwasanya prajurit yang sedang melaksanakan penugasan/pendidikan dan/atau berada di luar negeri untuk melaksanakan pernikahan campuran, diberhentikan dari dinas TNI hal itu berdasarkan dengan Pasal 28 & 29 Perpang TNI no. 11/VII/2007.

Menurut Perwira Penerangan Satgas Konga XXVI-B1&B2 Lettu Laut Rully Ramadhiansyah, penyuluhan yang dilaksanakan selama sebulan sekali ini berlangsung sangat menarik. Terdapat banyak tanya jawab disela-sela penyuluhan, karena banyak anggota Satgas sangat penasaran dengan materi pernikahan terutama dengan pernikahan campuran salah satunya tentang kemungkinannya Prajurit TNI bisa mempersunting wanita Lebanon saat penugasan ini. Namun setelah mendapat penjelasan dari Perwira Hukum tentang adanya larangan pernikahan campuran selama penugasan di luar negeri, akhirnya mereka pun dapat mengerti dan jelas tentang adanya peraturan mengenai pernikahan campuran.

DSCN0122

DSCN0108

Rully Ramadhiansyah Rully Ramadhiansyah, 1st Lieutenant Special Corps, was born in July 1980 in Bekasi, West Java. After conclusion of formal education, his secondary school education in the year 1998 to continue studying at the Institute of Social Science and Politics of Jakarta...

Detail Profile »

1  Comment

by butterfly at 6 July 2010, 03:43

jiahhhhhhh…. berarti prajurit TNI didoktrin untuk cinta produk dalam negri dunk.. Good.. Good.. Good.. (_).

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

798 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Bambang Iswandaru Bambang Iswandaru, born in Pati November 21, 1976. He is an Indonesian Army engineering officer. At current time, he has been deployed in the Democratic Republic of Congo (DRC) for peacekeeping mission under MONUSCO, as part of Indonesian Engineering company...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 7 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 14 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 17 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 17 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 18 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago