Selain bertindak sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian Dunia di Lebanon,
prajurit TNI tidak hanya dituntut untuk bertindak profesional didalam menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh dunia internasional selain itu kehadiran Prajurit Indonesia juga bertugas untukmempromosikan budaya, pariwisata termasuk kuliner asli Indonesia. Kesempatan untuk menampilkan sajian kuliner serta kesenian khas Indonesia tersebut ditampilkan pada ajang “ Special Indonesian Day ” yang digelar di International Mess , Markas Besar UNIFIL Naqoura Lebanon Selatan (14/04).
Pada acara “ Special Indonesian Day ” tersebut, para prajurit Garuda yang terdiri dari Satgas Indo FHQSU Konga XXVI-B1, Satgas Indo FPC Konga
XXVI-B2 serta Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-D/UNIFIL menyajikan sajian kuliner khas Indonesia diantaranya sate, gulai ayam, rendang, dendeng balado, krengsengan, ayam bakar, ikan kakap bakar,kolak pisang ubi, semur ayam, gado-gado dan nasi kuning.
Acara yang digelar pada jam makan siang ini terlihat sangat meriah selain itu sambil menikmati sajian hidangan yang tersedia, para hadirin yang terdiri dari pejabat UNIFIL maupun anggota staf UNIFIL yang berasal dari berbagai negara juga dihibur dengan sajian musik degung yang dipadukan dengan seni gamelan dan angklung serta tidak ketinggalan Rampak Gendang yang dibawakan langsung oleh para prajurit TNI.
Para penonton yang hadir termasuk Force Commander UNIFIL Mayjen Alberto Asarta Cuevas yang menyaksikan secara langsung pertunjukan tersebut merasa sangat terhibur, terbukti usai pertunjukkan selesai Force Commander langsung memberikan applaus yang diikuti semua pengunjung yang hadir bahkan Force Commander mengucapkan selamat dengan menyalami Dirigen angklung sambil meneriakkan yel-yel “Garuda” sebanyak tiga kali. ”Amazing, this is the best food and event I’ve ever seen, excellent” . Mengagumkan, ini adalah makanan dan pertunjukkan yang terbaik yang pernah saya lihat dan nikmati, baik sekali, komentar dari Force Commander UNIFIL Mayjen Alberto Asarta Cuevas.
Menurut Kasilog Satgas FHQSU Mayor Laut (KH) Koko Komarudin yang bertindak sebagai kordinator kegiatan mengatakan bahwa event ini merupakan salah satu program UNIFIL yang akan diselenggarakan sebulan sekali dengan pelaksana dari masing-masing negara secara bergantian, salah satu tujuannya adalah memperkenalkan ragam budaya serta kuliner dari masing-masing negara, disamping itu juga untuk mengobati rasa rindu para “ Peacekeeper ” yang bertugas jauh dari tanah air.
_“Dengan demikian acara ini, juga merupakan kesempatan untuk mempromosikan budaya Indonesia yang terlihat dari bentuk budaya yang disajikan dalam acara ini yakni kesenian khas Indonesia yang menampilkan angklung, Rampak Gendang, dan Gamelan serta ruangan yang didesain dengan corak Indonesia selain itu ditampilkan juga alat musik tradisional, peta wilayah Indonesia yang dilukis dengan batik, miniatur candi Borobudur, miniatur candi Prambanan, pakaian adat serta ukiran-ukiran patung hasil karya bangsa Indonesia. Sehingga hal ini diharapkan dapat emberikan gambaran positif dan lebih memperkenalkan nama Indonesia di dunia internasional sehingga mendorong minat mereka untuk berwisata ke Indonesia selain itu juga untuk menambah pandangan dan pengetahuan mereka tentang Indonesia yang selama ini hanya mengenal nama Bali” lanjut _ Mayor Laut (KH) Koko Komarudin.
Antusiasme hadirin tidak dapat dibendung ketika mereka dipersilakan mencicipi serta menikmati sajian yang telah dihidangkan dan dipersiapkan oleh para prajutit Indonesia. Para hadirin yang berasal dari berbagai negara sangat menikmati lezatnya kuliner serta terkesan dengan penampilan para prajurit Indonesia dalam menampilkan kesenian tradisional pada acara tersebut.




You are an ambassador of one, nah ungkapan seperti itulah yang menajdikan kita semua bisa sadar kedepan, terutama pribadi-pribadi yang berkecimpung dalam forum multi-lateral seperti pada peacekeepers ini.
Sajian Indonesian Day ini adalah salah satu bentuk nyata sepintas dari cermin budaya bangsa dan karakter manusia-nya dalamkehidupan sehari-hari, namun demikian interaksi, dan smubangsih nyata masing-masing terhadap komunitas dan etos kerja kita adalah bukti-nyata betapa ‘spesial’nya Indonesia bagi masyarakat internasional.
Ayo terus maju dan buktikan dalam keseharian kita, baik selama bertugas di UNIFIL dan seterusnya saat kembali ke tanah air agar kita (Indonesia) tidak hanya gaungnya terlihat bagus dan semarak saat diluar saja, namun terus ingga ke pelosok tanah air. Kita buktikan bersama. Viva Garuda Indonesia!
Bangga membaca artikel ini, Proud to be Indonesian.
Cuma satu komen…“sayang penarinya ngak ada yang cewek” he..he..he..cuma background-nya saja tari Pendet Bali yang cewek…
Salam,
Nofaldi
wah salut ma penampilan Rampak Gendangnya….suatu cara menampilkan budaya bangsa di pentas dunia…
Sukses buat Indobatt terutama Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-D/UNIFIL.R A I D E R !!!!