Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

“SPECIAL INDONESIA DAY” DI Markas Besar UNIFIL

17 April 2010, 04:47 , by Rully Ramadhiansyah

 

Selain bertindak sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian Dunia di Lebanon,
prajurit TNI tidak hanya dituntut untuk bertindak profesional didalam menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh dunia internasional selain itu kehadiran Prajurit Indonesia juga bertugas untukmempromosikan budaya, pariwisata termasuk kuliner asli Indonesia. Kesempatan untuk menampilkan sajian kuliner serta kesenian khas Indonesia tersebut ditampilkan pada ajang “ Special Indonesian Day ” yang digelar di International Mess , Markas Besar UNIFIL Naqoura Lebanon Selatan (14/04).

ukiran cendera mata

Pada acara “ Special Indonesian Day ” tersebut, para prajurit Garuda yang terdiri dari Satgas Indo FHQSU Konga XXVI-B1, Satgas Indo FPC Konga
XXVI-B2 serta Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-D/UNIFIL menyajikan sajian kuliner khas Indonesia diantaranya sate, gulai ayam, rendang, dendeng balado, krengsengan, ayam bakar, ikan kakap bakar,kolak pisang ubi, semur ayam, gado-gado dan nasi kuning.

menikmati kuliner indonesia

Acara yang digelar pada jam makan siang ini terlihat sangat meriah selain itu sambil menikmati sajian hidangan yang tersedia, para hadirin yang terdiri dari pejabat UNIFIL maupun anggota staf UNIFIL yang berasal dari berbagai negara juga dihibur dengan sajian musik degung yang dipadukan dengan seni gamelan dan angklung serta tidak ketinggalan Rampak Gendang yang dibawakan langsung oleh para prajurit TNI.

rampak gendang memukau

Para penonton yang hadir termasuk Force Commander UNIFIL Mayjen Alberto Asarta Cuevas yang menyaksikan secara langsung pertunjukan tersebut merasa sangat terhibur, terbukti usai pertunjukkan selesai Force Commander langsung memberikan applaus yang diikuti semua pengunjung yang hadir bahkan Force Commander mengucapkan selamat dengan menyalami Dirigen angklung sambil meneriakkan yel-yel “Garuda” sebanyak tiga kali. ”Amazing, this is the best food and event I’ve ever seen, excellent” . Mengagumkan, ini adalah makanan dan pertunjukkan yang terbaik yang pernah saya lihat dan nikmati, baik sekali, komentar dari Force Commander UNIFIL Mayjen Alberto Asarta Cuevas.

Menurut Kasilog Satgas FHQSU Mayor Laut (KH) Koko Komarudin yang bertindak sebagai kordinator kegiatan mengatakan bahwa event ini merupakan salah satu program UNIFIL yang akan diselenggarakan sebulan sekali dengan pelaksana dari masing-masing negara secara bergantian, salah satu tujuannya adalah memperkenalkan ragam budaya serta kuliner dari masing-masing negara, disamping itu juga untuk mengobati rasa rindu para “ Peacekeeper ” yang bertugas jauh dari tanah air.

rampak gendang oleh prajurit TNI

_“Dengan demikian acara ini, juga merupakan kesempatan untuk mempromosikan budaya Indonesia yang terlihat dari bentuk budaya yang disajikan dalam acara ini yakni kesenian khas Indonesia yang menampilkan angklung, Rampak Gendang, dan Gamelan serta ruangan yang didesain dengan corak Indonesia selain itu ditampilkan juga alat musik tradisional, peta wilayah Indonesia yang dilukis dengan batik, miniatur candi Borobudur, miniatur candi Prambanan, pakaian adat serta ukiran-ukiran patung hasil karya bangsa Indonesia. Sehingga hal ini diharapkan dapat emberikan gambaran positif dan lebih memperkenalkan nama Indonesia di dunia internasional sehingga mendorong minat mereka untuk berwisata ke Indonesia selain itu juga untuk menambah pandangan dan pengetahuan mereka tentang Indonesia yang selama ini hanya mengenal nama Bali” lanjut _ Mayor Laut (KH) Koko Komarudin.

Antusiasme hadirin tidak dapat dibendung ketika mereka dipersilakan mencicipi serta menikmati sajian yang telah dihidangkan dan dipersiapkan oleh para prajutit Indonesia. Para hadirin yang berasal dari berbagai negara sangat menikmati lezatnya kuliner serta terkesan dengan penampilan para prajurit Indonesia dalam menampilkan kesenian tradisional pada acara tersebut.

Rully Ramadhiansyah Rully Ramadhiansyah, 1st Lieutenant Special Corps, was born in July 1980 in Bekasi, West Java. After conclusion of formal education, his secondary school education in the year 1998 to continue studying at the Institute of Social Science and Politics of Jakarta...

Detail Profile »

3  Comments

by Luigi Pralangga at 20 April 2010, 15:06

You are an ambassador of one, nah ungkapan seperti itulah yang menajdikan kita semua bisa sadar kedepan, terutama pribadi-pribadi yang berkecimpung dalam forum multi-lateral seperti pada peacekeepers ini.

Sajian Indonesian Day ini adalah salah satu bentuk nyata sepintas dari cermin budaya bangsa dan karakter manusia-nya dalamkehidupan sehari-hari, namun demikian interaksi, dan smubangsih nyata masing-masing terhadap komunitas dan etos kerja kita adalah bukti-nyata betapa ‘spesial’nya Indonesia bagi masyarakat internasional.

Ayo terus maju dan buktikan dalam keseharian kita, baik selama bertugas di UNIFIL dan seterusnya saat kembali ke tanah air agar kita (Indonesia) tidak hanya gaungnya terlihat bagus dan semarak saat diluar saja, namun terus ingga ke pelosok tanah air. Kita buktikan bersama. Viva Garuda Indonesia!

by Nofaldi at 20 April 2010, 21:40

Bangga membaca artikel ini, Proud to be Indonesian.
Cuma satu komen…“sayang penarinya ngak ada yang cewek” he..he..he..cuma background-nya saja tari Pendet Bali yang cewek…

Salam,

Nofaldi

by adarsan simarmata at 23 April 2010, 19:49

wah salut ma penampilan Rampak Gendangnya….suatu cara menampilkan budaya bangsa di pentas dunia…
Sukses buat Indobatt terutama Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-D/UNIFIL.R A I D E R !!!!

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago