About This Post

Correspondent Luigi PRALANGGA

Total 17 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 583 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

A New UN Mission in Nepal

Konflik antara para pemberontak Maoist dan Pemerintah Nepal, sudah berlangsung lama sekali – hanya saja bagi kita- kita yang lebih banyak menyimak berita mainstream, tentunya hal ini adalah barang baru…

Dalam satu obrolan saat makan siang, tercetuslah pembicaraan:

“Eh, tau nggak kalau si Kebo Nungging (baca: nama asal2an) itu dapet temporary re-assignment (Baca: penugasan sementara) ke Kathmandu, Nepal..”
“Ohya? memang ada apa disana?”
“Oh, kalian nggak tau yah.. kalau akhirnya Security Council (Dewan Keamanan PBB) menyetujui mandat kepada Sekjen PBB untuk menggelar misi di UN — yaitu political mission dibawah naungan UNMIN”

“Gile, Kathmandu – men! – kalau gua yang berangkat, nantinya bisa jadi kayak kambing gunung disana…”
“Well, maybe it is good for you… time for a change, dude!”
“Nggak tau lah.. we’ll see aja… – wong data profile peronnel kita-kita khan ada di UN Galaxy System, kalau merka butuh pasti akan kasih khabar…”

Obrolan serupa-pun pada beberapa hari sebelumnya juga sempat menjadi bahan obrolan terkini diantara kawan-kawan Military Observer (MILOBS) dari TNI di UNMIL, yang juga menggambarkan kalau TNI (Baca: Indonesia) juga mengirimkan wakilnya ke misi disana dengan kapasitas sebagai Military Observer.

Nepal

Konflik antara para pemberontak Maoist dan Pemerintah Nepal, sudah berlangsung lama sekali – hanya saja bagi kita- kita yang lebih banyak menyimak berita mainstream, tentunya hal ini adalah barang baru…

Berikut cerita yang didapat dari beberapa sumber, yang bisa menggambarkan kepada kita seperti apa penderitaan salah seorang penduduk yang terkena dampak konflik ini…

“I was only 15 years old when I was forced to flee my home after my father, Shiva Prasad, was brutally killed by the Maoist rebels six years ago. He was our only breadwinner and his death has severely impoverished our family.


“I cannot forget the crime against my family. My father was barely 43 years old and he was so brutally killed. He was executed in public. His throat was sliced. How can we ever forgive these Maoists for such a crime?


“I have four younger siblings and my mother and all of us had to leave our native village, abandoning our farms, house and other property in our remote village of Gorkha district [nearly 700 km northwest of the capital, Kathmandu]. We survive with low-income jobs in the capital and I am responsible for the welfare of my siblings and mother.


“My father was a good teacher and his only crime was that he could not afford to pay the ‘donation’ demanded by the local Maoist cadres. He also refused to join their People’s War [between 1996 and 2006], as he wanted to commit his life to teaching.


“Today I am 21 years old and trying hard to forget the incident that has affected my family so much. I am trying hard to make a living to look after my family and also going to college to complete my education and follow in the footsteps of my father as a teacher.


“Today, the Maoists are joining the government with the seven national parties and many victims and their families are still wondering if we should accept them. All we want is justice served against the perpetrators, not just the Maoists but also the state security forces who were responsible for making so many children orphans. Both have been responsible for making many young women, such as my mother, widows.


“It is good that the armed conflict has ended and that the Maoists are joining mainstream politics in a peaceful way but we want the Maoist leaders to be accountable by punishing their many cadres for their crimes against humanity.


“All we want is the Maoists and the parties to form a national truth commission when they form a new government soon. Many children who have become orphans or lost one of their parents have formed our own organisation called the Society of Terror Victims and are lobbying hard in the capital to ensure that both the Maoists and security forces responsible for crimes against the innocent Nepalese people be punished.”

Cerita diatas menggambarkan pada kita dengan sebuah ibarat: “kalau kedua gajah berkelahi, semut pun ikut mati terinjak [dan mungkin pepohonan dan satwa lainya].

by Piter at 17 January 2007, 00:23
jadi pgn nanya, mas luigi, "Do you have military training and experience gained from your national armed forces? " harus ya.. oya, posting dong ttg TUGAS sebenarnya disana ngapain si.. (baru ngikutin [lagi]..hehe)
by ambar at 17 January 2007, 01:55
Info ini sangat penting boss ! kapan lagi kita bisa bantu meringankan beban saudara2 kita di kathmandu sono , kalo tidak sekarang ? Saya yakin temen2 kita dari armed forces sudah ada yang disiapkan untuk misi ini .... jadi siapkan diri and siap2 kerjasama dengan mereka di "New UN Mission in Nepal"
by ambar at 17 January 2007, 01:56
Info ini sangat penting boss ! kapan lagi kita bisa bantu meringankan beban saudara2 kita di kathmandu sono , kalo tidak sekarang ? Saya yakin temen2 kita dari armed forces sudah ada yang disiapkan untuk misi ini .... jadi siapkan diri and siap2 kerjasama dengan mereka di "New UN Mission in Nepal"
by nila at 17 January 2007, 21:16
mau ditempatin di mana wae...pan dari awal sudah tau meureun resiko na?

nu penting mah sing ikhlas we nya..bageuurr
demi nama baik bangsa dan negara kita tercintah
by Hilman Hadi at 18 January 2007, 22:48
Ayo temen-temen yang minat.
Cobain tuh terutama yang suka ngikutin di situs ini, buat konsultasi lanjutan dengan kang Luigi, biar tambah lagi kampret yang melanglang buana.
by chocoluv at 19 January 2007, 00:07
wa... mau dong ke nepal... walo sedikit takut juga...
tapi harus selesein sekolah dulu ni :D
by ruri at 19 January 2007, 01:59
haluu..udah lama ngga mampir blognya udah berubah :p btw akhirnya gue liat juga mas luigi di jaktv :) seru kayaknya kerjanya..ada ngga ya kerjaan di pbb tapi freelancer dan bisa dikerjain di jakarta? :p

by spedaman at 19 January 2007, 02:12
om, masih mending di Nepal ato tugas keliling NKRI di tiap daerah minimal dua tahun?

saya siap2 tugas ke tempat lain setelah minimal 2 taun di Kotabumi:D
by catuy at 19 January 2007, 16:18
Nepal????? yang gunung2 tea ya.......Seseru kalo keliling Indonesia gak????

sepertinya menarik sekali kalo ke nepal..
duh tapi high requirement biasanya kalo UN.... jam terbang masih rendah nih kang
by ridocarlos at 20 January 2007, 18:41
Asik juga ya mas......buat nyari2 pengalaman lebih. Pantas saja UN meminta persyaratan pertanyaan sudah pernah mengikuti pelatihan militer atau belom. Sepertinya di nepal sana bener bener "terjal" daerahnya.
Tapi bagaimanapun juga bagi yang mau cari pengalaman lebih, bagus juga coba2 ikutan.
Siapa tau dapet "lebih".... dalam segala sesuatunya...whos know?
by joni at 21 January 2007, 05:31
Nepal... memang betul konflik di negara itu terus berlanjut.
Aku punya temen dari Nepal disini and kebetulan temenku disini Hasbi (http://hasbieassidiqi.blogspot.com/) sdh pernah ke Nepal.. yang gak begitu jauh dari tempat kami tinggal disini (North India)..

Nepal itu negara kecil... katmandhu ibukota negaranya pun masih lebih besar Kota Jambi cerita Hasbi (yang kebetulan dari Jambi)..

Ya itu info buat temen2.. yang pasti banyak pengalaman yang akan didapat seperti kang luigi... n suka dukanya tanya aja kang luigi yang sdh melanglang dari benua ke benua... :)
by dani iswara at 22 January 2007, 01:05
kondisi alam di Indo yg mirip Nepal dimana ya..[ngebayangin..]
by mbakDos at 22 January 2007, 04:06
trus si gajah juga lupa (atau mungkin gak pernah tau) kalo di deket kakinya ada semut :|
by hume at 22 January 2007, 06:03
konflik di nepal kapan selesainya ya ??? :D
by wildan at 23 January 2007, 19:51
Nepal......negeri beratap awan....kenapa harus ada konflik disana...
by siwoer at 23 January 2007, 21:34
oiiii...kang kampret! selamat tahun baru hijriyah ya! semoga di tahun yang baru, eperiting is ok! :)

ok deh met melanglang buana ke nepal. nitip salam buat dalailama :D
by Ocktave Ferdinal, ST at 2 February 2007, 18:54
Salam kenal nih mas Luigi Pralangga.

Saya termasuk rombongan yang sudah bergabung dalam UNMIL. Misi disini memang misi sipil namun karena yang diminta yang sudah berpengalaman dalam misi PBB dan Militer maka UN-DPKO mengirim personel-personel yang pernah bergabung dalam misi PBB sebelumnya (yang sudah berpengalaman). Kami yang dikirim ada 6 orang masih ada kemungkinan penambahan personel. Tugas kami yang paling pokok adalah mengawasi gencatan senjata (casefire), penyimpanan senjata PLA (Maoist) di cantonment site dan termasuk senjata Nepal Army (NA). Jadi kita juga harus mengenal spesifikasi senjata yang diserahkan para Maoist (makanya yang diminta dari/ex-militer).
For further information you can contact my email.
Thanks.