Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Akhirnya [dia] datang Juga: Major Dicky Harwin Wijanarko

29 March 2009, 04:54 , by Deden Lukman

 

Harap-harap cemas itu selalu datang.. apalagi menginjak bulan ke 5 penugasan di Liberia ini. Apa pasal? Jumlah perwira TNI yang ditugaskan sebagai pengamat militer (Military Observer) pada misi pemulihan perdamaian PBB di Liberia (UNMIL) sedianya berjumlah 3 personil – diwakili oleh masing-masing angkatan (AD, AU, dan AL) mengalami pengurangan personil, khususnya pada Kontingen Garuda Serie XXI-6 , ya pada periode saya ini.

Setibanya saya di Liberia, perwira senior/Komandan Kontingen Garuda XXI-5, yaitu Let.Kol Joseph Rizki Prabowo sedianya akan kembali pulang ke tanah air, purna tugas pada bulan November 2008 tempo hari, karena situasi dan jadwal repatriasi yang sudah diatur oleh pihak UNMIL, hanya menyempatkan untuk bertemu satu malam saja untuk serah terima dan briefing informal. Keesokan harinya beliau terbang ke tanah air, menyisakan 2 anggota kontingen lainnya, yaitu Let.Kol Agoeng Satiawan Poetra dan Major Tusih Widayat dengan jadwal repatriasi jatuh pada 3 minggu setelah itu.

Seiring dengan pulihnya situasi dan stabilitas di negeri ini, pengurangan jumpah pasukan peacekeepers/penjaga perdamaian berangsur-angsur ditarik dan dikurangi jumlahnya.. terlihat pula dengan banyaknya pos penjagaan (check points) yang ‘gulung tikar’ dari berbagai sudut dan sisi jalan di Monrovia, serta pada penghubung jalan antar kota yang sebelumnya dijaga ketat oleh pasukan PBB yang bertanggung jawab terhadap area tersebut, kini menjadi dijaga oleh polisi nasional setempat. Seperti terlihat pada foto dibawah ini, pusat kota Monrovia, kita menyebutnya Monrovia Downtown sudah terlihat hiruk=pikuk ramai akan kegiatan berdagang normal.

Pengurangan kekuatan militer peacekeeping PBB di Liberia ini juga berdampak pada jumlah personil pengamat militer (Military Observer/MILOBS), dan Kontingen Garuda di UNMIL akhirnya menerima keputusan pihak misi bahwa Indonesia, dari jatah biasanya diwakili oleh 3 perwira kini dikurangi menjadi tinggal 2 perwira saja.. dan inilah saya, perwira pertama dari kontingen serie garuda XXI-6 yang sudah menjejakkan kakinya disini.. lalu kemana perwira pengganti yang kedua?.

Sejak kepulangan Bang Agung dan Bang Tusih ke tanah air, satu bulan berselang.. tidak ada mendengar khabar siapakah yang akan dikirim oleh PMPP/Peacekeeping Center TNI untuk bertugas di misi di Liberia.. lalu bulan ke dua berlalu. Di penghujung tahun 2008, sudahlah pasti bila tidak ada khabar ini alamat hanya saya sorangan yang menjaga gawang sekaligus mewakili militer Indonesia di UNMIL.. payah dong!.

Setelah hampir 4 bulan menunggu, sembari menjalani aktivitas dan tugas sebagai military observer, akhirnya awal bulan Februari, terdengar khabar dari Jakarta, bahwa seorang perwira akan datang ditugaskan untuk Liberia. Tersenyumlah diri ini mendengarnya, namun kemudian pertanyaan itu muncul: Siapakah perwira tersebut dan kapan dia akan tiba disini?*. Sebenernya sih banyak pertanyaan lain yang menyangkut kedatangan perwira tambahan itu di Liberia. Mengingat nasihat dari kontingen Indonesia pendahulu dihimbau agar rumah Indonesia dibilangan Sinkor area agar dipertahankan sebagai home-base.

Mempertahankan sewa rumah di Monrovia, sementara juga harus menyewa rumah kontrakan bersama di team site bukanlah menjadi hambatan, bilamana jumlah personil perwira Indonesia terbilang minimal 2, dari sisi kepraktisan dan pengeluaran biaya, tentunya ada konsekwensi yang mengikutinya. Namun biarlah, nasehat itu tetap saya jalani.

Nama itu kemudian muncul, beberapa kawan di Peacekeeping Center TNI kemudian memberitahu, bahwa perwira tambahan dari TNI yang akan ditugaskan ke UNMIL adalah: Major (Mar) Dicky Harwin Wijanarko. Hanya saja kelengkapan dokumen, terutama otorisasi dokumen perjalanan dari UN Headquarters di New York belum kunjung turun dan diterima.. jadi nggak sih si abang Dicky ini datang?.. sementara posisi saya waktu itu masih berada di Greenville yang notabene dipedalaman Liberia.

Koordinasi intensif, via telepon dan email terus dilancarkan. Saat sedang cuti CTO local di Monrovia, tidak terkecuali untuk menindaklanjuti dan berkoordinasi agar bisa menyambut kedatangan beliau, apalagi Bang Dicky adalah perwira yang lebih senior dari saya..

Pada awal Maret 2009 yang baru lalu ini, berbarengan dengan jadwal cuti rekan sepenugasan ke Jakarta, Kang Luigi, mendapat khabar bahwa beliau akan terbang bersama. Secepatnya mengetahui rute penerbangan yang dilaluinya berbarengan, yaitu: Jakarta – Dubai – Accra – Monrovia, dalam hati ini menjadi lega. Mengapa? Karena rute penerbangan itu adalah rute yang memudahkan dan menggunakan maskapai penerbangan yang nyaman. Tidaklah serupa dengan cerita keberangkatan saya.. perjalanan Bang Dicky kali ini, nampaknya akan mulus dan nyaman.

Pada 17 Maret 2009, pukul 3PM – bersama rekan staff local dari kantor si Kang Luigi, berdirilah kita di depan terminal Roberts International Airport, Bandar Udara Internasional-nya Liberia. Hormat dan salam selamat datang akhirnya menjabat langsung beliau; “Selamat datang di Monrovia, mentor!” – dengan didalam hati saya berseru: “Akhirnya datang juga dia ke Liberia…”

Sepanjang jalan dari bandara menuju tempat akomodasi/Rumah Indonesia – seru sekali mendengar cerita perjalanan yang disampaikan-nya, dari mulai pengurusan dokumen perjalanan, menghadap para perwira senior, berangkat ke bandara, cerita saat transit dan lain sebagainya, ditambah lagi penjelasan singkat akan laporan situasi serta gambaran detail penugasan mewarnai obrolan kita dijalan.

“Selamat datang di Rumah Indonesia, mentor..” – ini tempat tinggal kita selama bertugas di Liberia dan biasanya kita berada disini manakala sedang cuti dari team site. Jelaslah kondisinya berbeda dan jauh dari nyaman, namun inilah yang terbaik yang kita bisa nikmati disini.

Dibelakang dapur yang masih terlihat pabalatak (Baca: Berantakan), akhirnya Kang Luigi berseru: Ayo, kita berfoto dulu menandakan hari pertama Bang Dicky menginjakkan kaki disini:

Mentor pasti lapar.. kebetulan saya masak sup ayam.. ini dia!”

Sun, kok agak hitam sepertinya gosong begitu deh..”

Siap, waduh.. sepertinya kegosongan..! – kita makan diluar saja kalau gitu..”

Sebelum pergi makan sore di restaurant, memberikan penjelasan dahulu akan perihal urusan sewa rumah, penanggungjawab atau juragan kontrakan serta fasilitas rumah, lengkaplah sudah gambaran situasi baginya tentang bagaimana menjalani hari-hari berikutnya, mengingat saya harus kembali terbang ke Greenville pada esok harinya.

Tenang sudah hati ini, dan senang pula mengingat saya tidaklah lagi sendirian di Liberia. Keesokan harinya, sebelum terbang kembali ke Greenville, saya meyakinkan beliau:

Bang, selamat bertugas.. jangan pikir-pikir terlalu serius, kita berada ditengah saudara disini… Ada 3 staff sipil Indonesia juga bertugas, termasuk Kang Luigi yang sudah mendampingi penerbangan abang hingga sampai ke Monrovia..”

Harus diakui bahwa penantian dan sibuk koordinasi kesana-kemari tempo hari itu tidaklah sia-sia dan akhirnya dia datang juga.

Deden LUKMAN Graduated from the Air Force Academy in 1996. Initial service within the IAF begun Central Command Comms in Abdurrahman Sallah Air Force Base, Malang – Eastern Java. Following another assignment at Hassanudin Air Force Base, Makassar for 2,5 years. His...

Detail Profile »

3  Comments

by lulu at 29 March 2009, 18:00

iya akhirnya dtg juga…;p
selamat bertugas..

by ambar at 30 March 2009, 19:26

Selamat Den … akhirnya ada tempat berkonsultasi … Salam hormat buat bang Dicky … Enjoy African bush meat … he he he
Selamat bertugas.

by dessy at 18 April 2009, 03:57

hemm…selamat bertugas ajah, semua disana saudara….so jgn merasa kesepian yah…

mizz me… :P

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sulung PURWOKO Courage under fire, this would be sufficient to describe this fellow’s personal quality traits. Equipped with hands-on expertise in medical field, having been working in West Papua, Indonesia – Sulung Purwoko, began to step-up into a bigger challenges, that is...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago