Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

All-Terrain Driving: Sebuah prasyarat kapabilitas staff UN Mission

30 June 2009, 08:16 , by Luigi Pralangga

 

Memang pada pagi hari itu, si kampret ini tidak sempat menyisir dan mebaca email-email yang masuk. Sudah ad sekitar 50-an lebih masih berstatuskan unread dengan tulisan cetak tebal, beberapa diantaranya bertajuk: “Urgent”. Benar adanya, pagi itu dengan secangkir besar kopi tersaji diatas meja, sudah mulai berkutat dengan beberapa berkas tender dan hasil evaluasi tender minggu lalu. Konsentrasi menjadi buyar dikala telepon di meja itu bordering, dilirik dari display layar digital disana tertulis identitas penelpon adalah si karib dari Transport Section, ada apa gerangan pagi-pagi begini dia sudah menghubungi?.

Apakah Driving Permit saya ini dicabut (karena kedapatan ngebut tertangkap sensor speed gun operasi razia battalion Polisi Militer kontingen Nepal itu), atau apalagi nih?.

“Hello, good morning Louis.. I was just thinking about you..!”, sambut si kampret ini dengan nada antusias yang kentara dibuat-buat itu.

“Really?.. well then, I’ve got news for you then..” balasnya dengan tidak kalah semangat..

“Hold on there.. is it bad news or a good one?, if this is a bad one.. call back next week.. the person is on-leave, I am just a person hired to attend his telephone..” jawab si kampret ini sembari tersenyum renyah.

Louis adalah karib si kampret ini, dia adalah kolega kental yang sudah bertugas di UNMIL 6 bulan lebih awal dari si kampret ini, dia aslinya berasal dari Republique du Mali, sebutlah saja (secara ngaco) namanya Louis Tetenene-Nene.

Dengan logat berbahasa Inggris ala Prancis-Afrika yang ditellinga ini si huruf “R” itu terdengar cadel benar, ia menjawab;

“No worries, monsieur.. I am calling to let you know that your name is listed for tomorrow’s All-Terrain Driving Test..”

Ouw.. is that so?.. and by being listed in this training means that my mission’s driving permit will be revoked if I fail?” – bertanya dengan kedua alis ini ikut naik tanda keraguan yang amat serius.

“Monsieur, I am afraid you are right.. so please make sure you are present tomorrow, d’accord?”

Nampaknya si kampret ini tidak punya pilihan lain selain harus hadir dan mengikuti training mengemudi itu, maka ia pun menjawab: “Oui, monsieur..”

Apa sih “All-terrain Driving Test” ini sebenarnya?. Test ini adalah serangkaian ujian mengemudi yang diprasyaratkan kepada staff UN Mission agar faham saat nyetir kendaraan operasional milik UN dengan baik dan benar, khususnya berkendara di medan yang tidak rata (off-road).

Meski si kampret ini tidaklah sering mblasak-mblusuk nyetir ke kampung pedalaman Liberia yang notabene jalan menuju dan kembali ke Monrovia harus bertemu kubangan dan bisa jadi sempat terbenam didalamnya, nah dengan ujian ini, bisa mampu mengemudi dengan baik (Baca: Tidak menceburkan mobil kedalam sungai).

Ternyata tidak mudah lho!

Sudah menjadi kebijakan pihak Mission’s administration yang memprasyaratkan bahwa barang siapa yang tidak lulus sudah pasti tidak akan diperpanjang UNMILSIM/Driving Permitnya. Nah kalau seorang staff mission sudah nggak punya Driving Permit, artinya sudah pasti: Mati Angin dan Mati Gaya!.

Dia akan bergantung pada belas kasihan dan kelonggaran waktu koleganya untuk mengantar pergi kesana-kemari, meski si kendaraan kantor itu sedang nganggur.
Keesokan harinya, kita serombongan sekitar 25 orang dibawa keluar kota dengan 8 kendaraan Nissan Patrol ke suatu tempat tidak jauh dari pantai, disana ada sebuah gudang kosong dimana kompleks bangunan disebelahnya adalah sebuah transit camp yang sedang dihuni oleh kontingen mekanis dari battalion Nigeria.

The Instructor

Instruktur All-Terrain Driving kita saat itu adalah si Phrachaap, sebut saja secara sontoloyo nama lengkapnya Phrachaap Rajakashboun, seorang bapa-bapa setengah hampir setengah baya warga Negara Thailand.

All Terrain Driving Test

Didalam gudang kosong itu sudah tersedia sebuah kerangka dan roda-rodaan yang menggambarkan sebuah kendaraaan, lalu sibuklah dia menggambar dilantai dengan seutas kayu arang seraya menjelaskan system transmisi kendaraan double gardan, begitulah.

Lepas penjelasan, masing-masing dikelompokkan dalam 5 grup beranggotakan 5 orang, diberi tugas untuk mencopot dan mengganti ban secara berkelompok, nah kalau sudah seperti ini, nampaknya jelas staff wanita yang ada waktu itu hanya duduk manis sambil menunjuk-nunjuk kita para pria untuk mengerjakan-nya. Ternyata mengganti ban-mobil dan pekerjaan jadi tukang tambal ban itu bener-bener membuat keringat ini mengucur deras dan tangan ini sudah pasti kotor teu-pararuguh!.

Change the wheel

Dibawah terik matahari yang menyengat, bergantian 3 orang dari kita masuk mobil dan bergantian mengemudikan satu track-off road terrain yang sudah disiapkan, seru pisanlah pokoknya, baik pengemudi dan penumpang yang ada didalam si Nissan Patrol itu meski sudah diikat dengan sabuk pengaman, tetap saya terguncang-guncang sambil sang instruktur beteriak-teriak agar tidak kalah dengan deru mesin yang harus dipatok diatas 3000rpm saat berkendara dengan “differential lock-engaged” melompat-lompatlah si kendaraan diatas medan yang terjal dan kemudian tiba-tiba menjadi menukik.

Engage the differential lock

All-Terrain Driving Downhill

All-Terrain driving Downhill

Pelajaran berikutnya adalah menggunakan tali derek atau Winching, sembari si mobil yang diderek dibenamkan sedikit dengan menggali pasir dibawahnya, wah pokoknya kerja keras dan sambil dijemur terik-lah, eduun – man!. Untuk temen-temen militer dari beberapa anggota kontingen yang hadir saat itu, urusan mobil terbenam dan Derek-menderek mah sudah jadi makanan sehari-hari nampaknya.

Juga tidak lupa untuk mengucap terima kash kepada instruktur serta 2 asisten instruktur yang telah sigap membantu.

All Terrain 329

Tentunya lepas semua mendapat giliran menjadi pengemudi dan penumpang di areal track ajrut-ajuratan itu, lalu acara Derek menderek, maka usai sudah program All-terrain Driving Test ini, syukurnya semua peserta lulus dan direkomendasikan untuk mendapatkan perpanjangan UNMIL Driving Permitnya masing-masing. Ohya, ini dia foto wisuda-nya :D

All Terrain Driving Graduates

Mahir berkendara all-terrain?. kalau begitu sudah siap untuk bekerja di misi pemulihan perdamaian PBB? – ayo kalau begitu, bergabunglah bersama kami.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

3  Comments

by fahmi! at 30 June 2009, 09:32

wah serunya! pingin ngincipi nyetir begituan, tapi sayang disini ndak ada mobil 4WD. giliran mobilnya ada, dibawa naik ke gunung bromo, ndak boleh masuk, harus nyewa jeep hahahaaa :D

by dewi at 30 June 2009, 14:20

betul2 usaha yang keras untuk berdaptasi di tempat yang keras juga.

by Yudha PH at 30 June 2009, 15:14

Tadinya saya kira tugas di padang pasir ngga butuh SIM (license), ternyata ujiannya lebih berat daripada ujian SIM di Polda sini. Ngga bisa pake “pelicin” pula…

Jangan sampai mati gaya lah kang… malu2in ajah…

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sari Siswa Purnama Sari studied in Economics, majoring in Accounting at North Sumatera University (USU), 1997-2002. She began her endeavor with the international humanitarian organization in October 2005 under flag of the International Organization for Migration (IOM), almost 1 year since aftermath of...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago