Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 76 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 609 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
Oleh-oleh dari Peringatan United Nations Day di Liberia >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Masih ingat sekali di benak ini, kepingan-kepingan moment peristiwa – saat suara deru jet itu menderu di atas landas pacu lepas landas menginggalkan Bandara Internasional Saddam Hussein (sekaranag sudah diganti: Baghdad Int’l Airport), sampai akhirnya tiba di Roberts Airport, di Monrovia – Liberia, setahun berikutnya…

Nggak kerasa, sekarang kita udah berada di bulan Desember 2006. kebanyakan dari kita sibuk dengan pekerjaan dan kehidupan, seperti atlit renang yang terus mengayuhkan kaki dantangannya agar selangkah lebih dekat di garis finish, dan sesekali melongok keatas permukaan untuk mengambil nafas, nah disaat itulah kita menyadari sudah sampai dimana posisi diri dalam lintasan, sudah benarkah arahnya..? kadang juga disaat itulah kita menyadari bahwa: Oups! saya sudah mengesampingkan perihal ini dan itu.. dan Oups!, I should have done this and that.. dan banyak sekali “Oups” lainya.
Bagaimana sih sebenarnya khabar si kampret satu ini? Hm… saya bingung mulainya dari mana.., Oke, marilah kita mulai dari perihal pekerjaan atau urusan situasi karir.
Menjelang akhir tahun kedua masa tugas di negeri si bau kelek ini, rasa bosan dan sudah mulai gak tahan dan sering garuk-garuk bujur (Baca: Pantat) karena kursi di kantor sudah berasa panas sekali diduduki, mengingat pada saat April 2007 nanti akan genap 3 tahun masa tugas di Liberia. Mungkin si kampret ini sudah cukup piawai untuk menjadi camat Mornovia, mengingat sudah banyak gang-gang sempit dan jalan tikus yang berhasil ditemukan sebagai rute alternatif dikala jalan utama Tubman Boulevard menjadi macet nggak keruan, dan kefasihan yang meningkat saat bercakap-cakap dengan penduduk setempat dalam dialek Broken English ala Liberia, serta perihal lainnya.
Beberapa kali, email masuk yang mengabarkan; “Hey, kamu telah masuk dalam daftar shortlisting untuk posisi di Eropa atau di daerah Balkan, dan kami ingin menjadwalkan wawancara via telepon tanggal sekian jam sekian” – dijalanilah si wawancara itu, beberapa untuk posisi pada bidang yang sama di misi PBB lainya, ada lagi untuk posting di badan PBB di Eropa dan beberapa lainya di wilayah Afrika Timur dan Utara. Namun yang membuat si kampret ini heran, meski level perasaan pede yang sudah dua-juta ini saat wawancara berlangsung, belum ada khabar kelanjutannya, apakah idung pesek-ku ini cukup representatif untuk post/lowongan2 itu ataukah potongan adonan bantet ini terasa pas untuk masuk dalam jajaran staff mereka, entahlah – saya serahkan saya semua ini kepada Alloh. Moga-moga .. kalau itu rejeki si kampret ini, nggak akan pergi jauh. (Amin!)
Hanya sebel aja berada dalam penantian – ibarat melepaskan batu ke sumur yang tanpa dasar.. (Ah, kamu hiperbola saja!)
Hm… keseharian? terlepas ritme yang cukup membosankan, kerja – ke gym – pulang – masak – dan menulis.. paling tidak itu bisa membuat saya cukup sibuk dan tidak melulu fokus pada kebosanan situasi disini. Hanya gambaran akan indahnya suasana di kampung, bersama keluarga dan dikelilingi oleh mamang-mamang bakso yang rajin patroli keluar masuk kompleks perumahan dan warung masakan padang itu, membuat saya cukup sabar untuk bertahan day-in-day-out!
Tidak terasa, dari semenjak penugasan misi (assignment) pertama kali, tahun 2003 lalu dengan UNMOVIC, yaitu misi pemeriksaan senjata PBB di Baghdad, Iraq lalu sempat mengalami evakuasi keluar ke Larnaka, Cyprus dna akhirnya disambut lagi dengan penugasan kedua di Liberia ini, waktu berjalan terasa cepat sekali dan ini sudah hampir 4 tahun lamanya.

Masih ingat sekali di benak ini, kepingan-kepingan moment peristiwa – saat suara deru jet itu menderu di atas landas pacu lepas landas menginggalkan Bandara Internasional Saddam Hussein (sekaranag sudah diganti: Baghdad Int’l Airport), sampai akhirnya tiba di Roberts Airport, di Monrovia – Liberia, setahun berikutnya…
Sejauh akal pikiran dan keinginan ini berencana, hanya dengan ridho Alloh dan dukungan keluarga-lah akhirnya diri ini bisa mengarungi itu semua.
Bagaimana dengan dunia persialatan? Uhm – maksudnya dunia percintaaan… Hm…satu hal yang jelas, – entah lagunya siapa dan tahun berapa,
gambaranya adalah seperti lagu “Ternyata, Aku makin cinta..cinta sama kamu… tralalala .. syalalala – gitu deh” (Guys!, help me out here! – siapakah penyanyi-nya dan lirik lagunya macam mana?). Menjaga hati dan menjaga perasaan buah hati, dan memupuk cinta agar terus
kuat menjalani waktu..,komunikasi aktif dan bisa saling percaya, kayaknya buat si kampret ini, hanya itu yang utama untuk bisa sukses ujian menjalani long-distance relationship. Tentunya ini semua juga tidak luput dari argumen dan diskusi hangat serta “ngak-ngek-ngok” dalam pembicaraan di telepon itu. Honey, satu hal yang perlu kamu ketahui bahwa saya cinta kamu dan anak-anak – and you know it very well.
« Leadership Anda yang mana? Oleh-oleh dari Peringatan United Nations Day di Liberia »