Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Puguh PAMUNGKAS

Ancaman terhadap si Helm Biru itu

15 November 2009, 09:52 , by Puguh Pamungkas

 

Menjadi Relawan PBB merupakan suatu kesempatan yang buat saya perlu sangat disyukuri. Kesempatan bekerja pada misi PBB ini juga merupakan kemurahan dariNya, dimana bergabung dan belajar banyak pastinya untuk si kencur yang masih ingusan ini (Maklum lagi terkena flu karena pancaroba musim dari panas ke dingin walaupun hanya dirasakan pada malam hari aja) bertugas di Negara Bau Kelek Sudan ini.

Puguh and friends

Meski dirasa belum lama berselang, namun rasanya sudah lama juga, yaitu pada bulan Mei 2008 lalu adalah saat pertama kali menginjakan kaki tiba di medan Peacekeeping Mission yang kemduian menjabat sebagai Movement Control Assistant pada Misi Hybrid (gabungan) PBB/AU di Darfur – yang notabene sudah pasti tidak terbilang jumlah suka-duka yang telah dialami selama ini. Dari masalah pekerjaan hingga masalah dapur, kasur serta” bantal-guling” (Apa maksudnya ya”?).

Disela-sela waktu bekerja tempo hari, masuk diterimalah sebuah email dari security officer mengabarkan urusan tetek-bengek perihal keadaan keamanan dan seruan keselamatan ditujukan kepada semua staff UNAMID. Terlepas dari suka-tidak-suka atau mau-tidak-mau, seruan ini merupakan perintah wajib dikerjakan para staff misi; baik sebagai DPKO staff maupun Humanitarian Staff dan urusan yang harus dilakukan pada urutan nomer wahid sebelum memulai aktivitas.

Semua staff, baik yang sudah berada lumayan lama dan terutama mereka yang baru tiba di daerah misi, wajib mengikuti sebuah trainning dengan judul: Safe & Secure Approaches to Fields Environments (SSAFE). Nama si kencur ini muncul dalam deretan daftar nama peserta. Perasaan sih dulu udah pernah ikutan, mengapa nama saya muncul lagi untuk ikut kembali pelatihan yang sama. Setelah tanya kesana-kemari kepada rekan di Security Section, kemudian diberitahukan bahwa training ini harus diulang setiap 2 tahun sekali.

Wah, mau nggak mau deh!. Akhirnya berangkatlah si Kencur ini untuk dua hari. Pelatihan itu diadakan pada ruangan kelas yang telah ditentukan, Workshop ini dipandu oleh United Nations Departement of Safety and Security bersama dengan Security Trainning and Development Unit pada tanggal 8 & 9 November 2009 bertempat di UNMIS Headquarters di Khartoum Sudan.

Training ini tidak saja di ikuti oleh staff yang baru tiba, namun juga peserta banyak juga berasal dari unsur Civilian, UNPol, dan Military. Sudah bukan hal yang baru lagi bahwa berdasarkan pengalaman di lapangan bahwa instalasi, dan personil United Nations sangat rentan untuk menjadi sasaran utama dari penyanderaan, pengeboman dan penyerangan (Hostages, Bombing, and Ambush,etc).

Abyei War in 2009
Foto diambil dari markas UNMIS di Abyei – Asap mengepul pengeboman

Pada beberapa lokasi misi PBB tertentu, seperti yang baru saja kita dengar, para sahabat maupun rekan kita di Afghanistan menjadi sasaran bom bunuh diri dari pihak-pihak yang secara politik berseberangan dengan keberadaan maupun peranan United Nations/PBB di negaranya. Dalam hal ini, semua staff mision, termasuk itu para Relawan PBB , kita di bekali dengan beberapa training dalam menghadapi masalah resiko bahaya di lapangan tersebut. Ya, setidaknya faham apa akan resiko yang mungkin terjadi dalam bekerja dilapangan dan bagaimana upaya terbaik untuk menyelamatkan diri.

Dalam pelaksanaan workshop ini kita akan di ajarkan hal-hal yang sepatutnya boleh dilakukan dan tidak dilakukan bila berada dalam situasi yang kritis, dimana kemungkinan seperti ini bisa saja dialami saat menjalankan tugas di lapangan baik secara personal maupun team.

Basic Security Training

Pengalaman yang bisa dipetik selama si Kencur menjalankan workshop ini, salah satunya seperti; cara-cara, sikap kita dalam menghadapi situasi dibawah tekanan seperti penyandraan, penyergapan, memasuki daerah-daerah masih beranjau, hingga pemahaman terhadap kebudayaan dan kebiasaan masyarakat daerah setempat yang akan menjadi wilayah tugas United Nations/PBB yang dimaksud dalam tulisan ini merupakan unsur Mission Staff dan Aset milik UN yang acapkali menjadi sasaran utama dari pihak tertentu.

Induction Training 2

Jangan kira kamu akan aman-aman saja, ndook!
Mentang-mentang Helm kamu bersarungkan warna “UN Biru” itu

UN Blue Helmet

UN Blue Helmet

Agus dalam ruangan training

Perihal safety and security merupakan tanggung jawab kita pribadi, selain juga merupakan tanggung jawab personil Security & Protection yang mengemban tugas untuk itu. Meningkatkan kewaspadaan diri, seperti dikatakan oleh orangtua kita “pergi dan pulanglah dengan selamat” sehingga pada akhirnya kita dalam mengemban tugas pada misi perdamaian PBB ini senantiasa dapat kembali berkumpul dengan selamat bersama keluarga di rumah di tanah air, yang terus menanti kita.

Ancaman terhadap si helm Biru itu adalah memang bagian dari resiko profesi sebagai peacekeepers, baik personil sipil dan militer, kita sama-sama menghadapi resiko tersebut, dengan meingkatkan kewaspadaan dan menaati panduan keselamatan & kamanan staff sesuai digariskan, niscaya dengan dibantu doa, kita bisa sukses mengemban misi mulia ini. Tidak lupa juga, saya ingin mengucapkan selamat bertugas kepada para rekan senior, rekan sejawat sekalian dari keluarga Merah putih. Teruslah berkibar demi kejayaan Indonesia pada misi PBB ini.

Puguh PAMUNGKAS Puguh PAMUNGKAS With extensive hands-on experience in Movement Control and Air Operation field, Puguh Pamungkas contributed a significant role under the flag of UNHAS – United Nations World Food Programme Humanitarian Air Service, based in Banda Aceh, Aceh province – Indonesia. His...

Detail Profile »

6  Comments

by Luigi Pralangga at 15 November 2009, 09:58

Dear Puguh, seneng mbaca updatemu lagi..seperti kita senantiasa diberitahu bahwa keselamatan adalah yang utama dalam bertugas. Didoakeun dari Liberia agar Puguh dan kawan-kawan keluarga besar Garuda Merah Putih di Darfur senantiasa dalam lindungan Alloh SWT.

by Nda at 16 November 2009, 08:18

Dear Sweetheart,
Semoga pa selalu dalam lindungan Allah SWT dimanapun pa berada. Jangan lengah dan terus waspada. We are waiting for you. Love you.

by Agus at 17 November 2009, 11:50

Maman kok fhoto gw yg di pajang..wakakaka, ngk papa d numpang ngetop ..

by sri at 24 November 2009, 00:42

Hi Guh………

wuih……..serem juga ya. terus semangat!. btw, model fotonya kayaknya aku pernah kenal?!. Let’s me think a while……………ehmmmm….seseorang yang dulu ngakunya Bupati Nias ya? hhaha

by Teuku Yunansyah at 26 November 2009, 04:27

Dear Puguh,
Artikel yang sangat bagus, a motivating one.
Stay safe there.
Salam dari teman-teman UN WFP Indonesia untuk teman-teman di sana

by fadhlan amini at 18 February 2010, 02:50

hope everything is running well, sampai bisa pulang kembali ke indonesia..iam proud of you friend..!

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Amrin Rosihan Hendrotomo Born in Ternate, Amrin Rosihan Hendrotomo is now sailing his career forward in Democratic Republic of the Congo as UN Military Observer for MONUC/MONUSCO. He, previously, served UN as a Military Observer of UNOMIG in Georgia. He married Pungky Anitasari,...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago