About This Post

Muhammad IRAWADI

Correspondent Muhammad IRAWADI

Total 26 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 577 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Apa yang kau cari kakanda

Namun semangat tetap membara karena kita melakukan suatu tugas mulia dan tekad yang kuat untuk membangun perdamaian dan persaudaraan diantara umat manusia. Mari luruskan niat, semoga Allah meridhoi pekerjaan kita.

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum wr.wb.

Dua minggu telah berlalu, kita masih berjuang menghadapi dinginnya udara yang terus semakin menggigit. Namun semangat tetap membara karena kita melakukan suatu tugas mulia dan tekad yang kuat untuk membangun perdamaian dan persaudaraan diantara umat manusia. Mari luruskan niat, semoga Allah meridhoi pekerjaan kita. Semoga tulisan ini bermanfaat.


Kanda, ingin kukatakan sejujurnya, bahwa sesungguhnya aku merindukanmu meski kau baru dua minggu bertugas di Libanon. Kami telah melepas kau dengan doa dan air mata, dengan harap-harap cemas yang menyesakkan dada. Aku tak tahu apakah dalam hatimu sama seperti aku, tapi aku serahkan saja padamu. Dirimu tetap menjadi dirimu dan tak dapat kuraba sejauh apa getaran yang ada didalamnya dalam menghargai perhatianku padamu, tapi aku percaya bahwa kau adalah belahan jiwaku.

Kanda, bolehkah aku bertanya akan sesuatu yang sangat mendalam. Ketika kau bersiap untuk berangkat tugas, kau begitu sibuk, tidak tersisa sedikitpun waktu untuk berbicara dari hati ke hati. Sebenarnya untuk apa kau pergi ke Libanon meninggalkan keluarga. Makan, minum, mandi dan tidurmu tak seenak dan seindah ketika kau berada bersamaku di rumah, tempat tinggal kita. Seandainya saat ini kau ada disampingku tentu kita bisa bercanda, duduk berdua, bersenda gurau menelusuri relung-relung hati perjalanan hidup kita dan anak-anak bermain di hadapan kita.

Kanda, aku tahu kau adalah prajurit, yang harus loyal pada aturan dan atasanmu, kau tidak boleh menolak tugas yang diberikan, tiap saat kau bacakan sumpah prajurit dan sapta marga, dalam dirimu mengalir darah pejuang sebagai seorang satria sejati. Dengan baju loreng terpasang lambang PBB dan bendera merah putih, baret biru terpasang dikepalamu, kau tampak gagah, berani dan percaya diri.

Kanda, aku mencoba menelusuri apa yang ada dibalik hatimu. Aku yakin kau telah membayangkan kelak kau akan tercatat dalam sejarah tinta emas bahwa kau pernah ikut dalam pasukan perdamaian di Timur Tengah menjaga perdamaian atas nama PBB dan negara Indonesia, serta untuk untuk menunjukan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia memiliki prajurit yang tangguh seperti mu. Itu juga akan tercatat dalam riwayat kisah perjalanan hidupmu.

Kanda, aku juga yakin kalau kau akan mendapat pengalaman yang berarti dan berharga, meskipun kau merupakan satu bagian kecil dari pasukan itu. Seperti layaknya sebuah onderdil kecil dalam lingkungan mesin yang besar, namun andilmu tetap merupakan kelengkapan dan kesempurnaan dari satuan tugas tersebut.

Kanda, mudah-mudahan aku tak salah menduga, masih banyak lagi yang terselip dalam hatimu, mungkin juga ada harapan kelak kau akan dapat dipromosikan setelah penugasan ini, sehingga kau berusaha bekerja secara baik dan sungguh-sungguh tanpa noda dan cacat moral.

Kanda, segudang yang ada dalam pikiranmu itu baik dan tidak ada yang salah. Wajar sebagai insan biasa akan memikirkan hak dan kewajibannya. Semua apa yang ku ungkapkan di atas adalah hak yang ingin kau raih, karena itu kewajiban tentu harus diseimbangkan agar kita menjadi orang yang lebih arif dan adil dalam menatap hidup ini meskipun tidak diawasi oleh orang lain.

Kanda, saya teringat suatu peristiwa hijrahnya Rasul beserta sahabatnya dari Makkah ke Madinah. Peristiwa itu mirip dengan apa yang kau alami sekarang ini berhijrah dari Indonesia ke Libanon. Pada saat itu Rasulullah mengeluarkan sebuah hadits yang terkait dengan niat seseorang berhijrah. Baginda Rasul mengingatkan dalam haditsnya; “Innamal a’malu binniyaat, Wainnama likulliimriim Manawa… dst”. Artinya segala sesuatu pekerjaan mulailah dengan niat dan hasilnya sesuai dengan apa yang diniatkan. Jadi ketika itu ada orang yang berniat hijrahnya karena Allah dan Rasul maka ia akan dapat keuntungan di dunia dan di akhirat, tapi kalau niat hijrahnya karena keuntungan dunia semata atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka yang didapat nya hanya sampai disitu saja.

by HoNeY at 6 December 2006, 14:05
Baca tulisan ini membuat saya berderai2 airmata..., tidak hanya istri angkatan yang merasakan hal yang demikian, tetapi saya sebagai org biasa juga merasakan hal yang sama. Tidak ada yang bisa kita lakukan selain berusaha kuat dan berdoa. Cinta mungkin bisa membuat kita kuat, tapi jangan salah, perempuan tangguh lah yang bisa membuat suaminya kuat menghadapi semua hal terberat... Bravo to the ladies...!!!!
by dodie at 7 December 2006, 00:35
"When you look at your life, the greatest happiness are family happinesses"
~ Dr. Joyce Brothers (American Psychologist, Columnist and Author, b.1928)

untuk apa yang kita kerjakan, dan untuk yang kita raih, keluarga kita adalah yang memberi kekuatan pendorong terbesar... selalu ingat kepada keluarga kita; orang tua kita, kakak adik kita, dan bagi yang sudah berkeluarga tentunya ada anak dan istri :)

salam,
.dodie.
by aldi at 7 December 2006, 16:35
subhanallah..
bagus bgt .. keikhlasan seorang istri sperti itu Insya Allah mudah2an jd ladang amaliah bagi keluarga tsb
by Anang at 8 December 2006, 06:29
wah terima kasih sudah menjenguk saya hehehe... jauh-jauh dari afrika lho... gimana keadaan disana? aman-aman saja bukan?
by Hartanto at 8 December 2006, 09:18
Dua paragraf ini menggetarkan siapapun yang membaca :

"Kanda, luruskan niatmu, janganlah kepergianmu atau hijrahmu ini hanya sekedar meraih keuntungan dunia semata, tapi niatkanlah karena mencari ridho Allah agar kau mendapatkan segalanya, mendapatkan keuntungan dunia yang saya reka-reka diatas dan keuntungan di akhirat yaitu masuk ke dalam syurga bersama nabi dan Rasul-rasul serta terhindar dari siksa api neraka.

Kanda, Insyaallah kau akan mendapat Ridhoi Allah dan perlindungan Nya dan akupun makin percaya padamu, tentu kau akan menjaga dirimu untuk tidak terbujuk dari godaan-godaan yang dapat merusak hubunganmu dengan Allah dan hubungan denganku juga."
by kunderemp at 8 December 2006, 11:35
""Innamal a'malu binniyaat, Wainnama likulliimriim Manawa... dst". Artinya segala sesuatu pekerjaan mulailah dengan niat dan hasilnya sesuai dengan apa yang diniatkan"

Hmm... Memangnya biasanya niat pasukan perdamaian apa? Memang pernah ada yang melenceng yah?


by mei at 8 December 2006, 13:18
ada yang bilang,
sebutkan namanya rasakan dia ada di dekatmu,
memelukmu lewat hembusan angin


salam dari jakarta

by za at 8 December 2006, 14:44
hmmm...... gak kbayang kl za ada di posisi itu.....

*mikiirrr*
by kenny at 8 December 2006, 15:08
ikutan terharu, jadi inget dulu suami mbak ditugaskan ke aceh. GAk percaya klo mas luigi sempat mampir ke blogku, sering jg aku mampir sini cuma gak ninggalin jejak. Smoga disana lancar dan bertambah aman aja, dan cepet ketemu ama kriwil kesayangannya.
by -gt- at 8 December 2006, 15:10
selamat berjuang kanda :D
by flona at 8 December 2006, 18:20
waduh..saya gak tau gimana menggambarkan perasaan saya waktu membaca tulisan ini...tapi saya hanya bisa bilang wish you all the best deh buat para pejuang yang ada di negeri orang termasuk mas luigi, semoga Tuhan selalu melindungi kalian semua dan menguatkan keluarga yang ada di tanah air. met wiken ya...
by kana at 8 December 2006, 18:49
wah... ga percaya rasanya om luigi ngunjungin sayah... :p

duh, terharu deh... moga sukses dengan tugasnyah ya.... :)
by ancilla at 10 December 2006, 05:40
hidup memang penuh perjuangan...

kita hanya bisa berusaha bukan?
by TaTa at 10 December 2006, 12:25
Siapapun klo mo ditinggal sama pasangan pasti akan was2. Apalagi klo di tinggal ke wilayah yg kita tau ada konflik perang disana
by ime'... at 11 December 2006, 02:14
surat yang tulus banget...

beruntung sekali sang suami mendapatkan istri yang luar biasa :)

ayo semangka!!!!! biar bisa cepat pulang, bertemu keluarga tercinta :)
by hani at 12 December 2006, 07:50
jadi inget istrinya sepupu saya. betapa tegar dan begitu mandiri ketika suaminya harus tugas ditempat lain. sepertinya semua istri tentara dididik seperti itu ya. luar biasa...

semoga sang kanda dapat menjalankan amanah yang diemban dan kembali kepelukan keluarga segera. selamat bertugas!...huhuhu...lho?!
by ririn at 12 December 2006, 14:08
surat yang bukan hanya masuk kategori romantis, tetapi juga mengandung unsur kesetiaan, pengertian dan kebanggaan akan pekerjaan juga tugas suami :)
menjadi istri tentara ternyata tidak mudah ya..saya tidak bisa membayangkan jika saya harus ditinggal suami berbulan-bulan bahkan tahunan demi menjalankan tugas negara...pasti saya akan menangis karena kesepian ;)
thanks pak..udah visit di rumah maya saya...
artikel di rumah maya ini banyak yang mengesankan, terutama bagi saya yang tak pernah tahu kehidupan di Afrika sana...
salam kenal dan salam hangat dari surabaya :)
by Qky at 12 December 2006, 14:44
Semoga, niat karena mencari keridhoan Tuhan YME, agar kedamaian dirasakan bagi umat manusia diberikan kekuatan oleh Sang Maha Perkasa dan selalu mendapat pertolongan dan kemudahan-kemudahan. Amieen. :)
Btw, Saluti a voi *angkat topi*
by linda at 12 December 2006, 20:50
semoga niat dan doanya diijabah Allah SWT
speechless dan berkaca2 bacanya
by phie2t at 12 December 2006, 21:38
so sweet... :)

by roi at 12 December 2006, 22:49
kenapa saya jadi teringat si kecil yang tadi siang kesakitan karena baru diimunisasi ya?
duh....
by itha at 12 December 2006, 23:39
Jadi istri tentara itu memang kudu tahan banting.
Gw salut sama para istri tentara yg tegar, mandiri dan kuat, baik dalam hal moril maupun materil.

Apa kabar Kang Luigi? abis leabran kemaren kita halal bi halal lagi loh.

by Fany at 13 December 2006, 14:34
*tersentuh*
selamat berjuang buat si kanda..
selamat berjuang juga buat si dinda, berjuang mengatasi kerinduan dan mendidik anak2 tersayang.. :)
by Hilman Hadi at 14 December 2006, 05:02
Memang sangat menyentuh, semoga semua prajurit di Lebanon bisa membacanya. mengingatkan mereka bahwa ada yang menanti dengan setia di rumah. Termasuk ogut sendiri tentunya.

by Nia Bandung at 18 March 2007, 19:48
Selamat bertugas Mas Gun. Semoga Allah selalu melindungimu dan aku selalu menantimu.
by Za at 16 April 2007, 23:26
saya baru aja akan menjadi seorang istri perwira tahun depan,insyaAllah....

cerita mengenai kakanda di atas seakan-akan menyuruh saya untuk semakin mempersiapkan fisik dan mental untuk menjadi istri yang tepat kelak.....

apabila ada yang mau berbincang-bincang dengan saya untuk saran-saran dlm mempersiapkan diri,yuk bincang2 di sini...


kepada para pendahulu saya yang sudah terlebih dahulu menjalani peran sebagai istri tentara Republik Indonesia,salam kenal ya..