About This Post

Muhammad IRAWADI

Correspondent Muhammad IRAWADI

Total 11 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 545 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Apa Yang Kau Tunggu Adinda

Aku bertekad ingin menjadi suami yang dapat menjadi contoh diantara prajurit yang sholeh, prajurit yang bersih dan prajurit yang berjuang untuk dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan Allah melebihi kemampuan dalam mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan manusia.

Assalamualaikum wr. Wb.

Setelah membaca surat dari sang istri, terlontarlah perasaan yang ditulis prajurit yang juga memiliki rasa dan cinta.

Adinda, dengan apa kulukiskan perasaanmu padaku yang kau tulis dalam suratmu yang lalu, aku tak tahu. Aku coba membandingkannya dengan burung-burung yang bangun bernyanyi dan berkicau penuh gembira di pagi hari, tidak bisa. Demikian juga aku coba bandingkan dengan seekor burung camar yang termenung ketika ditinggal oleh pasangannya karena adanya angin badai yang membuatnya terlempar ke tempat jauh, juga tidak bisa.

Dinda, dapatkah kubandingkan tulusnya hatimu seperti tulusnya hati siti Aisyah ketika melepas suaminya nabi Muhammad ikut maju di medan tempur?. Apapun adanya dirimu, yang jelas aku semakin bangga menjadi suamimu. Mataku berkaca-kaca ketika menyimak suratmu kata demi kata yang menghunjam ke sanubariku. Tak ku kira disaat-saat suasana yang sedang ku lalui seperti ini, aku menerima sepucuk surat istimewa darimu, surat dari orang yang sangat peduli denganku, surat yang indah lebih dari dari apapun yang pernah kuterima dan kurasakan..

Dinda, dalam surat itu aku lihat hatimu yang berbicara, nuranimu yang tergetar itu telah menggetarkan sanubariku. Meskipun udara di Libanon cukup dingin menggigit tak kurasakan lagi, situasi yang rentan disana tak menyurutkan pengabdian tugasku.

Dinda, kau punya andil yang besar dalam missi ku ini, tidak hanya memberi dukungan moril bagiku. Sebagai salah seorang prajurit yang bertugas agar aku berbuat sebaiknya tanpa harus ragu dengan keluarga yang ditinggalkan. Apakah ditinggal sementara atau mungkin juga selamanya, tapi dinda, do’amu itu Insya Allah akan dikabulkan Allah. Do’a yang dapat memberi andil untuk keselamatan dan keberhasilan kami semua dalam tugas kemanusiaan ini, tugas untuk membangun perdamaian, tugas untuk membangun citra bangsa.

Dinda, tak kau hiraukan hiruk pikuknya orang disekitarmu memikirkan kebahagiaan melalui materi yang cukup dan suami yang selalu berada disisinya, tapi kau dengan tulus sebagai seorang sosok istri perajurit yang bahagia dengan pengorbanannya. Suami yang tidak selalu ada disisimu, yang tidak dapat menyuguhkan benda-benda yang dapat di tampilkan sejajar dengan mereka yang bergelut dengan hartanya dan menyuguhkan perhiasan yang pantas yang biasa dipakai oleh wanita sepertimu…
Dinda, pantas aku bersujud syukur pada Allah, diberi pasangan isteri yang sholehah sepertimu, yang selalu memagariku dari keterlenaan dan kelalaian. Isteri yang menyayangiku sepenuh hati dengan didasari Ridho Ilahi. Aku merasa mendapatkan isteri yang melebihi dari apa yang pernah aku harapkan.

by Luigi at 7 January 2007, 08:47
Subahanallah - besar sekali pahala sang istri solihah. Saya juga berdoa agar senantiasa keluarga di kampung halaman dijaga dan dijauhkan dari segala marabahaya, godaan dan mampu mengurusi keluarga selama pergi bertugas.

PS: Aku jadi inget sekali dengan ke-rewelan si teteh di kampung yang senantiasa berkeluh kesah dari rasa kangen/rindu yang membuatnya haru terus hingga rasa kekesalan akan berada jauh dari sang terkasih.

Mas Irawadi dan kawan2 KONGA XXIII-A di Lebanon, kita-kita (Indonesian Peacekeepers) yang berada di Liberia juga berada dalsam situasi & kondisi yang serupa, semoga senantiasa diberi kekuatan, semangat optimis dalam perjuangan, kesabaran, keteguhan hati dan tawakal dalam keseharian. Semua ini insyallah mendapat ganti pahala syurga Allah SWT di akhirat nanti. (Amin!)

Salam hangat dari kami berlima di Liberia; Let. Kol Hilman Hadi, Mayor Benny Nadeak, Mayor Tri Ambar Nugroho, Stenly Sajow, dan saya.
by Ivo at 7 January 2007, 11:18
Mungkin hampir semua peacekeeper yang kini tengah bertugas dan jauh dari sanak family merasakan hal yang sama. Memupuk kesabaran sebesar-besarnya, merasakan rindu yang sesakkan dada. Saya yang sekarang berada di Indonesia hanya bisa memberikan semangat buat kalian. Semoga rasa rindu kalian terus ada, semoga selalu dalam lindungan Tuhan YME, Diberikan kesabaran dan keteguhan hati olehNya. Selamat bertugas dan tetap semangat!!.
Salam hangat dari Jakarta.
by duedue at 8 January 2007, 20:36
Udah lama banget ga nengok blog ini...

How can I imagine to be the peacekeeper???
Far from family and also beloved ones...
Too hard for that job...
Anyway... keep struggling...
Heal the world.... Make it better place for all the people...
by PutRie at 10 January 2007, 18:55
Betapa beruntungnya memiliki pasangan seperti itu, semoga senantiasa slalu dalam ridhaNya,... amin.

Selamat bertugas utk para peacekeeper di sana,...
by de at 10 January 2007, 20:57
sebagai seorang perempuan, seorang istri dan seorang ibu, de bisa merasakan apa yang dirasakan sang istri. Apalagi kalo ingat pertanyaan yang dulu suami lemparkan sebelum menikahi de "pekerjaan menuntut aku untuk siap ditugaskan kemanapun. aku ingin mencari istri yang siap ditinggal, bertanggung jawab menjaga anak-anak selama ditinggal dan bisa menghadapi masalah yang terjadi selama aku tinggal. apakah kamu siap jadi istriku?"

berat memang saat harus menjalaninya. Tapi kalo dijalani dengan ikhlas, insya allah semua menjadi ringan. Apalagi suami juga selalu support dan memantau kondisi keluarga selama ditinggal.

Selamat bertugas teman-teman, smoga Allah SWT selalu melimpahi kita dengan kesabaran dan kekuatan. amin
by Ni at 10 January 2007, 21:26
bapak-bapak ini mulia sekali ya,,,semoga bisa pulang dengan selamat,,,,, tapi inget yah bapak-bapak,,,,setianya dengan istri jangan cuma di tulisan aja,,,,, ayo matanya selotip dulu,,,jangan nengok-nengok....kebiri sementara duulu hayo.... hehehe,,,,, ayo jangan serius aja teman-teman,,,,ntar bapak-bapak ini pengsan semua,,,,
by poetra at 11 January 2007, 01:34
hmm, jadi speechless saya..

anyway, saya cuma bisa mendoakan semoga mas-mas yang bertugas disana dan dimanapun dalam menjaga kedamaian selalu dilindungi Allah SWT. Amin...

Salam salut dari Jakarta untuk semua yang disana :)
by endang at 12 January 2007, 17:03
Sesungguhnya dalam diri tiap istri selalu ingin berdampingan dengan sang suami. Tetapi manakala hal itu menjadi barang mahal, maka kedewasaan dan cinta kasih lah yang mengambil alih semuanya. Bukan melakukan apa yg diinginkan, tapi apa yang memang harus dilakukan. Dan itulah artinya menjadi seseorang sebagai "belahan jiwa". Segala doa dan cinta pasti akan selalu mendampingi pasangannya dimanapun berada. Selamat bertugas mas, dan selamat buat istrinya yang telah membuktikan diri sebagai belahan jiwa yang sesungguhnya.
by Mel at 19 January 2007, 13:25
been there, done that..
still doing it :(

tidak ada yang lebih memedihkan hati daripada hidup terpisah dari sang belahan jiwa..
tapi cinta dan keikhlasan adalah kunci dari segalanya..

salam sayang untuk semua pasangan yang terpisah sementara..
salut!


by Major Sandy at 21 January 2007, 12:21
Tabah sampai akhir, semoga tetap Istiqomah dan mudah-mudahan Abang dan adik-adik yang bertugas dimanapun sebagai peace Keepers diberikan perlindungan, keselamatan, kesehatan dan kesuksesan dari Allah SWT dalam melaksanakan tugasnya. Ngak lupa untuk para Istri / Pacar yang di tinggal tugas suami/kekasihnya/Orang tuanya juga di berikan rahmat yang sama dengan the "Loved One" nya yg sedang survival di mission area. Sukses selalu dan salam hormat saya. Trims. Mayor Marinir. Sandy M.Latief-UNDPKO New York.

by Dony Rizal Lubis at 11 April 2007, 04:36
Kalu semua suami seperti Letkol Abdul Munim, dan semua Istri seperti Ny. Abdul Munim, endaaaag deh dunia ini.

Selamat bertugas untuk Garudaku...terbang dan damaikanlah Lebanon.

Badai pasti berlalu....!