Correspondent Muhammad IRAWADI
Total 11 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 545 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
Harga [mahal] sebuah konflik bersenjata bagi kanak-kanak >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
Aku bertekad ingin menjadi suami yang dapat menjadi contoh diantara prajurit yang sholeh, prajurit yang bersih dan prajurit yang berjuang untuk dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan Allah melebihi kemampuan dalam mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan manusia.
Assalamualaikum wr. Wb.
Setelah membaca surat dari sang istri, terlontarlah perasaan yang ditulis prajurit yang juga memiliki rasa dan cinta.
Adinda, dengan apa kulukiskan perasaanmu padaku yang kau tulis dalam suratmu yang lalu, aku tak tahu. Aku coba membandingkannya dengan burung-burung yang bangun bernyanyi dan berkicau penuh gembira di pagi hari, tidak bisa. Demikian juga aku coba bandingkan dengan seekor burung camar yang termenung ketika ditinggal oleh pasangannya karena adanya angin badai yang membuatnya terlempar ke tempat jauh, juga tidak bisa.
Dinda, dapatkah kubandingkan tulusnya hatimu seperti tulusnya hati siti Aisyah ketika melepas suaminya nabi Muhammad ikut maju di medan tempur?. Apapun adanya dirimu, yang jelas aku semakin bangga menjadi suamimu. Mataku berkaca-kaca ketika menyimak suratmu kata demi kata yang menghunjam ke sanubariku. Tak ku kira disaat-saat suasana yang sedang ku lalui seperti ini, aku menerima sepucuk surat istimewa darimu, surat dari orang yang sangat peduli denganku, surat yang indah lebih dari dari apapun yang pernah kuterima dan kurasakan..
Dinda, dalam surat itu aku lihat hatimu yang berbicara, nuranimu yang tergetar itu telah menggetarkan sanubariku. Meskipun udara di Libanon cukup dingin menggigit tak kurasakan lagi, situasi yang rentan disana tak menyurutkan pengabdian tugasku.
Dinda, kau punya andil yang besar dalam missi ku ini, tidak hanya memberi dukungan moril bagiku. Sebagai salah seorang prajurit yang bertugas agar aku berbuat sebaiknya tanpa harus ragu dengan keluarga yang ditinggalkan. Apakah ditinggal sementara atau mungkin juga selamanya, tapi dinda, do’amu itu Insya Allah akan dikabulkan Allah. Do’a yang dapat memberi andil untuk keselamatan dan keberhasilan kami semua dalam tugas kemanusiaan ini, tugas untuk membangun perdamaian, tugas untuk membangun citra bangsa.
Dinda, tak kau hiraukan hiruk pikuknya orang disekitarmu memikirkan kebahagiaan melalui materi yang cukup dan suami yang selalu berada disisinya, tapi kau dengan tulus sebagai seorang sosok istri perajurit yang bahagia dengan pengorbanannya. Suami yang tidak selalu ada disisimu, yang tidak dapat menyuguhkan benda-benda yang dapat di tampilkan sejajar dengan mereka yang bergelut dengan hartanya dan menyuguhkan perhiasan yang pantas yang biasa dipakai oleh wanita sepertimu…
Dinda, pantas aku bersujud syukur pada Allah, diberi pasangan isteri yang sholehah sepertimu, yang selalu memagariku dari keterlenaan dan kelalaian. Isteri yang menyayangiku sepenuh hati dengan didasari Ridho Ilahi. Aku merasa mendapatkan isteri yang melebihi dari apa yang pernah aku harapkan.
« Flying Toilet Harga [mahal] sebuah konflik bersenjata bagi kanak-kanak »