(Adshit Al Qusayr, 13 Agustus 2010). Peristiwa kontak bersenjata antara Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) dengan Tentara Israel (IDF) pada tanggal 3 Agustus 2010 merupakan insiden paling serius yang terjadi di sepanjang perbatasan Israel – Lebanon sejak diberlakukannya Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701. Demikian disampaikan Panglima UNIFIL Mayor Jenderal Alberto Asarta Cuevas (Spanyol) pada saat kunjungannya ke Markas Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) UN Position 7-1, Adshit Al Qusayr, pada hari Kamis 12 Agustus 2010.
Kunjungan Mayor Jenderal Asarta Cuevas ke Markas Indobatt kali ini merupakan kunjungan perdana sejak pelantikan beliau selaku Panglima UNIFIL pada tanggal 28 Januari 2010 yang lalu. Namun demikian, lawatan beliau ke Markas Indobatt ini merupakan lawatan yang ketiga kalinya karena beliau pernah menjabat sebagai Komandan Sektor Timur UNIFIL pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2008. Saat mengemban jabatan Komandan Sektor Timur tersebut, beliau berkesempatan mengunjungi Markas Indobatt sebanyak dua kali.
Berangkat dari pengalaman tugas tersebut, Panglima UNIFIL menyampaikan atensi khusus kepada para perwira Indobatt XXIII-D/UNIFIL terkait familiarity beliau terhadap kinerja dan performa pasukan TNI yang bertugas di daerah operasi perdamaian Lebanon Selatan. Lebih lanjut dikatakan oleh beliau bahwa setiap kegiatan dan performa prajurit Garuda selalu mencitrakan profesionalisme, proporsionalisme serta impartiality terhadap pihak manapun yang berada di daerah operasi.
Terkait dengan insiden tanggal 3 Agustus 2010 yang telah melibatkan IDF dan LAF dalam kontak bersenjata serta Indobatt sebagai pihak penengah, Mayjen Asarta Cuevas menyatakan kekaguman dan kebanggaannya kepada Indobatt yang telah bertindak profesional, berani dan memegang teguh komitmen sebagai United Nations Peacekeeper dengan tanpa membedakan perlakuan langsung di lapangan terhadap pihak Israel maupun Lebanon.
Sejak awal penugasannya sebagai Panglima UNIFIL, beliau telah bangga dengan pasukan Garuda. Kebanggaan tersebut menjadi bertambah setelah beliau menyaksikan secara langsung tingkah laku dan tindakan pasukan Indobatt XXIII-D/UNIFIL dalam menghadapi dan menangani insiden bersenjata tersebut melalui presentasi dokumentasi video di sela-sela kunjungan beliau kali ini. Dokumentasi video tersebut secara nyata menunjukkan segala usaha dan tindakan pasukan Indobatt di lapangan dalam upaya mencegah terjadinya konflik yang lebih buruk antara IDF dan LAF. Bahkan, sesaat setelah terjadinya letusan senjata pertama, prajurit Indobatt masih terus berupaya untuk melerai konflik di antara kedua belah pihak. Namun, karena faktor kepadatan tembakan dan gencarnya serangan yang dilakukan oleh kedua belah pihak serta aturan pelibatan (Rules Of Engagement) dan prosedur yang berlaku, maka berdasarkan perintah dari Komando Atas (Sektor Timur UNIFIL), pasukan Indobatt melakukan pemunduran taktis dari tempat kejadian.
Lebih lanjut, Panglima UNIFIL menyampaikan bahwa tindakan Indobatt dalam menangani insiden tersebut merupakan cara penindakan terbaik dan patut menjadi teladan bagi seluruh jajaran UNIFIL dalam menghadapi insiden serupa di masa mendatang. Selain itu, tindakan Indobatt juga memiliki nilai strategis bagi kedua belah pihak yang bertikai, yakni sebuah kenyataan yang harus dipahami oleh kedua belah pihak bahwa keberadaan UNIFIL di perbatasan Israel-Lebanon merupakan sebagai penengah dan bukan melindungi salah satu pihak untuk bersama-sama menyerang pihak yang lain. Pemahaman tentang nilai strategis ini yang seringkali salah persepsi diterima oleh kedua belah pihak dan menimbulkan hubungan yang kurang harmonis dengan pihak UNIFIL selaku penengah pasca terjadinya sebuah konflik.
Di akhir kunjungannya, Panglima UNIFIL, yang didampingi oleh Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigjen Juan Gomez De Salazar Minguez (Spanyol) serta beberapa Perwira Staf Markas Besar UNIFIL, berkenan menyampaikan apresiasi dan penghargaan beliau kepada Indobatt dalam sebuah tulisan pada Buku Kenangan Tamu Indobatt serta sebuah Letter of Appreciation.
Sebelum meninggalkan Markas Indobatt, Mayjen Asarta Cuevas berpesan kepada Komandan Indobatt XXIII-D/UNIFIL, Letkol Inf Andi Perdana Kahar, agar seluruh personel Indobatt bangga dengan langkah profesional yang telah diambil dalam menangani insiden tanggal 3 Agustus 2010 serta menjadikan momentum berharga tersebut sebagai landasan untuk melanjutkan tugas di masa mendatang. SP-109/VIII/Konga XXIII-D/UNIFIL








Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago