Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Asal-usul & misteri Vespa Congo

25 October 2008, 09:44 , by Erfan Ahmad Piliang

 

Apa jadinya yaaaa … Seandainya Indonesia tidak pernah mengirimkan pasukan misi Perdamaian PBB/Kontingen Garuda II ke Congo mulai dari 25 Desember 1960. [baca: Democratic Republic of Congo]

PASTIlah Scuter/Vespa Congo akan bernama lain dan mungkin saja namanya menjadi Vespa Uganda atau Vespa Kenya. Di Indonesia Scooter atau Vespa Congo sudah terbilang kenderaan antik dan diminati hampir semua lapisan masyarakat tua muda yang kemudian semakin cukup populer dengan terbentuknya I.V.C.I Ikatan Vespa Congo Indonesia yang tersebar hampir disemua propinsi di tanah air.

Kali pertama saya menerima penugasan ke DR.Congo yang terlintas adalah pastilah akan saya temui banyaknya Vespa Congo di Kinshasa (kebetulan saya penggemar & punya 1 unit Scooter keluaran tahun 1966 yang sudah saya modifikasi).

Ternyata saya keliru 1 tahun sudah berlalu ……. Tidak ada satupun kendaraan Vespa Piaggio/Congo yang saya temukan sampai saat ini di kota Kinshasa.

Akhirnya rasa ingin tau pun mencoba bergerilya menembus lapisan dinding baja lemari arsif seputar lorong lorong tersembunyi & rahasia di gedung UN/Monuc di Kinshasa. Ku mencoba bertanya kesana dan kemari .. menguak tabir misteri Scooter/Vespa Congo yang tersebar banyak di Indonesia eeehhh.

Ternyata ……… Menjelang selesainya misi Perdamaian Kontingen Garuda Indonesia I tahun 1957 para rekan TNI kita yang bertugas di Congo mendapat tawaran secara kolektif dari UN apakah berminat untuk membawa Scooter/Vespa made in Italy, oleh UN penawaran ini difasilitasi secara nasional/direct shipment yang tentunya dibayar melalui potongan Allowance.

Dengan demikian sejarah sudah mencatat dan tidak perlu dipungkiri bahwa kali perdana Vespa kecil mungil tersebut hadir di Indonesia dibawa sebagai kenang-kenangan oleh TNI kita yang bertugas di Congo maka dengan mudahnya saja Rakyat Indonesia memberi nama Vespa Congo…..sampai saat ini nama tersebut terus melekat dalam dunia automotive Indonesia.

Dan dalam proses zaman Vespa ini kemudian berkembang dengan segala model memenuhi tuntutan permintaan pasar dunia, Vespa Congo pun semakin banyak masuk ke Indonesia melalui PT. EK Toedjuh yang ditunjuk sebagai agent resmi di Indonesia.

Kalau kemudian saat ini kita membuat perbandingan, dulu TNI kita hanya membawa Sebuah Vespa Congo sebagai kenang kenangan bertugas, lalu para TNI/MILOBS/KONGA yang bertugas di DR.Congo saat ini BAWA APA yaaa mas….. paling tidak 3 unit Mobil Avanza pasti terbelilah…2 unit buat disewa-sewakan & 1 unit buat dipakai ngantor mas eeehhh. Sayangnya saat ini UN tidak memfasilitasi lagi penawaran BAWA mobil dari Congo,kalau tidak sejarah akan terulang ada Mobil Congo di Indonesia eeehhh.

Demikian…… mistery Vespa Congo sudah terkuak dengan jelas, tak ada lagi dusta diantara kita khususnya sesama penggemar Vespa Congo Indonesia jangan ragukan kalau sejarah nama tersebut terkait erat sangat dengan misi perdamaian PBB.

Salam jabat erat : EA Piliang – DR.Congo Kinshasa.

Trade Mark : Vespa Piaggio/scuter Congo – Scuter Lambretta – Vespa Sprink – Vespa Super–Verpa PX – Vespa Exel – Vespa Sparta – Vespa GL – Vespa Bajaj. Images used as illustration only and is owned by respective copyrighted owner.

Erfan Ahmad Piliang Erfan Ahmad Piliang is not new comer to Africa. Currently responsible to support Indonesia’s Sinar Antjol markets existence in the Democratic Republic of Congo (DRC). Previously serving in various eastern african regions, like Angola, Eritrea – Ethiopia, Comoros Island, Madagascar...

Detail Profile »

7  Comments

by Donasion at 27 October 2008, 17:13

Uda Erfan,,waktu ambo SMP sekitar tahun 1979.. Apak ambo punyo juo vespa Congo tu. Iyo sabana kuek. Sampai ambo SMA, acok ambo mambao beliau jo Vespa to ka Bukittinggi jo Padang.
Ambo asal Solok Da.
Ambo pingin punyo vespa tu Da,,baa caronyo?
Salam dari Liberia.

by Hilman Agung at 27 October 2008, 22:21

Makasih banyak atas pencerahannya mas …terkuaklah misteri yang selama ini menghatuiku …sejak kapan DR Congo bikin vespa,:P.

by richard martinus at 1 November 2008, 13:45

wah keren bgd yah tentara kita dlu……….
hehehehe………..
q jg seorang scooterist dari lamongan jatim (LVC)
thks bgd pak ats infox……….

by arseto pramono at 12 November 2008, 18:26

waduh mas matur nuwun atas info nya aq semakin lega atas penasaran dari namaaa 222 kongo .
dari bapak 2222 tetua penggemar kongo

by ikhu bangladesh at 4 December 2008, 20:13

hasil blusukan di Congo, jadi inget sampean blusukan di pasar tardisional pavillion sampe pasar precious stone Androvoangy waktu kita sama2 di Madagascar…..pe@ce!

by ikhu bangladesh at 4 December 2008, 20:15

masih hobi blusukan?, jadi inget sampean blusukan di pasar pavillion sampe pasar precious stone Androvoangy waktu kita sama2 di Madagascar…..pe@ce!

by Awaluddin at 25 February 2010, 02:36

berapa jumlahnya vespa “congo” yg dibawa TNI ke indonesia, kali2 aja dapat yg original nya, thks (Scooter Antik Club Penajam Paser Utara – Kaltim)

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Satriady Prabowo Born in 29 October 1984, currently serving under the United Nations peacekeeping mission in the Democratic Republic of Congo (DRC), under Indonesia’s Garuda Contingent XX-G. Graduated from Indonesia’s Military Academy in 2005 with rank of First Lieutenant (Lettu) went on...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago