About This Post

Correspondent Sandy M. PRAKASA

Total 6 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 125 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Atraksi Debus Prajurit Garuda memukau tentara PBB diLebanon

(Adshit Al Qusayr, 22/2) Bagi sebagian besar warga Indonesia, atraksi Debus bukanlah sesuatu yang aneh. Tapi apa jadinya bila atraksi tersebut dimainkan di Lebanon dan disaksikan pula oleh tentara PBB dari berbagai negara? Tentu saja ceritanya akan sangat berbeda.

Penampilan perdana atraksi tradisional Banten di wilayah misi PBB Lebanon Selatan (UNIFIL) ini merupakan salah satu dari beberapa atraksi dalam demo keterampilan yang ditampilkan oleh para prajurit Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B dalam rangka Konferensi bulanan Bintara Kontingen (Regimental Sergeant Major Conference) yang kali ini berlokasi di Markas Indobatt UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr. Atraksi lainya ialah Kata Karate “Emphie” Beregu, Kata Karate “Teki Shodan” dengan variasi permainan Double sticks, sulap dan Olah tenaga dalam dari aliran Silat “Kera Sakti”.

Applaus meriah selalu mewarnai setiap usainya suatu atraksi oleh prajurit-prajurit Garuda. Namun suasana mencekam sempat tercipta terutama pada saat Pratu Marsudi memainkan atraksi debusnya. Beberapa prajurit Belgia sempat bergidik dan bahkan memejamkan mata sewaktu menyaksikan atraksi tersebut. “It’s very scary!” sungguh mengerikan, demikian komentar 1st Warrant Officer (Pembantu Letnan Satu) Van Lishout dari Belgia. Tetapi tidak sedikit pula tentara PBB dari negara lain yang salut dan terheran-heran dengan “kesaktian” prajurit-prajurit Merah Putih ini. “Amazing!”, itulah pujian yang meluncur dari sebagian besar peserta konferensi yang hadir kepada Perwira Penerangan Kapten Chb Sandy M. Prakasa, S.IKom, yaitu dari kontingen Ghana, Italia, Prancis, Korea, Spanyol, Polandia, Turki dan India. 1st Sergeant (Sersan Satu) Grassano dari Italia sampai berulang kali mengucapkan “It’s a magic, I have never seen like this before!”.

Lalu sebagai atraksi penutup, Force Sergeant Major (FSM) UNIFIL Master Warrant Officer (MWO) Daniel Abu Yaw dari Ghana diberikan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam olah tenaga dalam silat “Kera Sakti”. Abu Yaw dipersilahkan memecahkan biji kemiri hanya dengan segulung koran. Walau sudah sekuat tenaga ia berusaha menghantam kemiri tersebut, tetap saja masih utuh. Namun apa yang terjadi saat Sertu Eko Priyono anggota XXIII-B yang melakukannya? Kemiri itu langsung hancur berkeping-keping! Sontak Abu Yaw dan para hadirin bertepuk tangan sambil menggeleng-gelengkan kepala tanda takjub.

Acara kemudian dilanjutkan dengan rapat dan diskusi yang dipimpin langsung oleh MWO Abu Yaw. Masalah yang mengemuka terutama terkait isu HIV/AIDS dan sexual abuse (kekerasan/kejahatan seksual). Abu Yaw menekankan agar setiap Bintara Kontingen bertanggung jawab terhadap sosialisasinya sehingga tidak ada satu pun anggota kontingen yang terkena masalah ini karena Markas PBB di New York telah menetapkan kebijakan *“zero tolerance” *dimana bagi prajurit yang bersangkutan akan langsung dipulangkan ke negaranya dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dansatgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos dalam amanatnya pada saat pembukaan konferensi berharap agar para Bintara Kontingen yang hadir dapat bahu membahu bekerja sama dalam menciptakan perdamaian di wilayah Lebanon Selatan sesuai mandat resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701. Konferensi ditutup dengan doa bersama oleh Komandan Seksi Markas Batalyon (Dansima) Konga XXIII-B Serka Andi Syarifudin dilanjutkan dengan acara makan siang bersama dengan hidangan khas Indonesia yang lagi-lagi mengundang pujian dari peserta konferensi karena dirasa sungguh nikmat dan lezat.

by Inez at 2 March 2008, 08:10

Paket lengkap banget nih tentara2 kita yang dikirim kesana, sagala bisa ya !, mulai dari nari, bela diri, debus, sampe masak memasak. Hebat! Salut…

by atrix at 2 March 2008, 08:21

Apa gak ada yang main “bola api” gitu, btw pantes aja bule2 itu pada serem lihatnya .. toh bayangin orang Indonesia koq pada nekad2 yah ?@#

by indra kristian at 5 March 2008, 08:26

i need more info about unifil because next week i’ll be in lebanon as east sector staf

by geblek at 14 March 2008, 21:09

waks sakti euy, tinggal satu yg blm di pamerin tentara indonesia, kebal sama nuklir :), coba klo sudah kebal sama nuklir dijamin negara tetangga pada keder sama indonesia

by Black_Claw at 16 March 2008, 10:49

Wah! Gile… Indonesia bawain debus siapa yang nggak keder?
Seandainya dibawakan saat jaman medieval saat peluru jarang dipakek dan bom paling cuman molotov pasti bakal lebih seru lagi. :D

by Ary at 18 March 2008, 15:15

Tolong agar anggota satgas KONGA XXIII-B/UNIFIL kembangkan lagi atraksinya biar makin heboh, dan jgn lupa masukan juga siapa fotografernya biar tambah semangat….tetap lima-lima….