Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Atraksi sulap Prajurit GARUDA XXIII-B menyihir warga Lebanon

27 October 2008, 07:14 , by Sandy M. PRAKASA

 

(Adshit Al Qusayr, 22/10) Bagi anda yang sering menonton acara entertainment, tentu atraksi sulap bukanlah sesuatu yang luar biasa. Tapi bagaimana bila atraksi tersebut dimainkan di tengah-tengah warga Lebanon Selatan yang notabene merupakan basis komunitas Syiah yang konservatif? Tentu saja ceritanya jadi lain.

Pertunjukkan atraksi sulap oleh para prajurit Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B di wilayah misi PBB Lebanon Selatan ini merupakan bagian dari beberapa atraksi yang ditampilkan mereka dalam rangka acara peresmian penggunaan Lapangan Sepakbola mini (mini soccer) yang merupakan sumbangan dari UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) senilai 40.000 USD.

Penampilan sulap kali ini bukanlah pertunjukkan perdana bagi mereka sebab para Prajurit Garuda ini pernah menampilkannya di berbagai event. Namun khusus di daerah Adshit Al Qusayr, inilah kesempatan pertama kali mereka dapat “mentas” dan menunjukkan kemampuannya. Apalagi dibanding 12 daerah “binaan” yang menjadi tanggung jawab Pasukan Garuda XXIII-B, daerah ini termasuk yang tergolong “tertinggal” sehingga adanya pertunjukkan ini tentu saja menyedot perhatian warga setempat untuk datang berbondong-bondong ke tempat acara. Selain atraksi sulap, atraksi lainnya ialah Olah tenaga dalam dari aliran Silat “Kera Sakti” dan Vokal Grup kolaborasi remaja Lebanon dengan para prajurit Garuda.

Namun sebelum pertunjukkan dimulai, terlebih dahulu diadakan rangkaian kegiatan seremonial sebagai acara pokok. Dimulai dari Sambutan oleh Dansatgas Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos, dilanjutkan sambutan dari Mayor Manzano Chief of G-9/ CIMIC (Civil Military Co-operation) Komando Sektor Timur UNIFIL yang berasal dari Spanyol dan terakhir sambutan dari Mayor (Kepala Wilayah) setempat yaitu Ahmad Suwaydan. Turut hadir pula Mrs. Ewa Turyk yang merupakan Staf Civil Affair dan Letkol Cara Cena, Chief of PIO (Public Information Officer) Komando Sektor Timur dan beberapa tokoh masyarakat seperti Jihad Hamoud, Mayor Markabe; Husein Hijazi, Mayor Al Qantarah dan Said Suwaydan, Moukhtar (Tokoh Agama) Adshit Al Qusayr. Acara pokok berakhir setelah dilakukan pengguntingan pita secara simbolis oleh Dansatgas, Mayor Manzano, Ahmad Suwaydan dan Ewa Turyk.

Tibalah kemudian pada acara tambahan yang dinanti-nantikan, yaitu pertunjukan berbagai atraksi oleh para Prajurit Garuda XXIII-B. Atraksi sulap diawali dengan trik membengkokkan sendok ala Deddy Corbuzier. Para hadirin terheran-heran menyaksikan bagaimana sebuah sendok yang sedemikian keras bisa dengan mudahnya bengkok begitu saja dan seketika dapat lurus atau normal kembali. Selanjutnya, atraksi yang paling menarik perhatian ialah atraksi menyulap kertas tisu yang terbakar menjadi uang kertas 1 USD atau atau sekitar 9.500 Rupiah.

Kontan, anak-anak yang menonton berebut untuk menjadi sukarelawan agar mendapatkan kesempatan memiliki uang dollar tersebut.

“Mumtaz…Mumtaz!” (hebat…hebat), itulah pujian yang meluncur dari sebagian besar penonton yang hadir sementara sebahagian lainnya berkomentar, “Jayyid Jiddan!” (bagus sekali!). Bahkan Letkol Cara Cena yang datang sebagai tamu undangan sebagai perwakilan dari Kontingen Spanyol sampai berulang kali mengangkat bahunya kepala seraya berujar, “It’s amazing! How could that be?”(Mengagumkan! Kok bisa ya?). Ia berkomentar demikian saat prajurit Indonesia yang telah di-ikat tangan dan kakinya kuat-kuat oleh dirinya ternyata hanya dalam waktu sekian detik, prajurit tersebut dapat lolos dari ikatan dan kemudian melambaikan tangan ke arahnya. Para penonton sontak tertawa riuh melihat Letkol Cara Cena yang kebingungan.

Atraksi selanjutnya, seorang Prajurit Garuda dengan mata tertutup dan kepala yang ditutup kain hitam kemudian menusuk balon yang dipegang oleh seorang remaja Lebanon dengan memakai pedang.

Setelah berhasil menusuk balon, si Pesulap melanjutkan aksinya dengan memotong wortel yang sedang digigit prajurit Garuda lainnya. Hasilnya pun sukses. Dan seperti atraksi-atraksi sebelumnya, atraksi ini juga mendapatkan applaus yang meriah dari penonton. Untuk lebih meramaikan suasana, selanjutnya tokoh masyarakat juga diberikan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam olah tenaga dalam silat “Kera Sakti”. Mereka diminta memeriksa apakah biji kemiri yang akan digunakan untuk atraksi asli atau tidak. Setelah itu, hanya dengan segulung kertas koran, Biji Kemiri itu pun dipukul oleh seorang Prajurit Garuda dan langsung hancur berkeping-keping! Tanpa dikomando, para hadirin kembali bertepuk tangan sambil menggeleng-gelengkan kepala tanda takjub.

Pertunjukkan ditutup dengan tampilnya Vokal Grup Kolaborasi antara remaja-remaja Lebanon dengan para Prajurit Garuda XXIII B. Mereka menyanyikan 3 buah lagu berbahasa Arab, Inggris dan Indonesia bertema perdamaian secara berturut-turut diiringi dengan petikan gitar nan syahdu. Tak pelak lagi, penampilan ini mampu mempesona para penonton yang menyaksikannya. Tepuk tangan meriah pun kembali membahana dari seluruh penjuru seusai penampilan kolaborasi yang apik ini.

Sebagai pamungkas acara hari itu, diadakan pertandingan sepakbola persahabatan antara warga setempat dengan gabungan antara para prajurit Indonesia dengan prajurit Spanyol, sekaligus menandai secara resmi penggunaan lapangan sepakbola tersebut. Selama berlangsungnya acara, baik sewaktu acara pokok maupun tambahan berupa atraksi-atraksi, banyak komentar bernada pujian yang dilontarkan kepada Kontingen Garuda XXIII-B khususnya dari Pejabat UNIFIL dan perwakilan kontingen lain yang hadir.

Mereka menyatakan bahwa Kontingen Indonesia tidak pernah kekurangan materi dan sarat akan kesenian serta keterampilan untuk ditampilkan setiap saat di depan khalayak. “You are very professional”, pungkas Mayor Manzano saat diminta komentarnya. Masih menurutnya, Pasukan Indonesia adalah pasukan serba bisa, ahli dalam berbagai bidang baik militer, olah raga, dan seni. Bahkan tegasnya, hubungan dengan masyarakat sekitarnya sangat baik dan membaur sehingga tugas pokok sebagai Pasukan Perdamaian PBB sesuai mandat resolusi DK PBB 1701 dapat dilaksanakan dengan baik.

Catatan: Beberapa foto-foto lainya bisa ditengok di halaman ini

Sandy M. PRAKASA Graduated from Military Academy in 1997, then exposed to various deployments within the country and had attended several overseas military courses, Capt. Chb. Sandy M. Prakasa also enjoys traveling and photography. Currently acting as the Public Information Officer of the Indonesian...

Detail Profile »

5  Comments

by Luigi Pralangga at 27 October 2008, 07:20

Memang multi-talented!.. memang sisi skills yang satu ini (Baca:Sulap) menjadikan ice-breaker antara host populations dengan peacekeeping troops di lapangan..

Kira-kira adakah yang berbagi resep masakan Indonesia kepada ibu-ibu Lebanon itu? (Biar segera dipungut menjadi menantu sekalian) :D

by Mira Marsellia at 27 October 2008, 15:22

Keren! saya suka sekali membaca dan mengikuti blog ini, dan turut bangga pada peacekeeping troops kita disana

by Erfan Ahmad at 27 October 2008, 17:56

salutttttttt deh and luar biasa kalau TNI bisa menampilkan acara seperti itu dlm misinya,secara psycologie kedekatan dan emosional hati akan lebih dekat dalam menjalankan misi perdamaian ini.sekaligus promosi budaya. sukses deh. salam

by Hilman Agung at 27 October 2008, 23:01

Hebat …salut..salut buat kontingen garuda kita di Lebanon…:).
Saya percaya ini bukan performance yang pertama dan terakhir!

by joko suprianto at 4 December 2008, 10:10

wah keren sekali.. seandainya saja semua elemen bangsa mampu se profesional kontinegn ini maka negeri ini akan menjadi adi daya baru yang damai dan sejahtera..
bravo indonesiakuuu

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Kapt Bagus Djatmiko Bagus Jatmiko Born in the city of Madiun, East Java on 20th July 1979, Capt Bagus Jatmiko, SH, joined the Indonesian Navy in 2001. After being deployed in various missions in Indonesia, he is currently serving as French Interpreter Officer in the...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago