Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Babak baru di South Kivu Brigade

24 April 2008, 03:55 , by Sigit SAKSONO

 

Tanggal 23 Oktober 2007 lalu, merupakan babak baru dalam penugasan saya sebagai Milobs. Setelah cuti selama 3 minggu di Indonesia , saya mendapat posting order baru sebagai Military Coordinator & Inspector pada COE Team di South Kivu Brigade. Memang dari awal saya sudah punya cita-cita kalo di beri kesempatan saya pengen bergabung sebagai staff officers di misi ini, karena selama 4 bulan saya sudah menjalani misi ini sebagai Milobs (Military Observer)dengan segala suka dan dukanya. Suasana lain dan mekanisme kerja yang baru yang saya harapkan dari penugasan yang baru ini, sebuah pengalaman di dunia internasional yang selama ini saya inginkan.

COE _ Team ini adalah sebuah Team/Section yang ada di setiap misi PBB dimana ada pengerahan pasukan dari negara penyumbang pasukan (Troops Contributing Countries) yang berpartisipasi di dalamnya. Dalam Misi MONUC ini terdapat 5 COE Team yang tersebar di seluruh _Democratic Republic of Congo dengan Main Office di Kinshasa.

Tugas yang dijalankan oleh COE Team ini adalah sebagai Team pemeriksa Pasukan/contingent yang ada di AOR (Area of Responsibility)-nya. Pemeriksaan meliputi semua peralatan, senjata dan barang barang militer yang dibawa dari negara pengirim pasukan. Pelaksanaan pemeiksaan dilaksanakan secara rutin tiap 3 bulan sekali dan kadang dilaksanakan pemeriksaan yang mendadak untuk melihat pemeliharaan peralatan dan kelaikan dari peralatan yang ada. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menentukan “Reimbursements” atau uang sewa yang harus dibayar oleh PBB kepada Negara yang mengirimkan pasukannya dalam suatu misi PBB.

Negara yang mengirimkan pasukannya ke misi ini akan berusaha untuk mendapatkan reimbursement sepenuhnya dengan berbagi cara karena nanti negara itu akan mendapat uang sewa yang besar dari PBB. Disatu sisi COE Inspector berusaha untuk menyakinkan PBB kalau memang Negara itu layak mendapat reimbursement dari peralatannya atau tidak. Sisi yang selalu bertentangan kepentingan. Sebuah bidang pekerjaan yang menarik bagi saya pribadi karena ini adalah pertama kalinya saya menggeluti bidang ini. Kalau di Indonesia mungkin seperti Badan Pemeriksa.

Menjadi bagian dari COE Team tentu saja sangat menarik karena kalau kita memperkenalkan diri sebagai Military COE kepada contingent atau pasukan yang ada, pasti mereka akan berusaha sangat ramah terhadap kita. Ini mungkin tipical manusia di dunia ini yang kalo berhadapan dengan orang yang sangat dibutuhkan olehnya pasti dia akan berusaha sebaik mungkin…he he he he.

Tapi terlepas dari itu semua , banyak orang yang saya kenal sehingga kita tidak kesulitan dalam berkawan dan menjalankan tugas dalam misi ini. Seminggu pertama waktu saya habiskan untuk membaca COE Manual (Buku Petunjuk Pelaksanaan Tugas sebagai COE Inspector). Dilanjutkan dengan pembuatan worksheet di computer (untunglah di Indonesia saya sering berhadapan dengan masalah penerimaan personel yang slalu berhubungan dengan computer dalam mengolah datanya sehingga tidak kaget dengan tugas ini) so far tidak ada kesulitan dalam menjalani tugas sebagai COE Inspector dan yang paling saya sukai karena kesibukan ini membuat waktu berlalu dengan cepat di dalam misi ini.

Pelaksanaan pemeriksaan periodic yang pertama bagi saya pada bulan desember 2007 dimana kami harus memeriksa sekitar 15 Contingent yang tersebar di wilayah kami. Ada Contingent yang bisa kami periksa dalam satu hari dai Bukavu dan sorenya kembali. Tapi memang cape karena jalan di DR Congo ini tidak ada yang bagus (Gak kaya jalan tol Cipularang). Ada pula yang harus terbang dengan pesawat Antonov Rusia karena jaraknya yang jauh dan kami harus menginap disana selama beberapa hari. Dan di tambah lagi kalo tempatnya terpencil di atas gunung maka kami harus naik Helikopter Rusia yang dalamnya persis bus Damri yang ada di Jakarta. Kalau sedang meriksa seperti ini waktu berjalan dengan cepat meski badan juga cape. Sudah puas deh kayanya kalo disuruh naik heli…

Pemeriksaan pertama kami laksanakan pada Batalyon Pakistan, diawali dengan sambutan komandan batalyonnya sampai dengan ramah tamah dengan coffee morning dan light snack _ kalau ditolak, mereka akan bilang kita tidak menghormati tradisinya, Iya deh akhirnya selesai juga acara makan snack ini dan dilanjutkan dengan pemeriksaan yang sebenarnya, kebetulan karena saya militer maka yang saya periksa lebih banyak alat alat militernya seperti senjata dan APC _(Armored Personnel Carrier) sedang anggota team lainya memeriksa kendaraan sipil seperti jeep dan truck yang di gunakan oleh contingent. Kadang di tengah pemeriksaan mereka menawarkan light snack dan juice, wah repot deh akhirnya saya menolak tewaran tersebut karena kerjaan gak akan selesai selesai kalo banyak snack dan minumnya… Gak terasa kalau pada waktu pemeriksaan waktu berjalan dengan cepat dan tahu tahu sudah sore. Seperti biasa kalau sore kami memasukkan data lapangan ke dalam data computer jadi lumayan kerja extra sampe malam.

Pemeriksaan selanjutnya di kontingen China, rasanya lucu aja waktu datang pertama, mereka membuat pagar betis di halaman seperti menyambut pejabat penting dari mana gitu…., begitu masuk ke pagar betis ini mereka langsung tepuk tangan, wah bener bener menbuat saya jengah. Kaya pahlawan kesiangan yang disambut…, tapi kembali ke argument mereka kalo itu tradisi mereka, jadi ya di terima aja, toh gak ada ruginya. Seperti biasa awalnya dengan acara protokoler yang makan waktu dan di lanjutkan dengan pemeriksaan di lapangan, ada peristiwa yang lucu waktu saya memeriksa sebuah alat yang selama 3 tahun dinyatakan berfungsi dan kali ini saya nyatakan tidak berfungsi sesuai dengan pengkatagorian alat yang ada, dengan segala cara perwira dari cina ini minta untuk diluluskan alatnya karena dia ketakutan setengah mati kalo sampai alat itu dinyatakan gak lulus, dia akan dimarahi atasannya di China kalo dia balik nanti. Saya Cuma bisa bilang kalo saya hanya menjalankan tugas saya disini sesuai ketentuan yang ada. Dan akhirnya pada VR(Verification Report) alat itu dinyatakan NOT serviceable since my inspection. Sorry for that…

Pemeriksaan di kontingen Bolivia lebih lain lagi, setelah selesai pemeriksaan yang berjalan selama dua hari. Malam berikutnya mereka mengundang acara makan malam dan dancing party. Tambah pengalaman dalam menghadapi masalah pemeriksaan dan tambah harus hati-hati dalam memeriksa pasukan . Tapi semuanya kembali pada usaha untuk berusaha lebih baik pada pemeriksaan berikutnya dan harus lebih jeli di lapangan. Selalu dalam diri ini ditanamkan untuk berbuat yang terbaik karena akan membawa dampak pada nama baik Negara.

Sigit SAKSONO Originating from the Infantry, Sigit Saksono has been exposed to various assignments. Attended several overseas military in India, Australia, and Singapore. Presently serving at MONUC – the United Nations Peacekeeping in Dem. Republic of Congo as COE Inspector. Sigit will...

Detail Profile »

3  Comments

by Luigi Pralangga at 24 April 2008, 04:02

Mas Sigit,

Gimana udh bisa dansa gaya apa saja? boleh dong foto2 dan artikel saat senggangnya – di MONUC kalau acara bebas biasanya jalan kemana? kali aja kedepan saya manuver ke sana.. salam buat kawan2 di batalion Indonesia yah.

Nuhun!

by cempluk at 27 April 2008, 00:56

jujur itu indah kok…gak perlu ditutupi kekurangan kontingen dari cina merupakan langkah maju utk sukses dalam karier..

by Imeza Saraswaty at 30 April 2008, 12:31

Wah, wah, wah… repot juga ya kerjanya mas. Salut untuk bisa tetap ´lurus´ dalam menjalankan tugas, nggak mudah kan untuk bisa seperti itu. Keep on spirit and congratulation on starting counting the days to repatriate :)

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

550 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 5 hours ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 7 hours ago

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 2 days ago

Indobatt Smart Car: Children's favourite way to learn and have fun
It has been ultimate commitment for Indobatt to always assisting the community to benefit the most from the existence of UNIFIL in the Area Of Responsibility (AOR). One of the... »
Ro'is Nahrudin , 2 days ago

Kinshasa, Aku Datang!
Sang pramugari berusaha menenangkan dan membawa barang mereka ke bagasi lain yang masih kosong. Namun sang istri ngotot ingin barang – barang itu tak jauh – jauh dari mereka. Lelaki kulit putih yang kulihat di ruang tunggu duduk di sampingku. Akhirnya setelah hampir satu jam mengatur para penumpang beserta barang bawaannya, pesawat pun lepas landas. Jangan berharap bisa tidur selama perjalanan. Aroma tak jelas sudah bukan masalah besar lagi. Perjalanan dari Bangkok menuju Nairobi membuat hidungku terbiasa dengan bau khas ini. Suara penumpang tak ada hentinya. Suami istri yang tadinya meributkan bagasi yang penuh kini tengah berdebat, entah memperdebatkan apa. Sang suami sibuk dengan kalkulator super gedenya sementara sang istri tak ada hentinya menjerit, meneriakkan instruksi kepada sang suami.
Nurul Fitri Lubis , 3 days ago

 

Recent Comments

Victor George commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Dobuol Sudan Nyuon commented on Malakal family
a few seconds ago


Arny commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Surya commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


jarwadi commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com