Banyak teori tetang bahasa; teori yang akademik, teori yang aplikatif, teori yang Unexploded (seperti UXO) semuanya mengaku menjadi linguists dalam memberikan teorinya. Saya berpikir kenapa banyak teori tentang bahasa; saya temukan jawabannya karena setiap makhluk hidup tenyata punya bahasa. Bagi orang Islam dalam Al-Quran disebutkan dalam banyak surah bahwa setiap makhluk hidup saling berkomunikasi satu sama lain yang bahkan bukan sejenis mereka. Sebagai contoh semut yang berkomunikasi dengan burung, Nabi Sulaeman berkomunikasi dengan semut, pohon yang berdoa kepada Alloh, dsb. Dari beberapa gambaran tersebut saya akhirnya memutuskan untuk mencari teori tentang bahasa peacekeepers.
Tiba saatnya pencarian saya itu diuji dilaboratorium “Real Theatre” ketika bergabung dengan Kontingen Garuda Indobatt XXIII-D di Lebanon Selatan sebagai LO Indobatt di Sector East HQ di POSN 7-2. Hari Minggu sore, 29 November 2009 adalah hari pertama saya masuk Corimec, (sebutan UN untuk tempat tinggal kami yang berukuran 2.5 X 5 Meter yang buat saya tidak lebih dari sebuah kontainer barang yang bersekat), saya bertemu dengan seseorang yang tiba-tiba saja mengetuk pintu dan masuk ke rumah kontainer Corimec saya.
Saya langsung berucap; “Hai, Assalamualaikum, how are you?”
Tamu yang tidak saya undang itu menjawab; “wa’alaikumussalam, @#%&^**(&^ muslim?”.
Saya bilang; “na’am, ana muslim from Indonesii”.
Bapak yang ternyata orang Lebanon itu menyahut: ”Hamdalah-hamdalah, #%^*)(**^&%$#%^^&dll (dalam bahasa arab)”.
Saya jawab; “???????????…sukron-sukron…ana no speak Arabic only little (sambil saya tunjukkan gesture kelingking saya tunjuk di ujung jari saya)……..(saya tiba-tiba ingat Mayor Munir Interpreter Arab yang sempat pesen gimana cara tanya nama)……Masmuka?”
Bapak itu menjawab: “Muhammad Izbits..Muhammad..mm..”
Saya girang langsung menimpali: “Ah,…Ismi Ro’is from Indobatt (saya tunjukkan tulisan Indobatt di baju PDL saya)”.
Muhammad bilang: “Oh, ana #%^&*()%$#*….arba’a..……@#%^&*()%$#@*… (sambil menunjukkan gesture menyopir) ….Indobatt” (kira-kira saya pahami bapak itu pernah pergi ke Indobatt di POSN 7-1 empat kali).
Saya balas: “Wow …arba’a to Indobatt?…. nice…nice good”.
Selanjutnya saya tanyakan; “What is your job? (dia bingung, saya pun bingung menggunakan bahasa isyarat apa ini job???? Saya lupa ada yang kena rupanya)
Akhirnya bapak Muhammad itu bilang:” #%^&*()%$#*….drive….commander”.
Saya girang menjawab: “Ha, you are the driver of the Commander”…..akhirnya “percakapan” kami pun berlanjut dengan dengan bahasa yang nggak keruan secara linguistik, tapi saya tahu dia baru punya satu anak namanya Ali, umurnya 6 Tahun, sekarang masih sekolah, Ali bisa berbahasa Inggris dengan baik, dia dikursuskan ke sebuah sekolah bahasa dengan biaya US$3000 per tahun, Muhammad ingin anaknya masuk sebagai tentara di Lebanon Armed Forces (LAF) menjadi Kolonel di masa mendatang….dsb…. Bagaimana bisa????
Kami berdua menerapkan rasa saling percaya bahwa kami adalah kawan, kami ingin tahu satu sama lain, kami ingin diterima ditempat masing-masing, kami ingin saling menghormati, kami ingin saling menjaga, kami ingin kedamaian… keinginan yang baik itulah modal mengapa kami dapat “berbicara banyak” setelah itu. Rasa percaya diri yang baik, niat baik, sikap baik, gesture yang proporsional, dan senyum ramah adalah bahasa universal yang seharusnya dimiliki oleh semua peacekeepers dari manapun dia.
Salam bahasa peacekeepers…

wah kursus bhs inggris dng biaya sebesar US$3000 ? wah mahal sekali :(
Ini Pa Muhammad yang ditengah dengan senyum sambil merem itu ya? – Kebayang aja denegrin dia ngomong sambil berpikir keras: “In orang barusan ngomong apa ya?”
Sabar-sabarlah juragan.. nggak semua peacekeepers itu fasih dan jelas percakapan bahasa inggrisnya.. masih meding disana deh ketimbang yang kita hadapi di Liberia, ini dia contohnya —-> http://www.pralangga.blogspot.com/2006/04/kenai-tok-to-mista-titimu-what.html
Ya iyalah..Bang Rois….khan informasinya demikian “SALAH-PAHAM”….salah-salah tapi kita paham-paham….he..he…
Salam kenal Pak, Saya yudha. Mahasiswa S2 di Jepang. Salahsatu fokus studi saya adaalah Peacebuilding. Namun jarang sekali kita membicarakan kiprah Rekan2 indonesia di Kancah perdamaian.. sering kali membicarakan kiprah G8..karena memang refensi akademiknya sangat minim sekali.. bila saja terdapat laporan perkembangan yang dapat diakses secara bebas via internet, mungkin kita akan lebih berkesempatan mengeksposenya di kampus saya.
Membaca artikel disini, memberikan sudut pandang lain bahwa medan peacebuilding tetap ada sisi manusiawi, humor, dan tentunya keindonesiannya…
Selamat berkarya, semoga saya dapat memiliki pengalaman seperti Bapak dan ibu sekalian..
Viva Indonesia!
Wah Ana no speak Arabic too Mas..
Boso Inggris wae ora iso, opo maneh Boso Arab he he he….
Asyik ceritanya…ditunggu kisah2 lainnya ya :)
Salam semangat selalu dari Bocahbancar
Bang Ro’is…
Itulah keunikan tugas di Lebanon… Menguasai Bhs Inggris belum memberi jaminan bhw permasalahan komunikasi menjadi tuntas. Begitu juga halnya dgn bahasa Arab karena ternyata semua negara yg berada di sana membawa ciri khas bahasa negaranya masing2.
So menurut saya, utk penugasan ke Lebanon ini justru perlu dibekali atau di-tes ttg kemampuan “PSIKOLOGI BAHASA” oleh PUSBAHASA, tempat Bang Ro’is bekerja, termasuk bagaimana memahami gesture dsb sebagai “kunci” utk berkomunikasi. Jangan semata2 ALCPT atau ADFELPS yg tnyta krg berperan dlm medan penugasan di Lebanon.
Fyi, Lebanon cukup lama berada di bawah kekuasaan Prancis/ Belgia shg kaum cendikia dewasa lbh byk yg menguasai bahasa PRANCIS, hanya sebagian kecil anak2/ remaja yg menguasai bahasa Inggris. Sementara di sisi lain, mayoritas pasukan PBB di sana berasal dari ITALI, SPANYOL, PRANCIS, INDIA, AFRIKA (Ghana) yg notabene pd saat berbicara dgn mereka, jd aneh kedengarannya di telinga.
Kayanya di Lebanon ga ada tuh yg namanya American English apalagi British English. Yang ada, MISUNDERSTANDING ENGLISH…alias MIS-MIS sedikit ga apa2-lah, yg penting UNDERSTANDING! hahaha…
Salam Perdamaian!
Sukses utk TNI dan Indonesia
wew… pengalaman menarik memang, paK.
Ijin, satu saat ngelink buat postingan sejenis.
Salam kenal dan saling mendoakan mudah2an diberi kelancaran n keselamatan ‘perjalanan’ & tugas amanah kita semua membawa manfaat – pembelajaran bagi lingkungan.