Bukan,.. bukan, judul artikel ini bukanlah nama perusahaan di Liberia, kok. Ceritanya diawali saat pagi itu, si kampret ini sibuk mencari sisa permen karet yang ada dilaci meja kerja. Menarik laci pertama, menggeser tetek-bengek yang berserakan di laci tersebut tidak nampak bungkus dan helai permen karet itu. Dicari di laci kedua pun nihil, dilirik waktu pada jam tangan ini menunjukkan pukul 9.30 pagi sudah dan jadwal training dan diskusi akan dimulai dalam 15 menit. Mengapa si kampret ini lantas bingung begitu ya?.
Apa pasal yang menyebabkan tidak ditemukannya si permen karet sisa kemaren itu membuatnya kemudian menjadi pusing begitu?. Hehehehe.. ini tidak lain dan tidak bukan karena saat dia bergegas menuju ke kantor ada satu ritual yang terlewat, yaitu berkumur selepas sikat gigi pagi. Hawa nafas pagi nan bau mulut sejuta-rupa itu nampaknya masih kentara benar, dan sudah pasti akan memalukan sekali kalau saja ada hidung orang lain yang tersengat olehnya. Langsung terbayang seperti apa rawut wajah yang terkejut lalu kemudian merengut si empunya hidung itu. Maka itulah ia sibuk mencari: “Dimana permen karet sompret itu ngumpet!!@^$#^@%!!”
Ayolah, akui saja kalau setiap orang, saat bangun tidur sudah pasti saat dia menguap dan mengejan, hawa nafas itu cukup ampuh untuk membuat layu kering setangkai bunga mawar segar sekalipun bila ditiupkan kepadanya. Coba deh!.
Bicara soal aroma dan perihal per-bau-an ini, memang tidak ada habis ujung pangkalnya. Dari hasil pengamatan dan pengalaman selama bertugas pada misi pemulihan perdamaian PBB di Liberia ini, yang notabene kawan sejawat dalam satu kantor dan mereka yang ditemui dalam pergaulan di mission, beragam sudah aroma yang semilir melintas pada hidung, hingga ia terekam jelas dibenak ini, bahwa si anu dari negara anu itu saat dia berbicara kepada si kampret ini, rasanya kok seberti duduk dan bercengkerama disebelah wese umum super-jorok begitu bau nafasnya… atau si mbakyu anu yang asli dari Italy itu, meski dia cantik, entah mengapa si kampret ini, meski berupaya untuk memunculkan rawut wajah yang biasa, nampak mesti harus mengkerutkan sedikit roman muka, karena hembusan nafasnya mirip sepotong keju yang sangit wanginya persis bau kentut. Sumpah!.
Bener, khan.. akhirnya pukul10 pagi, setelah pembukaan sesi training usai, kini tibalah sesi diskusi kelompok, dimana para peserta training dibagi-bagi menjadi kelompok kecil duduk melingkar dan berjarak dekat sekali sembari merancang corat-coret bersama diatas meja. Agar terhindar dari rasa malu (kalau si kampret ini bau mulut), maka ia berbicara agak perlahan dan bersuara rendah, sambil sesekali menempatkan tangan didepan hidung, persis seperti seorang professor yang sedang berpikir keras. Padahal sih menghalangi hembusan ‘bau cubluk’ (Bau Wese Umum) agar tidak menyapa dan terdeteksi orang lain.
Namun apa mau di kata, karena si kampret ini didaulat menjadi juru bicara si kelompok tadi, semua perhatian anggota diskusi tertuju padanya, dan semakin banyak pasang mata yang ikut berkerut dan memiringkan kepalanya, karena suara si kampret ini terlalu pelan dan tidak jelas karena tertutup tangan tadi. Apalagi dengan ada rekan diskusi yang kemudian nyeletuk berkata: “Would you please speak louder, I can hardly understand what you are saying..” – dalam hati berbicara padanya: “Hey, sompret, andai saja pagi tadi tidak lupa berkumur, saya pasti akan berbicara dekat sekali denganmu macam model iklan obat kumur itu!”.
Nggak lucu khan saat mengetahui si kawan itu tampangnya berubah menjadi seperti ini:
Dalam kesempatan lain, si kampret ini punya banyak sekali pengalaman yang tidak lepas dari urusan per-bau-an itu. Satu hal yang si kampret ini sadari bahwa tidak semua orang sadar kalau dia/dirinya itu: “Bau Mulut” dan sikat gigi 2 kali sehari saja tidak cukup. Berdasarkan pengalaman, ada beberapa rekan yang harus diakui kalau si kampret ini punya masalah serius dengan hawa nafas mereka, mari kita paparkan satu persatu;
Melanie Thoyle D’seborr, sebut sajalah begitu namanya. Mbakyu rekan sekantor ini, aslinya dari satu negara kecil di kaki gunung himalaya. Baik bener sih, santun orangnya dan bila ada perihal yang tidak dimengerti olehnya dalam urusan teknis pekerjaan, sering bertanya pada si kampret dan tidak akan dibiarkan dirinya pergi bila pertanyaannya belum terjawab. Ia rajin sekali nyerocos tanpa cape, bersuara lantang dan hobby sekali berbicara amat dekat. Sebenernya berbicara dekat sih tidak apa-apa, hanya problem itu timbul saat si Mbak Thoyle D’seborr doyan sekali memuncratkan gemercik ludahnya saat berbicara, mungkin perpaduan antara semangat berargumen, suara lantang dan diskusi jarak dekat itulah yang sering membuat si kampret ini agak mengernyitkan wajah karena tersimbah ‘hujan lokal’ itu. Ampun deh!.
Bicara anak buah atau para staff junior yang sering datang pada si kampret, baik untuk diskusi atau saat urusan pekerjaan lainnya dimana kita mesti duduk bersama bersebelahan, sebut saja si Mas-mas asli Tanzania ini dipanggil namanya: Patrick Ucinguering. Membawahi 3 staff, dimana 2 orang diantaranya adalah staff nasional setempat dan satu lagi adalah si Mas Ucingeuring ini. Entah apa sih yang dimakan sehari-hari olehnya, yang jelas saat si kampret ini berada dalam jarak dekat oelhnya, terasa benar lantang itu aroma persis macam cucian yang sudah direndam seminggu lamanya. Kacau deh!. Apalagi saat pasokan listrik genset di kantor mendadak padam dan biasanya sekitar 30-45 menit lamanya kantor dalam kegelapan, membuka jendela adalah solusi untuk menerangi ruangan, namun saat udara dari AC/Penyejuk ruangan ini mampus, ya mulailah kita semua keringetan dan si Mamang Ucingeuring ini mulai deh menyapa dengan bau badan bak cucian apek itu terasa nyaring, men!.
Bau-bau aneh lainya itu tidak hanya didominasi oleh mereka yang berkulit gelap saja, para ekspat bule pun bukan pengecualian. Sebut saja dia, Dmitri Khakushindromanov, anak dari Russia, meski dia tidak bau kelek sedikitpun, cuman ampun deh kalau ngomong sama dia itu persis seperti hidung ini ditempelin sepotong ikan asin tengik, yang kalau ngobrol kelamaan dengannya bisa membuat pusing nyut-nyutan kepala ini jadinya. Mungkin itu pengaruh dari minuman keras yang menjadi idola-nya, karena memang biasanya orang dari Russia ini gemar sekali minum vodka dengan ditemani sepotong acar ketimun atau panganan bercuka tinggi. Edun pisan, lah!.
Si kampret ini memang berusaha agar tidak menyinggung perasaan rekan-nya, dan nggak mungkinlah dia dengan tiba-tiba berkata: “Huah!, mulutmu bau banget!” atau sebagainya. Paling dia hanya sedikit terkejut, menahan nafas dan mengatur jarak yang aman, sembari sering menengok ke kanan keiri jika masih harus berbicara lebih lama lagi dengan mereka.

Berbicara dalam hati: Saya tutup hidung saja, deh!

Si Mbakyu berkata dalam hati: Bau kelek aman sih si Mas-mas ini!!#$%^
Itulah suka-dukanya berada dalam lingkungan bekerja multi-ras, yang kolega pada meja di sebelah kanan-kirinya bisa saja wangi badan-nya hampir setara kambing gunung atau saat dia berbicara dengan kita, lantangnya persis seperti seorang juru kampanye dengan menggunakan megaphone sambil iler-nya ikut muncrat dan banyak lagi kisah sontoloyo lain-nya.
Bagaimana dengan rekan-rekan disana?. Silahkan cerita ya dan bagaimana tips-nya dalam menghalau mahluk dengan aroma kakus itu?. :D
Harus diakui bahwa si kampret ini juga, tanpa disadari mungkin termasuk dalam golongan mahluk berbau aneh itu.. itulah sebabnya dia perlu sedia cukup permen karet dan obat kumur mini di dalam laci meja, jangan sampai saja ada orang yang semaput/pingsan dengan bau mulutnya :D



…BM alias bau jigonx emang jd satu hal yg sensitif dan bagi saya satu bagian penting dlm dunia yg berkaitan dengan komunikasi masa/publik, Kang..
pengalaman serupa sering pisan (aka. rutin tiap minggu malah) saya alami di tempat kerja saya sekarang, dan entah apa hidung saya yg kelewat sensitip mungkin, jadinya ‘alarm’ hidung saya langsung bisa deteksi org yg di depan or di sebelah saya yg lg bicara punya masalah dg bau jigonx…
pernah bbrp kali kali saking gak tahannya saya nahan2 mual pengen muntah saking tuh jigonx org di sebelah saya mabek sekali kayak bau cubluk dari jarian!! hueekkksss…
dan parahnya ini org duduknya sudah tetap di sebelah saya saat meeting management mingguan!!.amat sayang padahal dia ini seorang wanita pula dg jabatan cukup tinggi di kantor.
Saya jadi berpikir dg jabatannya dia tentunya gaji dia teramat cukup sekali buat sekedar periksa ke dokter gigi yg bonafid sekalipun, palagi skrg udah banyak salon khusus gigi or keren na mah “esthetic dentist”.
Pengalaman ketemu ama org2 yg punya masalah bau jigonx ini bukan di kntor yg sekarang saja, tapi di di tempat kerja sebelumnya pun sama… saya sampe hapal siapa2 aja yg bermasalah dg jigonx-nya, dan setelah saya amati nih org2 bermasalah dg jigonx-nya krn punya kesamaan sumber peyebab tak lain tak bukan, the one and the only mereka punya GIGI MATI, dan parahnya posisi nih gigi mati persis di jajaran gigi depan mereka, sehingga bila diamati lebih jauh penampilan gigi tsb emang tampak kusam, ada yg telihat berwarna gading kelam dan ada juga yg berwarna kehitaman plus kliatan ada bagian yg ‘ngadagleg’ nangkring entah apakah itu yg melapisi tuh gigi mati, dan sepertinya lapisan busuk inilah yg menjadi sumber mabeknya si jigonx tsb dan akan langsung terhembus keluar setiap ini org bicara….
nah gigi mati ini klo dibiarkan dan tdk ditangani oleh ahlinya akan terus membusuk dan memperparah konsentrasi & tingkat mabeknya si jigonx tadi…
Bagi yg sadar dirinnya punya masalah dg bau jigonx ini akan membuat yg bersangkutan jadi minder alias krisis pede seperti juga dialami oleh salah satu ibu pejabat di kntor saya tadi itu, dia cukup sering harus menghadiri meeting di luar dan akhirnya saat meeting dia suka memposisikan duduknya jauh dari org lain atau sebisa mungkin menyendiri menghindari berbicara dg org2 yg ada di meeting tsb….
Jadi, kayaknya bagi kita yang punya intensitas tinggi berinteraksi dg org lain harus tahan dan siap selalu dg serangan jigonx bau dr org2 yg jadi lawan bicara kita di mana pun…
dan buat jaga2 ada baiknya periksakan area rongga mulut kita secara rutin ke ahlinya, dan tangani secepatnya bila ada masalah dg si bau jigonx jgn biarkan parah…
***buat meningkatkan kesadaran orang akan bahaya jigonx bau ini sepertinya perlu jg dicanangkan secara resmi HBJB (Hari Bebas Jigonx Bau) sedunia yah !!!! ;))
peace….
BMI singkatannya ya Kang…
Hahaha…. memang tuh dalam kelas manajemen pernah dibahas, bahwasanya dalam kehidupan profesional ada hal-hal non teknis yang bisa mengganggu seperti misalnya BB, yang nggak enak atau pun yang sebetulnya wangi, tapi bau parfumnya nggak cocok ama kita dan adanya bikin pusing kepala, atau bau minyak rambut yang super ajaib. Saya pernah mengalami gangguan itu Kang, syukur dalam suatu kesempatan saya bisa sampaikan uneg-uneg itu dan masalah selesai. :)
Nama organisasi baru : IMO “International Mouth Odor” … wkwkwkwk
“lain ladang, lain belalang, lain pula yang dihadang” :-)
La kok ya tega2 nya nunjuk si Kampret jadi jubir kelompok.. of course he didn’t “loud and clear” tapi mestinya kampret tetep PD, bunga di taman kan penuh dengan keanekaragaman harum semerbak he3.. harus sedia stok permen karet yg banyak pret ya..
Kang Luigi, ini adalah yang dimaksud kompetensi kemampuan beradaptasi, termasuk beradaptasi dengan beraneka ragam bau mulut and bau kelek. Tetap semangat Kang Luigi!!
Hai Lui, seneng aja baca artikel kamu :)
Kayaknya seru ya kerja dengan lingkungan multi ras gitu, tapi kalo masalah bau mulut sih emang ngebetein banget ya aplg bau badan..wah wah..
Jadi kamu ikut golongan yang mana Lui? Hahaha..
Moga kamu jadi yg paling wangi diantara yang lain ya, wakakakakkk..
Okay, keep writing sweet article Lui..
Rgd,
Nay
Sent from Nay’s JaveĀ®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Manusia emang bau mulutnya. Ada yang bau busuk, karena giginya busuk atau lambungnya busuk, ada juga yang bau aduhai enaknya, seperti mulut bayi yang
baru lahir.
Bau mulut ini memang pernah bikin kami mabok di sini. Sumber kegalauan hati lahir dan batin staff seisi kantor kami ini adalah bau mulut direktur yang dulu, Romusha Kurapano-san. Supir pribadinya bilang malah baunya seperti bau bangkai ! Ajegile….
Nah, suatu hari temen si kampret ini tugas ke luar indehoy bareng pak direktur.
Si bapak yang – menurut pengakuannya kagak bisa cuci rambut sendiri tapi pelit sehingga hanya bersedia merogoh kocek buat ke salon 2 kali sebulan itu- ngomel gak karuan di dalam mobil. Karena duduk indehoy berduaan di jok belakang, maka semua bau pun pertama-tama ditembakkan ke temen si kampret ini. Bau rambut apek kronis, bau tembakau apek dari tubuh dan jasnya serta bau mulut mirip kumpulan tikus mati yang sudah membusuk.
Wuaddoooowwww!, Pengalaman itu bener-bener tak terlupakan, bahkan hingga hari ini.
Pak supir pun bilang,….‘Bu, saya sampai pusing banget bu… denger dia teriak-teriak di dalam mobil..tapi yang lebih pusing lagi bau mulutnya itu, bu….’ —->wuaaah bau bangke !.
Nah, kami, termasuk sekretarisnya yang pernah muntah-muntah karena bau mulut lelaki dambaan hatinya ini penasaran kok dia bau amat sih? Perkara bau rambut sudah pastilah,… karena beliau ini mengucapkannya sendiri walau tidak langsung ke masalah. Nah kalau mulut?
Ternyata si bapak bawel ini pengomel ini tidak menjaga kesehatan dan kebersihan. Selain jarang mandi, dia ini jarang minum air dan juga jarang makan. Kerjanya minum kopiiiiii terus. Kalau makan juga males..cuma sedikit
dan ogah-ogahan. Makan pagi gak pernah dan makan malem jarang kecuali nemenin tamu. Siang makannya sering terlambat dan paling cuma mi atau roti.
Hah, terbayang sudah di kepala kami, lambung dengan cairan hitam bak comberan ….
Selamat Berjuang di liberia, Salam dari Tanah Air Tercinta.
Sungguh Artikel yang menarik, walau aku belum bisa membedakan antara “ BAU MULUT DENGAN MULUT BAU”
Bung Luigi, mohon tanya, adakah tentara kita di Haiti…lalu apakah mereka aman saja. Maklum gempanya saat fajar….saat tidur berada diambang akhir mimpi.
Walau hatiku sepenuhnya terus berdoa semoga para pembawa nama bangsa kita aman saja disana.
Salam dari Saudara sebangsa. kau memang tentara yg pintar mempersentasikan segala suasana menjadi indah …seperti buang hajat ditengah belukar Afrika berbekal tongkat.
Sehat selalu ya.
FB : Lymersth@yahoo.com….kalau bung Luigi berkenan Add ya.
O.M.G!!!!!
Thought it only happens to me!! Hahahaha!!!
he-he kok sama ya masalahnya kang
Memang persoalan bau mulut itu sangat didominasi saudara2 kita dari belahan afrika sana.
dan tidak hanya bau mulut, bau badan juga deh. ampuuunnnn….
terlintas dalam pikiran saya, apakah mereka gak pernah menyadari keadaan mereka yg spt itu ya?
mdh2an saya juga gak spt itu sih. jangan sempet kejadian spt kang lui (si kampret) yg lupa kumur atau bahkan
nyemprotin si botol wangi….
heheheeee…
nice true story…ada2 aje ya … pa kabar kang? smoga slalu sehat dan trus berkarya for the world…peace n salam dri beijing yg kering dn bosanin….hehehe
Haaaaa 69x
he… He…, memang gw salut ama si KAMPRETZ buanyak buanget pengalaman n suka duka yg d alami…
Sangat komplit pengalamannya…, dan sangat details… =D
Mulai… Dari bangun tidur.., tidur lagi…, bangun lagi tidur lagi…. Bangunnnnnn., tidur lagiiiiiiiii…!
Sucsess ya my brother Luigi… selamat berkarya n beraktivitaz…
Tk care all d best, GBU all.
Great to see you soon..bro
Maaf lahir bathin slamat berpuasa..
Keep the peace..
Regards..
Hahahaha… lutuuuuuuuuuuuu :D y y y y y Ketemu yang harum,
Alhamdulillah… tapi yang bauw?
Ampun dweh! :D
Demua orang punya masalah sama urusan BM, walau sudah gosok gigi dan kumur, apalagi kalau harus diskusi jam 10 – 11…
Hmmm, siap-siap segala bola ukuran kecil sampai ukuran pas buat di emut di mulut, ya bola kecil yang dominan rasa menthol, membantu hidung orang lain tidak tersengat aliran dahsyat … hoh (bau mulut orang asli Jawa) xixixi …
Hahaha!!!, ternyata sama aja pengalaman di kantor belahan manapun di dunia …. ada temen kalau ngomong semriwing …
Ada yg aroma badannya emang begitu adanya setelah bertahun2 gaul (maksud saya ga ada usaha memperbaiki aroma bau badan seperti rajin luluran kek, mengurangi makanana yang merangsang bau badan kek, banyak minum air putih kek, menghindari baju yg tidak bersahabat dg keringat etc etc etc …
Tapi yaitu mereka kok PD aja yah?
Sementara saya berusaha untuk menjaga kenyaman bersama.
Kapan mudik Gan ? kabar2i dong pengen mbawa mbarepku ketemu Agan biar bisa tuker pikiran ama Omnya yg seneng melanglang buana.
Salam untuk keluarga.
Wassalam,
Rini Sumaryo
LUCU BANGET and SERU BANGET CERITANYA HA HA HA HA>
Bro ada lowongan ngak sih wkwkwkw . sepertinya boleh juga tuh gua kerja disana .
Your bro
Eduard Simorangkir
he..he..aya..aya..wae!! kang luigi..
Wah, berarti dari aroma itu bisa diketahui asal muasal orang tsb ya hehehe
Perbauan yang diperbincangkan itu sebenarnya efek dari perut naik ke mulut. Apa yang dimakan dari mulut lalu turun ke perut itu kadang2 balik lagi jadi berbagai aroma. So… jaga makan, bro hehehe… ;-)
LUCU BANGET and SERU BANGET CERITANYA HA HA HA HA!!!
Bro ada lowongan ngak sih wkwkwkw . sepertinya boleh juga tuh gua kerja disana .
Your bro
Eduard Simorangkir