Correspondent A. SETIAWAN
Total 4 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 380 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
Penyerahan Bantuan Presiden Dan Panglima TNI Kepada KONGA XXIII-A >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Angola memang sebuah negara di Afrika yang menarik untuk dicermati, dan bila perlu diteladani. Meski pun dilanda perang saudara yang baru selesai di tahun 2002, Angola selama 8 kali terakhir menjuarai Afrobasket, kompetisi bola basket di benua Afrika. Sebuah rekor yang mengagumkan. Sementara Afrobasket diadakan setiap dua tahun, dan hanya satu kali Angola gagal meraih medali emas selama sembilan kali pertandingan Afrobasket. Sungguh hampir tidak bisa dipercaya, sebuah negara yang dilanda perang tetapi bisa menjuarai kejuaraan bola basket Afrika yang berprestis tinggi.
Begitu juga di tahun 2006, secara fantastis Angola berhasil masuk dalam kompetisi sepakbola Piala Dunia. Meski pun hanya sampai di putaran pertama. Bahkan Nigeria pun sempat terpecundangkan karena tidak memperoleh tiket ke Piala Dunia. Jose Mourinho, manager Chelsea yang mempunyai istri berasal dari Angola, pun ikut membantu kesebelasan Angola dalam pertandingan Piala Dunia. Padahal, kesebelasan Angola belum pernah menjuarai AFC (African Football Championship). Dalam peringkat dunia pun, Angola masih menduduki di posisi sekitar 55.
Mungkin yang bisa memacu prestasi Angola, adalah semangat berjuang yang sangat tinggi. Tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga di bidang lainnya. Salah satu fenomena yang menarik di Angola adalah kemauan belajar yang relatif besar dari para pemudanya. Di malam hari, sekolah-sekolah dan universitas ramai dipenuhi pelajarnya yang mengikuti sekolah malam. Sekolah malam menjadi favorit di Luanda, karena di siang hari mereka bisa bekerja mencari nafkah kemudian melanjutkan studi-nya di malam hari.
Mereka sadar, bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci untuk memajukan sumber daya manusia untuk bisa berdiri sederajat dengan warga di negara-negara maju. Seperti yang dilakukan oleh Caecilia, tea girl di sebuah kantor yang mentereng di Luanda. Di tengah kesibukannya menyediakan minuman bagi karyawan kantor, dia selalu menyempatkan diri untuk membaca buku pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah. Dia lakukan itu di sela-sela waktu bekerjanya yang cukup padat. Sepulang dari kantor, Caecilia kembali mengisi waktu di malam hari dengan mengikuti sekolah malam untuk mendapatkan ijazah SMA-nya.
Sungguh suatu hidup yang penuh perjuangan bagi Caecilia, yang sudah memiliki seorang anak berumur empat tahun. Tetapi dia mempunyai cita-cita yang jelas untuk meniti kehidupannya di tahun-tahun mendatang. Dia akan menyelesaikan ijazah SMA-nya dua tahun lagi, kemudian akan melanjutkan untuk belajar hukum di universitas. Kalau ditanya tentang cita-cita dan harapannya, dia akan selalu menjawab dengan tegas, “Saya ingin menjadi lawyer!”.
Begitu juga dengan Carvalho, pemuda dinamis penyuka audio berkualitas tinggi yang bekerja sebagai teknisi IT. Di malam hari dia masih menyibukkan diri menyelesaikan pendidikannya di bidang komputer. Dia percaya, pendidikan yang baik akan mempermulus jenjang kariernya di bidang Teknologi Informasi. Tak kenal lelah, bekerja di siang hari, belajar di malam hari untuk menuju masa depan yang lebih cerah.
Tidak heran kiranya, dalam beberapa tahun lagi, rasanya Angola akan menjadi negara yang cukup disegani di kawasan Afrika atau bahkan di dunia internasional. Angola telah bangun dari tidur dan mimpi panjangnya, dan bersiap membangun mimpi-mimpi indah mereka. Rasanya penderitaan yang mereka rasakan sudah cukup dalam dan mereka tidak mau mengulanginya. Mungkin penderitaan itulah yang memupuk jiwa mereka sehingga tangguh dan tidak patah semangat menggapai cakrawala baru.
Pak Aris,
Saya melihat Angola sebagai raksasa regional yang baru saja bangun dari tidurnya.. dengan banyaknya penanaman modal asing dan geliat ekonomi yang sedang berlangsung, sepertinya adalah tantangan buat negara2 disekitarnya untuk sedeianya bebenah kalau tidak mau tertinggal.
Andai Liberia bisa segera pulih, kita mungkin tidaklah begitu merana bekerja disini… hehehehehe
Luar biasa semangatnya!! Memang betul dalam kondisi seperti di Anggola seprti yang mas bilang, tidak ada yang bisa membantu dirinya sendiri kecuali dengan selalu menjaga semangatnya sendiri untuk terus berusaha. Salut saya, bagaimana dengan Indonesia ya?
“Mereka sadar, bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci untuk memajukan sumber daya manusia untuk bisa berdiri sederajat dengan warga di negara-negara maju.”
***********************
Kapan ya negara kita benar2 memberikan perhatian sepenuhnya pada dunia pendidikan?
belajar harusnya emang gak boleh ada matinya sampai akhir hayat. Life long education belajar apapun. Sampai detik inipin aku masih penasaran tuk belajar bikin combro sama Trusti :D
« Ini Perdamaian Juga! Penyerahan Bantuan Presiden Dan Panglima TNI Kepada KONGA XXIII-A »