Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Berawal dari Warung Kopi

24 April 2009, 07:39 , by Dody Wibowo

 

Jangan lupa minum kopi Aceh…,” dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kopi Aceh adalah yang selalu orang pesankan ketika ada teman atau kenalan yang akan pergi ke Aceh. Apalagi kemudian ditambahi dengan cerita yang mengatakan konon kopi Aceh itu enak karena dicampur ganja. Hahaha…, saya tidak akan memberi komentar tentang itu… biarkan anda coba sendiri…

Dimana kita bisa minum kopi Aceh? Dimanapun saja bisa. Dan kalau anda malas untuk menyeduh kopi sendiri, maka di tiap sudut kota Banda Aceh, bertebaran yang namanya warung kopi. Walaupun jumlah warung kopi itu di satu jalan saja bisa lebih dari sepuluh warung, tetap saja semua warung kopi hampir bisa dikatakan selalu ada pengunjungnya. Mungkin ini yang bisa dikatakan sebagai bagian dari budaya Aceh, untuk bertemu teman, nongkrong, dan mengobrol di warung kopi. Ngobrol dari hal-hal yang paling ringan sampai paling berat… semuanya bisa ditemui di warung kopi.

Kota Banda Aceh yang sekarang dipenuhi para pekerja organisasi nasional ataupun internasional yang bekerja untuk rehabilitasi Aceh, baik untuk masalah pasca tsunami maupun pasca konflik, pasti menggunakan waktu senggang mereka untuk ngobrol bertemu teman sekantor maupun lintas kantor di warung kopi. Bahkan tidak jarang satu kegiatan besar bisa diawali dari hanya sebuah obrolan santai di warung kopi.

Di dekat rumah saya, dulu waktu saya tinggal di Banda Aceh, adalah warung kopi yang paling masyhur di seantero Banda Aceh, di Kecamatan Ulee Kareng, namanya warung kopi Jasa Ayah, atau ada juga yang menyebutnya warung kopi Solong. Di warung kopi ini, sembari meneguk secangkir kopi (tanpa gula kesukaan saya) dan ditemani beberapa makanan kecil (saya paling suka srikaya yang terbuat dari telur), enak sekali kalau kita ngobrol ngalor ngidul ataupun diskusi mengenai masalah-masalah di Aceh… dan ide barupun muncul dari sini… seperti misalnya menulis artikel tentang warung kopi ini…

(semua foto diambil oleh teman saya, Lars)

(.dodie.)

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

12  Comments

by kus at 26 April 2009, 20:55

wah kalau lihat penyeduhnya, benar2 gak kalah sama starbucks,

btw yang menggantung hitam itu ,,, kopi ?

by .dodie. at 27 April 2009, 07:53

iya mas kus, itu kopi disaring… sebanyak itu yah? hehehehe.. mantravt :D :D

by didut at 27 April 2009, 08:46

itu saringanya mantebh dah :D

by .dodie. at 27 April 2009, 15:19

saringan gaban hehehehe…

by Erfan Ahmad at 27 April 2009, 16:12

Bener tuh mas,kopi itu sebuah insting,sesuatu yg menjadikan moment menjadi sebuah inspirasi dari kata hati yg tak tergali oleh jenis minuman lain,tapi minum kopi yg paling NIKMAT adalah tanpa gula sama sekali,cicipi,rasakan dilidah,tarik kelangit langit,nikmati ditenggorokan,luar biasa mas,yang namanya kopi aceh dari Gayo tak ada DUA nya.
salam jabat erat : EA

by kus at 27 April 2009, 16:28

@pak Erfan

gak pakai gula ? gak pahit pak ?

gak sabar nih nunggu kiriman si dodie ? hayooh kirim :P sampe ngiler aye :P~

by Erfan Ahmad at 27 April 2009, 16:38

Mas KUS selalu minum kopi pakai gula yaa…cobain deh XX tanpa gula,kalau mas ke kantornya Asosiasi Ekspor Kopi Indonesia ( AEKI ) mereka itu sll mencicipi kopi tanpa gula utk menentukan kwalitas kopi tsb,salam sukses mas Kus

by captain sandy at 28 April 2009, 08:09

Dulu sewaktu saya di Aceh, ada anekdot yg mengatakan bhw kain yg dipake utk menyaring kopi ialah kain bekas CELANA DALAM! Ha3x…makanya rasanya khas sekali…hi3x…
Yg lebih kejam mengatakan bahwa itu kaos kaki bekas…tp kayanya kalo pake kaos kaki, rasanya malah jadi ga karuan…he3x..
Tadinya, sy pikir Kopi Aceh udah ga ada lawannya. Eh, ternyata setelah tugas ke Lebanon, ada juga Kopi dgn rasa yg lebih mantap!
Silahkan bagi pecandu kopi, cobalah Kopi Lebanon…Ditanggung melek terus! Tapi, bagi pemula, jgn coba2! Krn 99% biasanya mules….hehehe…

by kus at 28 April 2009, 15:21

@capt. Sandy

kopi lebanon ? apa bedanya dengan kopi arab? yang bikin mata ngejreng sampe pagi.

Cocok buat nemenin nonton Liga Champions besok dini hari :)

by Luigi at 28 April 2009, 22:50

Dod, mau dong dikirimin kopi aceh lagi – tapi kali ini kopi-nya yang “kerasa” yah ganja-nya.. aku dah promosi kepada temen2 di afrika sini yang selama ini mereka selalu membual ttg kehebatan ‘turkish coffee’ – benci banget deh! :-)

by Herna at 29 April 2009, 15:34

Waaaah… Sumpah jadi pengen minum kopi, tapi di surabaya mana ada kopi aceh… (ato gue aja yang gak tau..?)

by fauzal at 29 April 2009, 18:46

waduh…sy dah lama banget tuh pak gak minum kopi tarik aceh….jadi pengen nih pak hehehe

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Aisyah Aisyah was born and grown up in Medan, Indonesia. Grown up as a country girl with strong Medan accent, which sometimes confuse people from Indonesia about her Indonesian language. She didn’t imagine that she would travel to leave her country...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago