Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Imelda TJAHJA

Berminat dagang sayur-mayur di Malakal?

10 November 2007, 15:45 , by Imelda Tjahja

 

Dear all,

Dari hasil pantauan sementara (jieee… kayak laporan mudik lebaran aja), kesan berikutnya tentang Malakal, Sudan Selatan, selain becek & berlumpur adalah harga sayur-mayur & buah-buahan mahalnya gak ketulungan!!!

Jangan shock kalo dengar harga sebutir telur di pasar Malakal 1 biji itu seharga 5 ribu perak! Trus jeruk manis peras 4 biji seharga 25 ribu, pisang belinya harus kiloan dengan harga 25 ribu/kilo. Terong 3 biji harganya 10 ribu. Beli sayur hijau model kangkung, bayam 2 ikat harganya bisa 15ribu, lombok/cabe sejumput (tau kan?) 10 ribu!

Gimana, ada yang tertarik jadi pedagang buah atau sayur di Malakal?… Dijamin cepet kaya karena untung besar! Hehehe…

Salam dari Malakal,

Imelda

Imelda TJAHJA Imelda Tjahja She has joined United Nations since 2003. Currently she is serving United Nations Mission in Sudan (UNMIS). Prior to her joining the UNMIS, she was assigned to United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) and United Nations Mission in East...

Detail Profile »

8  Comments

by Eko at 10 November 2007, 15:51

Hi………………..hi…………………hi…………………. ketauan tuch Imelda jarang belanja dipasar. Kalau harganya segitu sich normal buat sayur – sayuran. Yang murah di Sudan itu cuma daging sapi or daging kambing.

Menurut gue yang sudah jadi emak-emak yang selalu belanja bahan makanan, sayur dan buah harganya itu belum seberapa mahal kalau dibandingkan mau merayakan hari besar, samalah seperti di Indonesia kalau mau lebaran dan natalan apa – apa muahalllllllllllllllllll.

Menurut laporan langsung dari Khartoum (Pas mau belanja nich si emak)
1 kilo jeruk itu berkisar 10 – 12 SDG
Telur satu tray 9 – 15 SDG
Pisang 4 – 5 SDG
Apple 12 – 15 SDG/Kilo
Anggur 7-10 SDG/1/2Kilo
Strawberi 4 – 6 SDG / kotak plastik kecil
Wortel 3 – 5 SDG/kilo, kalau mau lebaran harganya lebih mahal sampai sampai lebaran kemarin harganya mencapai 10 ADG
Kol 5- 7 SDG/ gelondong besar
Terong 3-4 SDG/kilo
Pear 12 -15 SDG/per kotak
Beras sich tergantung mutu (gue biasanya beli yang 22 SDG/5 kilo)
Sayur – sayur hijau khas Sudan berkisar 2-3 SDG/Kilo
Bawang bombay 10/Kilo
Bawang putih 12 – 15/kilo
Daun sop 10 – 15 SDG/per ikatan besar
Kentang 3 – 5 SDG / kilo
Brokoli 15 – 20 SDG/ kilo
Tauge 6 SDG/plastik kecil
Tempe 5 SDG/harga mahasiswa
Kangkung 5 SDG/satu kantung plastik hitam yang super besar
Buah – buah import berkisar 15 – 20 SDG/kilo or tray or box
Daging sapi/kambing 10 – 15 SGD / Kilo tergantung mutu daging
Ayam 15 – 20 SDG/Ekor
Ikan air tawar (Sudan) 7 – 13 SDG/kilo
Ikan laut (import) 25 -40 SDG/kilo
Udang (import) 50 -80 SDG/plastik, harga tergantung besar kecilnya si Udang
Kepiting 50 SGD/Kilo, kalau lagi musim
Daun mint/ketumbar/dil 0.5 – 100 SDG / ikatan super kecil
Susu murni 3.50 – 4 SDG/liter/kotak
Kecap manis 15 SDG/botol besar
Salami 50 – 80 SDG/7cm panjang and lebar 2 cm
Keju 40 – 100 SDG/per pack or tergantung dari mana si keju berasal
Smoke turkey 20 SDG/100 gram
Tomat 3 – 5 SDG/kilo
DLL

Pokoke kalau kita ngukurnya pake rupiah sich jangan – jangan kita kaga makan nich……………………………………….!!!
Yang penting makan dengan gizi seimbang, minum vitamin, cukup istirahat / tidur, berdoa, rekreasi menghilangkan stress dan makan di luar paling tidak satu minggu sekali untuk memanjakan perut.

Tapi jangan lupa, nabung buat hari tua juga hukumnya wajib (bagi gue………. :-)) )

Salam Indonesia,
Eko

by Imelda at 10 November 2007, 16:00

Walah, maklum lah Imelda gak pernah belanja… Kan Imelda tipe anak kost alias anak mie instant :)))) Dari jaman Timor-Leste, Afghanistan, Aceh, Yogya sampe Sudan sekali mie instant tetap mie instant!!! (Tanya tuh Sulung, dia bantuin aku bawa mie instant berapa bungkus pas pulang dari Khartoum ke Malakal 3 minggu lalu, ya kan, Lung???….) Tapi telor @5ribu perak tetep gak bisa ditolerir!

Thanks buat info lengkapnya! Bisa tak tempel di dinding tuh buat ngitung biaya belanja per-bulan berapa :)))) (Luigi, info dari Eko bisa dimasukin di Pralangga.org tuh sebagai laporan selayang-pandang dari Khartoum perihal sayu-mayur & buah2an).

Salam mie instant!!! (apa maksudnya?!!…)

Imelda
United Nations Mission In Sudan (UNMIS)
Sector III – Malakal, Southern Sudan

by Luigi at 10 November 2007, 17:51

Udah tuh… naik online, ohya buat kawan2 lainya – silahkan membubuhkan tanda-tangannya di halaman article comments disana. Kalau komentarnya blom muncul, coba ulang dengan cara ini: Ketik komentarmu..lalu click PREVIEW dulu… lalu setelah nongon di screen komentarnya – lalu klik SUBMIT.
Nuhun!

:-)

PS: Aku juga akan lakukan operasi paras.. eh pasar deh buat di Liberia…

by kus at 10 November 2007, 17:52

jangan – janag sayurannya beli di Pasar Glodok, makanya mahal .. :)

sampe kering tuh lomboknya.

by Imelda Tjahja at 11 November 2007, 18:22

Hehehe…. mendadak jadi ajang laporan pantauan harga sembako di Afrika :))))

Aku jadi teringat beberapa bulan yang lalu pas aku masih bertugas di Juba (ibukota Sudan Selatan) & masih ada (pada saat itu) Let. Col. Wibisono Gunawan (sekarang beliau udah Kolonel & bertugas di Belanda) atau yg biasa dipanggil ‘Pak Gun’, sebagai UN Military Observer (UNMO) Coordinator untuk UNMIS Sector I-Juba. Karena pada saat itu hanya kita berdua aja yg orang Indonesia di Juba jadi acara kita ‘mengenang Ibu Pertiwi’ adalah masak bersama tiap hari Minggu (eehmmm…. sebenernya yang masak Pak Gun, aku yang bantu potong/cuci sayur & makan aja, hehehe…). Yg menjadi bahan obrolan seru kita tuh selalu betapa mahalnya harga makanan di Juba karena (pada saat itu) harga nasi & ikan goreng di kafetaria kantor ‘Juba Plaza’ (julukan dari Pak Gun untuk itu kafetaria) yg dikelola oleh ibu-ibu lokal adalah SDG 5 (Rp. 25.000,) yg kata Pak Gun kalo itu di Indonesia kita udah dapat nasi, ikan & rombongnya yg jual… (Sekarang harganya udah naik jadi SDG 7/Rp. 35.000,).

Keluhan demi keluhan keluar dari mulut masing-masing sampe akhirnya keluarlah ide ‘cemerlang’ dari Pak Gun yang katanya ntar kalo udah pensiun dari TNI mo kembali ke Juba buka warung nasi (warteg) ala Indonesia di depan kantor UNMIS (mo saingan ama kafetaria ibu-ibu lokal gitu ceritanya) & Pak Gun akan memakai kostum kebesaran Indonesia alias kaos oblong, sarung & kopiah kemudian menjual makanannya dengan harga ‘miring’. Pak Gun nawarin aku untuk bantu cuci piring, bawa makanan ke tamu & sekalian jadi kasir. Komentar yg paling lucu yg pernah aku dengar dari Pak Gun adalah, “Ayo Imee, warung kita pasti laku keras di Juba. Opo maneh sing dodol ayu, mesti warunge payu!” (apalagi yg jual cantik, pasti warungnya laku!)

Kalo Kolonel Wibisono Gunawan baca email ini sambil senyum2 di Belanda, jangan lupa ama kita2 ya Pak yg masih harus berjuang dengan mahalnya harga pangan di Sudan.

Have a very nice weekend to All!

Imelda

by Evalina Mulyandari at 11 November 2007, 18:27

Waduh, semua ribut harga sembako, Pak Gun kalau buka resto di Juba jangan lupa ya sama Eva di El Obeid, biar Movcon di El Obeid tapi bekas perhotelan dulu waktu di Surabaya, aku nyakin kalau buka resto di juba pasti laku keras apalagi pelayannya cantik-cantik (he……he….. PD aja ya Mel), ada tambahan untuk harga 1kg ekor sapi = 10 SDG, 1kg chicken wing = 8 SDG, 1kg tomat buah = 10 SDG, ini semua harga UN member, mangkanya kalau ke pasar mesti ada guide biar dapat murah he…he……

Have a nice day.

Biar barang mahal juga dibeli kan!!!!!!!!!!!

Evalina
Movcon – El Obeid

by starboard at 12 November 2007, 09:56

aku shock ajah dolo ah :D

by fitri at 14 November 2007, 07:33

Dear Peackeepers,

mie instant bukannya justru sangat mahal bagi anak kost,.. dosenku pernah bilang, liat tuh komposisi kandungannya, ih barang impor bo’ :-p

btw klik nih, main game, perdalam bahasa inggris dan sambil nyumbang beras

www.freerice.com

programnya WFP

lumayan, meski bukan juragan beras.. syukur bisa nyumbang beras di dunia maya! :-)

Cheers..

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Marilena ZINGALE Marilena Zingale She is from Romania, where she lived till the age of 19. Afterwards she moved to New York and travelled between Europe (Italy) and the Big Apple, while she was studying Italian Language and Literature. Her extensive experience at the...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago