Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Bersatulah Bangsaku..

26 December 2008, 18:40 , by Deden Lukman

 

Setelah kurang lebih satu bulan setengah berada di liberia saya merasakan betapa saya teramat beruntung dan bersyukur menjadi bagian dari bangsa Indonesia, mengapa???

Indonesia merupakan salah satu negara dan bangsa yang besar, dari sisi pandangan pribadi, bangsa kita punya adat istiadat yang beragam, norma dan hubungan sosial yang begitu kuat antar sesama. Sejak dahulu, bangsa kita dikenal dengan tepa-selira dan rasa kepedulian terhadap sesama yang patut dicontoh disaat melihat orang memerlukan bantuan. Namun, akhir-akhir ini, nilai-nilai tersebut sudah banyak tergerus oleh derasnya dampak negatif era globalisasi (selain tentunya banyak dampak positif lain dari era globalisasi ini), banyak hal yang terlupakan, bukan hanya identitas bangsa kita yang notabene adalah sopan, ramah, tolong-menolong, tetapi kita juga melupakan dan bersikap acuh-tak-acuh terhadap identitas diri kita pribadi!!.

Hal kebanggaan lain sebagai anak bangsa Indonesia, adalah kita memiliki beragam kekayaan alam, yang mungkin negara lain belum tentu memilikinya. Pada beberapa negara dikawasan timur-tengak, mereka dianugerahi dengan sumberdaya minyak bumi, dan Indonesia juga mempunyainya.

Negara tetangga kita kaya akan perkebunan sawitnya, maka begitupula dengan negara kita. Selain kekayaan budaya seperti yang dimiliki oleh masyarakat dari Sabang hingga Merauke, dan alamnya, salah satunya di Papua yang kaya dengan gunung emas, Kalimantan yang memiliki cadangan batubara bertumpuk-tumpuk, rempah-rempah dan pulau-pulau yang tersebar bak untaian mutiara, dan lautan luas.

Tidak hanya kekayaan alam saja, namun kekayaan sumber daya manusia yang andal (terbukti para pelajar kita sering berprestasi pada perhelatan internasional) dan jumlah penduduk serta tenaga kerja usia produtif yang besar.

Pertanyaan yang kerap mesti diajukan pada diri (Bangsa) sendiri adalah; “Mengapa kita masih terpuruk dan masih berada tertinggal bila dibandingkan negara-negara yang beberapa tahun silam-nya dibawah peringkatnya, baik dari segi stabilitas ekonomi maupun keamanan…?

Tidaklah adil bila sepenuhnya menyalahkan pada pemerintah, aparat kita..(untuk dipahami…dan kita renungi bersama bahwa orang-orang yang berada di pemerintah, para pejabat, aparat TNI termasuk saya, POLRI…dll merupakan produk dari MASYARAKAT, produk LINGKUNGAN KITA !!!), mereka tidak terlahir langsung menjadi pejabat atau pemimp[in tetapi melalui proses yang panjang ditengah-tengah dan sebagai bagian dari masyarakat.

Kita juga harus memahami bahwa kita memiliki konsekuensi yang teramat berat menjadi sebuah bangsa dengan begitu banyak potensi dan posisi sangat strategis, disisi lain yang penting untuk disadari adalah sangat rawan faktanya mengingat posisi geografis Indonesia dikelilingi beberapa negara-negara commonwealth. Selain itu, negara-negara yang tergabung dengan NATO ataupun lain sebagainya mereka mempunyai kepentingan yang besar terhadap situasi negara kita dan kemungkinan konflik terhadap salah satu dari mereka dimana sudah barang tentu negara -negara lain yang tergabung didalamnya membantu dan mendukung negara anggota mereka.

Indonesia?, mau tidak mau kita berdiri sendiri tanpa aliansi dan dukungan yang paling mungkin hanya akan berasal berbentuk sokongan moral dari negara-negara kecil yang tergabung dengan Gerakan Non-Blok (Non-Align Movement Countries).

Saya hanya ingin menggugah seluruh anak bangsa bahwa hal terpenting yang dapat membuat diri kita mampu menghadapi segala bentuk tantangan kedepan, terutama yang berasal dari luar (external) adalah dengan *bersatu-padu, saling mendukung, saling mengisi dan tentunya saling mengawasi*…

Kita dukung pada pemimpin kita untuk mengatur, memerintah negeri ini dengan segala sumberdaya dna kekuatan secara mandiri… adalah lebih baik kita dikomandani seorang pemimpin ketimbangn _dipimpin oleh seorang komandan_… karena seorang pemimpin akan mengatur yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan bersama dengan mendapatkan masukan, saran, dukungan yang baik. Dengan mengetahui permasalahan …kemudian bersama-sama mencari solusinya bersama-sama…bisakah seorang pemimpin bekerja dengan baik bila disekelilingnya tidak mendukung sepenuhnya?. Ini semua berpulang pada kita masing-masing, apakah kita ingin semakin terpuruk dengan terpecah-belah dan saling menjatuhkan satu sama lainnya atau bersama-sama kembali menegakkan harga diri kita sebagai sebuah bangsa yang besar…bangsa yang bermartabat dan sebuah bangsa yang memiliki harga diri.

Jadikan masa lalu sebagai pengalaman dan pelajaran mari kita sama-sama bahu-membahu demi masa depan kita yang penuh dengan tantangan.

Tulisan ini dibuat setelah saya merenungkan ucapan seorang Sersan dari Nigeria, seorang rekan satu kelas saat rampung mengikuti Induction Training – IMTC (Integrated Mission Training Center, UNMIL) yang mana paparan si sersan tersebut menjelaskan tentang Indonesia kepada rekan lainnya, salah satunya adalah seorang Mayor dari Ekuador.

Dia berucap : Indonesia adalah sebuah negara yang besar, dia memiliki segalanya, sumber daya alam yang sangat kaya, pulau yang banyak, minyak yang banyak dan populasi yang banyak, seraya menunjukan letak Indonesia di peta dunia.

Selamat Natal dan Tahun Baru…
Salam Garuda… langsung dari Greenville, Liberia

Mayor Deden Lukman Wijaya
United Nations Military Observer for UNMIL
UNMIL MO-00123

NB: Gambar diambil dari beberapa sumber & REUTERS dan adalah milik hak cipta masing-masing.

Deden LUKMAN Graduated from the Air Force Academy in 1996. Initial service within the IAF begun Central Command Comms in Abdurrahman Sallah Air Force Base, Malang – Eastern Java. Following another assignment at Hassanudin Air Force Base, Makassar for 2,5 years. His...

Detail Profile »

6  Comments

by Yufriadi Jo Elah at 26 December 2008, 20:08

Apa yg menjadi keprihatinan Anda juga menjadi saya,
sepertinya rasa nasionalisme bangsa kita semakin tergerus arus globalisasi. Selamat bertugas Bravo Pasukan Garuda. Salam buat teman-teman semua…:-)

by Luigi Pralangga at 26 December 2008, 21:52

Setiap individu anak bangsa ini punya tanggugjawab bersama (Shared responsibility) dalam kontribusinya membawa bangsa ini menuju perbaikan, nah pertanyaannya dikembalikan ke diri sendiri dulu aja:

Sudahkah saya berbhakti dengan integritas?
Sudahkah saya menjalankan fungsi/jabatan saya secara baik dan benar dan tidak merugikan orang lain, dlsb?

Kalau jawaban-nya masih EGP (Emang Gua PIkirin!) atau “ntar aja deh..“, artinya kita blom punya kontribusi positif terhadap perubahan yang dicita-citakan.

Semangat terus sembari memberi contoh kepada lingkungan, mudah-mudahan bisa lebih banyak yang tergugah, ketimbang hanya prihatin bersama saja.

Set examples, be the role model (to betterment), do it consistency and persistence. May God speed all of us.

by Bambang Rukamdo at 27 December 2008, 11:00

Selamat bertugas…………..tulisan ini idealnya disebarkan kepada anak bangsa kita di Indonesia sehingga mereka mengerti akan artinya bangsa Indonesia yg merupakan negara kesatuan Republik Indonesia yg harus tetap dipertahankan sampai kapanpun……..Bersatu padulah Bangsaku siapapun dia dimanapun dia …………kita harus bersatu padu membangun Negri kita tercinta…………Selamat bertugas saudara2ku di UN di manapun terutama di Afrika Barat………Selamat Tahun Baru 2009…..semoga masa masa mendatang kita semua menjadi lebih baik lagi …….. Tunjukan dirimu adalah bagian dari Bangsa Indonesia yang terkenal sejak dulu kala………sopan ramah tamah dsbnya.

by rahma at 27 December 2008, 11:04

Bila dikaji dari sisi budaya, dan kekayaan alam, Indonesia memang sangat kaya, Raya bahkan!
Namun, bila dikaji dari sisi nasionalisme, kita sebenernya masih sangat jauh dari arti “tunggal ika”. Kaya memang, beragam ok, tapi individualisnya juga sebenarnya guede bgt…
Contohnya masalah kekayaan budaya seperti kasus batik, reong, pecel, sampai masalah perebutan pulau dengan Malaysia. Dulu sebelum ada kasus pelegalitasan, mana ada orang kita yang care? Bahkan buat belajar budaya sendiri, para generasi muda tampak ogah!
Tapi setelah ada kasus itu, mulailah beramai2ramai belajar menengok kekayaan sendiri.
Kata pepatah sih, ga ada istilah terlambat. Tapi kalo yang seperti itu? Who knows!
Kalo dipikir2 Teori konflik tuh cocok banget lho buat negara kita. Cz ga selamanya konflik selalu berdampak buruk. Ya contohnya seperti kebersatuan kita saat negara sudah mulai terusik!

by s at 28 December 2008, 04:15

pepatah mengatakan..jangan tanya apa perkara yg negara boleh lakukan tuk kita tp sebaliknya mnnyakan pd diri sendiri apa perkara yg boleh kita lakukan tuk negara…i like this article..wishing you all the best!.semoga Allah sentiasa mlindungi kalian semua di atas tugas mulianya..amin…

by masjanto at 1 January 2009, 22:07

salam kenal,

menurut saya Indonesia sekarang sudah dalam jalur yang benar karena :
1. demokrasi tumbuh subur setelah reformasi digerakkan para anak2 muda tahun 1998, membuat kekuasaan diraih berdasarkan konsensus nasional via pemilu langsung bukan lagi sekedar mandat dari 500 anggota mpr jaman dulu
2. otonomi daerah yang luas sebagai buah dari demokrasi mengakibatkan pembangunan di daerah bisa dipercepat apabila pemerintahan daerah berjalan dengan baik
3. perang melawan korupsi sudah dimulai dan terus melebar ke berbagai sektor
4. kewajiban mengalokasikan anggaran pendidikan 20% dari apbn/apbd adalah langkah awal membangun dunia pendidikan

minimal keempat hal tersebut adalah points of no return , suatu hal yang tidak bisa dihentikan dan akan terus berjalan siapapun presidennya

Indonesia sekarang juga dikenal sebagai negara dan bangsa yang “tahan banting” karena mampu mengatasi setiap krisis yang dialaminya : krisis multidimensi 1998 dan sekarang krisis keuangan dunia Indonesia dinyatakan jauh lebih kuat secara ekonomi dan politik dibanding 10 tahun lalu.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

James Maramis James Maramis spent his first 15 years in Papua, formerly known as IrianJaya, Indonesia. Completed his Bachelor of Nursing Science from Indonesia Adventist University (UNAI) Bandung on 17 August 2003. After 3 years serving under International SOS (ISOS) Freeport Tembagapura as...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago