Apa sih hubungan antara konflik kekerasan dan wisata? Mungkin kalau selintas lalu, sepertinya keduanya tidak berhubungan bahkan bertolak belakang. Yang satu isinya tentang yang menakutkan dan mencekam, sedangkan satunya lagi isinya tentang bersenang-senang. Tapi kalau kita telaah lagi, ternyata keduanya berkaitan sangat erat. Ketika konflik kekerasan terjadi, maka jumlah wisatawan bisa berkurang, tempat-tempat wisata jadi terbengkalai, keindahanpun menjadi tersembunyi.
Ini juga yang terjadi di Aceh.
Sudah menjadi jadwal rutin tim program saya untuk melakukan diskusi bulanan. Agar tidak jenuh dan lebih mengenal daerah kerja kami, maka kami mengadakan diskusi bulanan di tempat-tempat yang berbeda. Bulan lalu, kami melaksanakan diskusi bulanan di Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, dan tempat yang dipilih adalah sebuah kawasan air terjun yang bernama Blang Kulam.
Perlu diketahui, pada masa konflik kekerasan, kawasan Kecamatan Nisam Antara dikenal sebagai kawasan dengan tingkat ketegangan cukup tinggi. Daerahnya yang berada di dalam hutan kemudian menjadi salah satu alasan ketika di masa konflik kekerasan, bepergian ke Kecamatan Nisam Antara perlu sangat berhati-hati.
Kembali ke cerita perjalanan kami, ketika kami mencapai kawasan Air Terjun Blang Kulam, dari atas bukit kami melihat di kejauhan, indahnya Air Terjun Blang Kulam… Subhanallah…

Jalan menuju kawasan air terjun memang cukup susah. Sebenarnya ada dua jalur untuk mencapainya. Satu jalur masih berupa jalan tanah yang curam dan perlu kehati-hatian ekstra untuk melaluinya, terutama di saat hujan. Sedangkan jalur satunya dengan anak tangga dari semen. Akan tetapi karena selama masa konflik kekerasan daerah ini tidak direkomendasikan untuk dikunjungi sebagai tempat wisata, maka yang ada anak tangga tersebut sekarang sudah rusak karena tidak dirawat.
Setelah berjalan kaki melalui jalan tanah yang curam itu, akhirnya kami mencapai kawasan Air Terjun Blang Kulam… WOW!!! Bagus Sekali!!! Saya benar-benar tidak menyangka, di daerah yang dulu dikenal berbahaya, ternyata menyimpan keindahan alam yang sangat hebat!!!




Memang saat ini, kawasan Air Terjun Blang Kulam ini belum terkelola dengan baik, sehingga seperti saya ceritakan tadi, untuk mencapainya kita perlu hati-hati berjalannya, dan di kawasan air terjunnya juga ada bagian-bagian yang perlu diperbaiki karena terbengkalai selama masa konflik kekerasan di Aceh. Tapi apabila damai ini tetap terjaga dan kawasan Air Terjun Blang Kulam kemudian dikelola dengan baik, maka saya yakin sekali, Air Terjun Blang Kulam akan menjadi salah satu daya tarik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam bagi para wisatawan.
Ketika damai, maka keindahan yang tersembunyi-pun akan nampak.
(.dodie.)
Luar biasa mas…kalau melihat kondisi keindahan alam seperti ini harusnya tidak ada konplik yaa di Aceh,suasana alam yg begitu damai kenapa tdk bisa menyentuh hati yang jahat untuk selalu berdamai yaa. Info yang bagus sekali nich mas buat anak cucu. Salam sukses selalu yaa.
Akan lebih indah lagi kalo bisa berenang di bawahnya …. emmm airnya jernih kan bos ?
wah bagus nyaa…
cocok tuh buat outbound :) , air terjunnya juga cocok buat rafting kayaknya :)
@ mas erfan: kalo pikiran udah tertutupi nafsu, maka yang indah2 dan bagus2 jadi terkaburkan… :)
@ mas ambar: airnya cukup jernih kok.. mari maen kesana… :)
@ mas kus: walah, gak iso nggo rafting cak… soale kaline ora gedhe… :D