Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Blang Kulam, Keindahan yang Tersembunyi

11 May 2009, 08:12 , by Dody Wibowo

 

Apa sih hubungan antara konflik kekerasan dan wisata? Mungkin kalau selintas lalu, sepertinya keduanya tidak berhubungan bahkan bertolak belakang. Yang satu isinya tentang yang menakutkan dan mencekam, sedangkan satunya lagi isinya tentang bersenang-senang. Tapi kalau kita telaah lagi, ternyata keduanya berkaitan sangat erat. Ketika konflik kekerasan terjadi, maka jumlah wisatawan bisa berkurang, tempat-tempat wisata jadi terbengkalai, keindahanpun menjadi tersembunyi.

Ini juga yang terjadi di Aceh.

Sudah menjadi jadwal rutin tim program saya untuk melakukan diskusi bulanan. Agar tidak jenuh dan lebih mengenal daerah kerja kami, maka kami mengadakan diskusi bulanan di tempat-tempat yang berbeda. Bulan lalu, kami melaksanakan diskusi bulanan di Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, dan tempat yang dipilih adalah sebuah kawasan air terjun yang bernama Blang Kulam.

Perlu diketahui, pada masa konflik kekerasan, kawasan Kecamatan Nisam Antara dikenal sebagai kawasan dengan tingkat ketegangan cukup tinggi. Daerahnya yang berada di dalam hutan kemudian menjadi salah satu alasan ketika di masa konflik kekerasan, bepergian ke Kecamatan Nisam Antara perlu sangat berhati-hati.

Kembali ke cerita perjalanan kami, ketika kami mencapai kawasan Air Terjun Blang Kulam, dari atas bukit kami melihat di kejauhan, indahnya Air Terjun Blang Kulam… Subhanallah…

Jalan menuju kawasan air terjun memang cukup susah. Sebenarnya ada dua jalur untuk mencapainya. Satu jalur masih berupa jalan tanah yang curam dan perlu kehati-hatian ekstra untuk melaluinya, terutama di saat hujan. Sedangkan jalur satunya dengan anak tangga dari semen. Akan tetapi karena selama masa konflik kekerasan daerah ini tidak direkomendasikan untuk dikunjungi sebagai tempat wisata, maka yang ada anak tangga tersebut sekarang sudah rusak karena tidak dirawat.

Setelah berjalan kaki melalui jalan tanah yang curam itu, akhirnya kami mencapai kawasan Air Terjun Blang Kulam… WOW!!! Bagus Sekali!!! Saya benar-benar tidak menyangka, di daerah yang dulu dikenal berbahaya, ternyata menyimpan keindahan alam yang sangat hebat!!!

Memang saat ini, kawasan Air Terjun Blang Kulam ini belum terkelola dengan baik, sehingga seperti saya ceritakan tadi, untuk mencapainya kita perlu hati-hati berjalannya, dan di kawasan air terjunnya juga ada bagian-bagian yang perlu diperbaiki karena terbengkalai selama masa konflik kekerasan di Aceh. Tapi apabila damai ini tetap terjaga dan kawasan Air Terjun Blang Kulam kemudian dikelola dengan baik, maka saya yakin sekali, Air Terjun Blang Kulam akan menjadi salah satu daya tarik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam bagi para wisatawan.

Ketika damai, maka keindahan yang tersembunyi-pun akan nampak.

(.dodie.)

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

4  Comments

by Erfan Ahmad at 11 May 2009, 15:21

Luar biasa mas…kalau melihat kondisi keindahan alam seperti ini harusnya tidak ada konplik yaa di Aceh,suasana alam yg begitu damai kenapa tdk bisa menyentuh hati yang jahat untuk selalu berdamai yaa. Info yang bagus sekali nich mas buat anak cucu. Salam sukses selalu yaa.

by ambar at 13 May 2009, 00:01

Akan lebih indah lagi kalo bisa berenang di bawahnya …. emmm airnya jernih kan bos ?

by kus at 15 May 2009, 18:35

wah bagus nyaa…

cocok tuh buat outbound :) , air terjunnya juga cocok buat rafting kayaknya :)

by .dodie. at 8 June 2009, 12:51

@ mas erfan: kalo pikiran udah tertutupi nafsu, maka yang indah2 dan bagus2 jadi terkaburkan… :)

@ mas ambar: airnya cukup jernih kok.. mari maen kesana… :)

@ mas kus: walah, gak iso nggo rafting cak… soale kaline ora gedhe… :D

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Diki Syahputra Briptu Diki Syahputra born in Medan, 25th June 1985, he is the 2nd from 3 siblings. After graduating from SMU Negeri 13 Medan in 2003, he and his twin brother Briptu Dian Syahputra joined the Bintara Polri recruitment together...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago