Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Bomi Lake - Pesona alam di Tubmanburg

26 July 2008, 13:11 , by Luigi PRALANGGA

 

Seperti banyak kawan-kawan dari Military Observers, dan UN Civilian Police _yang bertugas di sectors serta mereka dari _Civil Affairs yang sering bepergian keluar masuk kampung pedalaman Liberia, mengatakan: “Coba deh main berkunjung ke Bomi Lake di Tubmanburg”, alamnya indah dan bisa jadi pelepas jenuh penat bekerja di Monrovia seminggu penuh itu..

Setelah berkunjung kesana, memang harus saya katakan bahwa Bomi Lake itu indah dan bisa jadi tempat piknik di akhir pekan. Danau Bomi, dahulunya adalah bekas lokasi penambangan bijih besi sekitar 30 tahun lalu, ketika perusahaan tambang tersebut menggali lebih dalam, masuk menrobos lapisan reservoir air dimana tekanan-nya terus meluap (persis seperti kejadian di Sidoarjo oleh perusahaan tambang Lapindo). Sejak itu air meluap memenuhi mining pit yang konon kedalaman pada titik dasarnya mencapai 300 meteran, seperti cerita penduduk setempat.

Tubmanburg, pada peta kekuatan militer UNMIL, dijaga oleh kontingen peacekeepers PakBatt dari Pakistan Army. Selain menjalankan kegiatan rutin berpatroli dan mengamankan daerah di Bomi County, PakBatt juga merenovasi areal seputar danau Bomi ini, pada kiri pojok (nggak keliatan) dari foto ini, dibangunlah sebuah areal piknik dan saung serta beton pembatas agar para staff UNMIL yang berkunjung untuk piknik di alam terbuka bisa menikmati keindahan alam di Danau Bomi dengan leluasa..

Selain fasilitas bungalow terbuka, juga dibuatkan sarana MCK bagi mereka yang lepas berenang disana bisa membilas. Selain airnya yang terlihat jernih, banyak sekali ikan-ikan yang tumbuh dan berkembang biak disana – bila dilemparkan secuil roti, wah ramai berebutan mereka.. berikut beberapa jepretan acara pelesir para staff UNMIL yang berkunjung ke Danau Bomi. Terima kasih buat anggota Kontingen dari PakBatt yang menyediakan boat-tour berkeliling danau.

Berikut beberapa jepretan yang menggabarkan keriangan kita saat mau diajak putar2 keliling danau itu.


Jangan gerak-gerak dong! – Ngiketnya susah!


Eh, men, elu bisa berenang nggak?”
(Bulu idungnya banyak amat sih nih orang!)


Alamak! pake acara mogok lagi!
Ayo yang laki2 – nyebur dan dorong ke tepian!


 Hore!

Lepas kloter pertama, akhirnya tibalah giliran si Kampret ini menikmati boat-ride itu:

Sudah pasti, meski senang berkeliling danau, siang harinya perut-perut ini mulai keroncongan, kawan-kawan di PakBatt sangat perhatian sekali yang sudah sejak kedatangan kita mulai memasak ayam panggang dan hidangan santap saji lainiya. Maklumlah kunjungan rombongan kita kali itu membawa serta para pejabat dari Supply Section, yaitu kantor seksi yang membekali mereka. Tidak heran kalau hidangan santap-saji tersedia secara express!


Sir, lunch is ready.. come this way, please..

Namun sebelum santap makan siang dimulai, tidaklah seru kalau tidak dimulai dengan berfoto bersama (halah! – alesan aja!).

Memang bekerja di post-conflict mission adalah sangat menjemukan dan stressful, namun demikian jikalau kita faham akan bagaimana bisa mengelola stress dan meluangkan cukup waktu untuk pelesir berlibur atau sekedar piknik keluar bersama kawan-kawan, insyallah bisa dinikmati masa penugasan mission assignment itu.

Buat Mbak Nilawaty di UNMIN (United Nations Mission in Nepal), udah pernah coba jalan-jalan keluar Kathmandu, misalnya ke Bhutan gitu?. saya ada kawan baik di UNDP Bhutan yang bisa jadi traveling host. Coba deh.. Let’s talk!

Ohya, satu berita hangat, salah satu Indonesian Staff yang sebelumnya bekerja di UNFPA – Kabul, Afghanistan telah mendapatkan promosi dna pindah bergabung dengan ONUCI, yaitu misi peacekeeping PBB di Ivory Coast, persis tetangga sebelah Liberia. Aini sekarang bertugas di Abidjan dan akan berencana berkunjung ke Monrovia.

Aini, ayo kasih tau itinerarymu, nanti kita piknik bersama pasukan lainya sembari dijagain oleh kawan2 dari PakBatt! All of you guys! – come an visit us here!.

Hari menjelang sore, kita sudah mulai cape keliling-keliling hingga ke puncak bukit, dan beberapa sudah mulai terasa kebelet pipis dan kebelet jenis lainya (BAB).


satu-dua-tiga!: “Say Cheese!”


Aduh, toilet dimana nih – kebelet pipis, men!

Setelah tanya sana-sini, diantarlah kita yang sudah pada kebelet ke fasilitas wese yang ada di Bomi lake. Begitu melihat si toilet dibawah ini.. wah, jadi tiba-tiba nggak jadi dan hilang tuh mules-nya. (Tahan aja deh sampai nyampe di Monrovia!).


Alamak! – Gimana kalau ada babi hutan nyeruduk masuk tuh!

Di perjalanan pulang, melihat sebuah taksi yang mengangkut pennumpangnya hingga dimuat di bagasi, lantaran karena susahnya kendaraan umum di Liberia dan menumpang di bagasi adalah hal yang lumrah bagi pengguna jasa angkutan umum di negeri ini.


Tarik jabriiik!

Kalau kalian ada yang berani begini untuk jarak 100 km lebih?. Pasti itu bujur (baca: Bokong) dan si tulang ekor sudah pasti remuk yah?.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

3  Comments

by didut at 26 July 2008, 14:33

loh mas sudah balik lagi ?!?

sorry belon berbalas SMS, asli kmrn itu gak ada pulsa, kebiasaan balas pake flexi jd lupa hihihi~

by eriezz Lee at 29 July 2008, 02:06

enak bener bertugas sambil refresing gitu…..bener mas jangan kerja terus bikin otak penat..mending jalan2 ..sambil cuci mata he..he…

by silly at 6 August 2008, 17:46

gileeee… ngiri mode ON… dikau ini sungguh beruntung sekali yach… dapet kerjaan yg bisa jalan2 kemana 2 dibayarin pulak, nambah temen pulak…

wahhh, selamat. Tempat nya bener2 asyik dan seru kayaknya yahhhh…

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

550 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sulung PURWOKO Courage under fire, this would be sufficient to describe this fellow’s personal quality traits. Equipped with hands-on expertise in medical field, having been working in West Papua, Indonesia – Sulung Purwoko, began to step-up into a bigger challenges, that is...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 5 hours ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 7 hours ago

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 2 days ago

Indobatt Smart Car: Children's favourite way to learn and have fun
It has been ultimate commitment for Indobatt to always assisting the community to benefit the most from the existence of UNIFIL in the Area Of Responsibility (AOR). One of the... »
Ro'is Nahrudin , 2 days ago

Kinshasa, Aku Datang!
Sang pramugari berusaha menenangkan dan membawa barang mereka ke bagasi lain yang masih kosong. Namun sang istri ngotot ingin barang – barang itu tak jauh – jauh dari mereka. Lelaki kulit putih yang kulihat di ruang tunggu duduk di sampingku. Akhirnya setelah hampir satu jam mengatur para penumpang beserta barang bawaannya, pesawat pun lepas landas. Jangan berharap bisa tidur selama perjalanan. Aroma tak jelas sudah bukan masalah besar lagi. Perjalanan dari Bangkok menuju Nairobi membuat hidungku terbiasa dengan bau khas ini. Suara penumpang tak ada hentinya. Suami istri yang tadinya meributkan bagasi yang penuh kini tengah berdebat, entah memperdebatkan apa. Sang suami sibuk dengan kalkulator super gedenya sementara sang istri tak ada hentinya menjerit, meneriakkan instruksi kepada sang suami.
Nurul Fitri Lubis , 3 days ago

 

Recent Comments

Victor George commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Dobuol Sudan Nyuon commented on Malakal family
a few seconds ago


Arny commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Surya commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


jarwadi commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com