About This Post

Muhammad IRAWADI

Correspondent Muhammad IRAWADI

Total 10 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 568 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Bukan Sembarang Papa

Biar ia jarang terlihat karena tugasnya, tapi dia tetap di hatiku karena bagiku: Papaku bukan papa biasa, selain jadi teman atau sahabat dia juga bisa sebagai pengajar, pelatih, pembimbing dan yang pasti dia sayang Mama dan semua anak-anaknya.

Hai! Nama saya Rafif, umur saya mau 8 tahun…

Saya kelas 3 SD, hobi membaca juga main PS, kalo lagi enggak sekolah.

Teman sering bertanya kepada saya di mana Papanya koq jarang terlihat? Dengan bangga pasti saya jawab, papa saya seorang tentara, jadi dia bekerja untuk negara dan kita semua, jadi kalau jarang kelihatan berarti dia sedang tugas. Sekarang ini dia tugas untuk pasukan perdamaian di Lebanon.

Walaupun Papa jarang di rumah tapi kalau pulang, enggak lupa membawa oleh-oleh cerita tentang tempat yang di singgahinya, dan yang pasti seru.

Apa Papamu suka cerita sama kamu?

Iya dong, salah satunya Papaku pernah cerita tentang Congo, negaranya orang item itu lho… Di Congo tempatnya tandus tapi salah satu negara kaya di Afrika, karena bayak hasil tambangnya di sana, saya enggak tahu Congo, kalau bukan Papa yang tunjukkan petanya. Katanya negara itu kaya, tapi rakyatnya miskin. Koq bisa ya?

Papa bilang banyak perang antar suku di sana, rakyatnya kebanyakan agak malas dan hanya mau enaknya masing-masing, padahal mereka bisa maju kalau mau…

Papa juga bisa kayak Mama. Kalau Papa di rumah juga sering ajakin aku dan dede membaca, seru lho baca sama papa ada ekspresinya kayak mama, jadi aku bisa ngebayangin gimana kira-kira, keadaan sebenarnya. Aku jadi ketagihan membaca walaupun lebih suka baca komik conan, tapi akhirnya buku lainpun kubaca.

by ivo at 15 December 2006, 04:26
Wah ga kebayang deh,, klo jadi kaya Rafif gimana. Jauh dari Papa yang baik. Yang sabar ya Rafif!!.. hehe,, papanya pasti dah punya rencana yang bagus buat Rafif.
Hmm, sebenernya ini suara hatinya Rafif sebenernya kan?? seandainya ini emang mas Irawadi yang ngetik, saya tau koq ini suara hatinya si Rafif yg sebenernya..
Salam ya Mas Buat Rafif...
by Bambang at 15 December 2006, 05:59
Hallo rafif, kamu kelas 3 sudah bisa berenang... biar nggak gendut ya.. he..he.. Ditambah larinya yaa, biar kayak papamu....
by hume at 15 December 2006, 07:06
Emang sih kalo jauh dari orangtua misalnya ayah biasanya rindu /kangen menjadi hidangan sehari-hari , Tapi semuanya itu akan membuat kita semakin sayang sama orangtua kita karena ketika kita bertemu dengan seseorang yang kita rindu maka itu akan tersa indah dan waktupun akan sangat berarti waktu itu . Jangan terbuang sia2 begitu saja . Jadi buat Rafif yang sabar ya nunggu papanya , karena karena papa jauh dari rumah juga karena ingin membahagiakan rafif dan yakinlah suatu saat nanti semuanya akan berakhir , karena badai pasti berlalu dan Rafif bisa sepuasnya bersama papa gak usah nunggu2 lagi . dan itu akan ada waktunya entah besok, lusa ,bulan depan , tahun depan atau beberapa tahun kedepan.
tetaplah sayangi papa-nya dan sabarlah dalam kerinduan !!
by endang at 15 December 2006, 12:12
Mas, itu surat dari anaknya? Mbaca surat anak di tempat jauh gitu,mmm....kerongkongannya pasti sakit ya, pengen nangis? Saya kan pernah pisah jarak sama suami karena tugas. Anaknya kalo dia dateng pasti butuh bbrp hari utk ngenalin itu bapaknya, karena ditinggal sejak bayi. Mudah2an yg tugas dan yg nunggu di rumah kuat dan tabah.
by maya at 15 December 2006, 14:04
saya kalo jauh dari orang tua sedih banget tuh..gag bisa dibayangin deh rasanya sepi banget. apalagi ke Rafif gini yah yang sering banget ditinngalin papanya tugas. saya yakin pasti papanya Rafif selalu dilindungi Allah SWT amin :)
by yanti at 15 December 2006, 14:33
jadi terharu....

sabar ya Rafif, walaupun jarang ketemu, tapi Papa pasti sayang sekali sama Rafif.
aku berharap anakku juga berpikir sepositif ini, walaupun orang tuanya sering ninggalin. huhuhu.. jadi mellow :(
by kenny at 17 December 2006, 02:11
wah ..bener calon pemimpin jg tuh arif....salam kenal
by Lita at 17 December 2006, 12:56
Anak itu hebat, ya. Dengan kepolosannya, mereka bisa memaklumi orang dewasa. Kadang jadi malu hati kalau sebagai orangtua masih kurang sabar :(

Sambil nunggu papa pulang, mama dijaga baik-baik ya, Rafif :)
by Yoki at 17 December 2006, 15:58
Ketika saya berumur 7 tahunan pun saya merasakan hal serupa seperti Rafif...bedanya di tinggal 'Babeh" buat sekolah dan sekarang sepertinya hal ini terulang kembali dengan berat hati saya harus meninggalkan ujang Keiza, 2.8 tahun untuk hal serupa ....figure Papa...tidak akan tergantikan..
by puutriee at 4 January 2007, 19:00
Nama anaknya seperti nama keponakan saya, M. Rafif Destaputra.

Senang yaaa punya seorang ayah yg bisa dibanggakan.