Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Puguh PAMUNGKAS

Catatan Harian Peacekeeper: Pemilu, Darfur dan Haboob

24 April 2010, 14:54 , by Puguh Pamungkas

 

Konon katanya menjadi seorang relawan PBB emang gampang-gampang susah, tak terasa sudah 2 tahun waktu berjalan survive kata teman-teman. Sampai kapan ini akan berjalan hanya Allah yang tau, mungkin besok, lusa atau di lain hari, semuanya harus tetap berjalan apa adanya.

Ditengah-tengah kerinduan yang mendalam akan suasana rumah, istri tercinta dan anak-anak tersayangku, waktu pada jam tangan ini menunjukkan jam 07:45 pagi. Tersadar dari semua lamunan pagi itu, dalam hati berkata: ‘Saatnya memulai semua rangkaian yang di rencanakan sehari sebelumnya’, bergeraklah langkah kaki ini menuju kantor tempat saya menghabiskan waktu sambil menghitung hari buat cuti berikutnya.

02042010147

02042010141

Langkah kaki pun terus dipercepat maklum penerbangan pertama IL-76 UNO765 dan UNO766 akan mengudara pukul 08:00 dari pusat logistics El Obeid menuju Port Sudan menjemput beberapa container yang sudah di rencanakan kemarin dan destinasi selanjutnya El Fasher, Darfur sebagai Pusat Misi UNAMID. Sempat terpikir sepintas semoga seabrek cargo hari ini dapat diangkut sesuai rencana.

Dimana sih letaknya Darfur itu? coba simak baik-baik peta dibawah ini:

Darfur-Sudan

Tak terasa, tibalah didepan pintu kantorku. Seperti biasa perjalanan dari rumah sampai ke tempat duduk kantor ini sapa senyum tegur selalu diucapkan walau kadang tak tahu sosok-sosok itu, apakah mereka staff civilian, militer, polisi, hingga local staff buat diri ini, sudah menjadi kewajiban untuk menyapa atau bahkan setidaknya diberikan sedikit senyum dikit aja deh.

Cape juga ceritanya ya kalo serius gitu, mending dibuat santai aja dikit sambil buatin teh atau kopi di kantor maklum lupa sarapan telat bangun. Dengan secangkir kopi tadi langsunglah cepat-cepat buka program email Lotus Notes, program aplikasi email client yang digunakan oleh UN dan semua badan PBB. Dari email ini mulailah terbaca, perintah harian buat operasi movement control hari ini, segala informasi dan urusan tetek bengek invoice serta sebarek tasking order membuat kedua mata ini menjadi juling menatap layar monitor. Cepat-cepatlah memeriksa email sebelum koneksi ke email server ‘ngadat’ atau saat koneksi ke jaringan ‘kambuh’ belum tentu ‘mood’ para personil helpdesk CITS/IT yang notabene kebanyakan berasal dari India segera datang untuk ‘troubleshooting’ dan saat merkea datang ke kantor, sudah deh.. ruangan kantor mendadak sangit dengan aroma kari masala dan nyaring bau bawang dari badan mereka, belum lagi kepala saya ini jadi ikut-ikutan bergeleng-geleng. (Khas orang India selalu geleng2 kepalanya saat bicara).

Tampilan Lnotes

Sederet email yang masih berwarna ‘merah’, kadang pada sisi kiri sering terdapat sebuah tanda seru (!), dan ada satu email pagi itu yang bertajuk: Pemulangan Material Logistics Pemilu.

Seperti kita ketahui, bahwa saat ini, Sudan sedang melangsungkan pemilu, dan ini adalah pemilu presiden dan anggota DPR-nya. Sudan adalah negeri yang diselumuti dengan hamparan gurun maha luas dengan warna pasir bernuansa kuning. Sejauh mata memandang, pasir kuning itu membentang luas. Membaca dengan seksama si email tadi, eh terlihat nama Puguh Pamungkas dalam daftar sebagai flight & cargo monitor. Wah, jadi langsung terbayang-bayang dimata dan dihati, bahwa saya bakal berkunjung dari kabupaten satu ke kabupaten berikutnya dengan menaiki ‘si gajah putih bergoyang’ (Baca: Helikopter Rusia itu). Cape deh…!

UNMIS

Mungkin ada yang bertanya, gimana rasanya naikin si gajah putih ini? alias Helikopter buatan Rusia dengan model MI-8 maupun Mi-26 dan sejenisnya. Silahkan tanya saya via FB ya!

Terbang keluar-masuk pedalaman di Sudan, apalagi pada saat pemilu dan pasca-pemilu seperti sekarang ini rasanya: waswas campur aduk. Persiapan pra-penerbangan yang matang dan rinci adalah keharusan, mengingat kondisi keamanan yang dirasa sedang genting-gentingnya. Apalagi mengetahui bahwa penerbangan ini akan membawa kertas suara hasil pemilu.

This flight is no joke! , membawa terbang kertas hasil pemungutan suara adalah ‘dangerous cargo’, dan mengetahui sebagaimana sensitive-nya muatan ini bagi masyarakat Sudan, apalagi terhadap pihak partai oposisi dan/atau kalangan pemberontak pastinya. Dari beberapa foto hasil jepretan fotografer resmi UNMIS, berikut beberapa foto menggambarkan bagaimana sibuknya kita semua mengurus pemilu di Sudan ini:

Kirim Kotak Suara

Angkut helikopter

Angkut Heli

Memastikan semua informasi detail dan kelengkapan dokumen penerbangan terjaga, serta persiapan briefing harus dilakukan hari ini, meski tanggal keberangkatan adalah hari esoknya. maka pengurusanMOP (Movement Of Personnel) lalu security clearance serta manifest penumpang dan cargo dipersiapkan sedini mungkin, segala sesuaitu yang serba last minutes assignments ini berjalan dengan baik.

Penerbangan mengangkut hasil suara ini pasti tidak kelar sehari, dan Kabkabiya adalah menjadi daerah tujuan hari pertama menjemput cargo hasil pemilu ini.

Dengan menggunakan MI-26 UNO792, siaplah diri ini menuju tempat yang akan di tuju. Setelah selesai semua preflight naiklah aku ke gajah putih ini yang ada tulisan U dan N berwarna hitam segede-gedenya di bagian helicopter buatan Negara beruang merah ini (Rusia) yang konon adalah helicopter cargo terbesar.

Helicopter Mi-26 Helicopter Mi-26
Cockpit The cockpit

Setelah start engine mulailah tubuh ini ikut menari bergoyang mengikuti alur yang di berikan si baling-baling yang berputar lama kelamaan semakin cepat dan cepat hingga bergoyanglah tubuh ini bak penari dangdut meliuk-liuk menggoyangkan pinggulnya.

Engine Start

Bergeraklah helicopter ini taxi out menuju runway ketika telah terbang kira 50 feet heli ini pun turun kembali dan RTA (Return To Apron), pilot pun mengurungkan niatnya untuk take-off.

Haboob4 Haboob2

DSC02367

Terbang di wilayah udara Sudan, kita semua harus mulai maklum akan musim-nya Mas Haboob (Baca: Badai Pasir) sang penguasa gurun, apalagi saat dia sedang mengamuk, maka tertundalah keberangkatan saat itu sampai 2 jam kemudian. Seperti apa sih badai pasir itu?, Simak kllipnya dibawah ini:

Akhirnya 2 jam pun berlalu, sang pilot mencoba memberangkatkan kita kembali terbang menuju Kabkabiya yang jaraknya lebih kurang 70Nm dari El Fasher.

Setibanya di Kabkabiya kita langsung disambut oleh seorang helo (petugas lapangan buat team site) dan diperkenalkanlah kepada seorang petugas KPU setempat dan gelarlah kegiatan cargo loading itu. Dengan bantuan masyarakat setempat disegerakanlah proses loading tersebut dengan alasan takut “Mas Haboob” akan datang lagi (Repot deh!).

Cargo Loading

Coordination Puguh colleagues

Setelah semua proses manifesting dan perhitungan semua kotak yang akan di angkut maka diserahkanlah dokument tersebut ke Loadmaster dan kitapun kembali pulang menuju Elfasher dengan selamat.

Melihat keberhasilan yang diraih hari itu dan seluruh tugas berhasil dilaksanakan dengan baik tanpa halangan hati yang tadinya lelah dan merana karena rindu yang membiru kata Kang Luigi menjadi sedikit terhibur dan siap selanjutnya buat tugas berikutnya kekabupaten lain seperti Kutum dan Saraf Umra El Taweisha dihari berikutnya. Semoga semua yang dilakukan mendapat perlindungan Allah yang maha kuasa khususnya bagi para peacekeeper civilian, pasukan Garuda baik militer maupun polisi. Safety & Security first while on mission duty and bringing about peace to the world. Salam Garuda Merah Putih dari Darfur!.

Catatan: Beberapa foto diambil dari UN Photo dan EU Parliament

Puguh PAMUNGKAS Puguh PAMUNGKAS With extensive hands-on experience in Movement Control and Air Operation field, Puguh Pamungkas contributed a significant role under the flag of UNHAS – United Nations World Food Programme Humanitarian Air Service, based in Banda Aceh, Aceh province – Indonesia. His...

Detail Profile »

1  Comment

by Deded wardi at 30 April 2010, 21:31

Bang… Wah Ajak2 donk naik si Gajah putih Bergoyang…
Seru banget kayanya tuh…
Sukses Selalu Bang…
Salam Hangat dari Tanah Air…

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

798 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Kapt Bagus Djatmiko Bagus Jatmiko Born in the city of Madiun, East Java on 20th July 1979, Capt Bagus Jatmiko, SH, joined the Indonesian Navy in 2001. After being deployed in various missions in Indonesia, he is currently serving as French Interpreter Officer in the...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 7 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 14 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 17 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 17 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 18 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago