Perjalanan kami berempat dimulai pada tgl 10 February 2010, kami (Mas Yogi dan saya) serta 2 orang saudara kita dari Timor Leste (Bang Paulino dan Linda), sedari pagi kami sudah harus bangun ,tidur yang hanya beberapa jam serta rasa ingin cepat-cepat berangkat membuat kami lebih semangat, Mas Yogi yang baru saja tiba dari Santo Domingo sore harinya, masih tergesa-gesa untuk kembali ke apartemennya untuk packing barang bawaannya.
Sepagi itu, saya yang biasanya punya jadwal sarapan bersama Mbak Laxmi, hari itu tidak sempat sarapan bersama, Bang Paulino yang sudah menunggu dengan mobil agar barang bawaan kami dapat di antar ke MovCon (Movement Control), sesuai dengan jadwal kami akan berangkat sekitar jam 9 pagi menuju ke Santo Domingo.
Perjalanan yang termasuk panjang dengan rute Port au Prince – Santo Domingo – New York – Dubai – Jakarta pun dimulai…. terbayang rasanya 3 hari di perjalanan… tapi karena kami bersemangat untuk mudik dan bertemu dengan keluarga di Indonesia, rasa lelah tidak terasa…yang ada ingin cepat-cepat untuk naik ke pesawat dan tiba di Indonesia.
American Airlines adalah penerbangan pertama yang melayani kami berangkat dari Bandara Santo Domingo menuju New York.
Dari Santo Domingo rencananya kami akan berangkat bersama menuju ke New York keesokan harinya. Bang Paul dan Linda mempunya rute yang berbeda mereka akan menempuh rute Port au Prince – Santo Domingo – Frankfurt- Singapore- _Dili_…rute yang tidak kalah melelahkan dengan rute kami.
Akhirnya kami pun harus berpisah team Indonesia (saya dan Mas Yogi) akan berangkat pada sore hari, dan team Timor Leste berangkat pada pagi hari.
Rencananya di New York kami akan menginap semalam dan keesokan harinya akan melanjutkan perjalanan ke Dubai dan terus ke Jakarta. Perjalanan dari Port au Prince ke New York ditempuh kira-kira 4 jam, setiba di Bandara JFK, New York kami sudah di Jemput oleh Mas Indra dari PTRI New York.
Perubahan cuaca yang dratis dari Port au Prince yang panas dan berdebu ke New York yang dingin dan bersalju dengan temperatur saat itu minus dua derajat, membuat saya yang memang sudah sedikit demam dan batuk dari Santo Domingo tambah membuat saya tambah “teler”, ujung-ujungnya suara yang tadinya bisa di pakai buat nyanyi walau di kamar mandi, akhirnya malah serak habis-habisan sampai tidak ada yang bisa terdengar…. payah…!!
Selama singgah di New York, kita menginap di guest house pada gedung Perutusan Tetap RI pada PBB, inilah dia kantor perwakilan kita untuk PBB di New York;
Saat tiba di gedung PTRI, sebuah tawaran bersantap ternyata sudah disiapkan oleh Mas Triyogo dan Mas Arief, tentu saja ini tidak bisa ditampik… dengan penerbangan dari Port au Prince yang lumayan lama ditambah dengan pelitnya (Baca: Sedikit porsinya) dari panganan konsumsi di kabin dari American Airlines… kami berdua boleh dibilang *lapar stadium akut*……hehehehehhe…(thanks Mas Yogo dan Mas Arief….heheeh)
Perjalanan kami akan diteruskan esok hari melalui Dubai lalu ke Jakarta…masih setengah perjalanan untuk sampai ke tanah air…..
Perjalanan yang cukup melelahkan, untuk rute New York – Dubai saja mesti ditempuh dalam waktu 18 jam, Dubai – Jakarta di tempuh dalam waktu 8 jam, serasa badan rontok semua…ditambah dengan batuk dan demam membuat perjalanan yang lama semakin terasa panjang.
Untungnya Mas Yogi bisa maklum dengan kebawelan saya…heheheheh,soalnya setiap mau minta sesuatu dengan si mbak cabin crew, saya pasti akan mintakan tolong Mas Yogi untuk ngomong….yah…masalahnya si mbak cabin crew pasti ngga akan bisa ngerti apa yang saya minta, suara sama sekali hilang tidak terdengar lagi….persis serasa habis konser nyanyi dua puluh lagu full-nonstop…. kasian dehhh…
Selama penerbangan New York – Dubai Senangnya bisa terbang dengan maskapai pesawat termuda, aroma segar kabin pesawat itu masih teringat jelas sampai sekarang:
Setelah dari New York tiba di Dubai, maka rute berikutnya dari Dubai ke Jakarta sesuai peta perjalanan dibawah ini:
Akhirnya kami sampai juga di Jakarta, perasaan begitu senang bisa kembali ke tanah air, bertemu dengan keluarga dan saudara…
It was really-really took a long way for home….










Terbayang melelahkan sekali perjalanan ini…tapi terasa sirna ketika bertemu keluarga di kampung halaman…selamat berlibur..semoga kondisi carut marut Indonesia menambah suasana semangat menjalankan misi seterusnya…(wwakaakakak)..
btw..kalo diperhatikan perjalanannya ini udah around the world in 3 days donk..sudah satu bumi perjalanannya…
Selamat datang di tanah air tercinta.
Perjalanan yang fantastis dari Hawai (GMT -10) ke Jakarta (GMT +7), melalui Dubai (GMT +4), arah ke Timur. Ini kira2 sama dengan 2/3 lingkaran bumi. Betul ngga?
Kalau saja bokong mba Eno bisa bicara, pasti teriakannya udah terdengar dari rumah, sebelum sampai.
Sabar ya, neng.. penugasanmu ini adalah juga bagian dari ibadah.. :D seing penting bisa tetep berbuat yang terbaik dan salam buat rekans di PTRI-NY.
Ohya, DECT phone-mu berapa sih nomernya? (Lupa!), boleh dong telepon ke 171-9741 yah..
Betapapun melelahkan…perjalanan ke rumah pasti sangat menyenangkan.
Dan seperti kata kang Luigi, bekerja itu adalah ibadah…dan pengalaman sekarang akan dikenang manis nantinya….
OMG! Barang bawaan Eno segerobak lho Kang Luigi…hehehe
Wah, Mba Eno jauhnya, tp spirit tetap ga padam ya mba, Salam kenal Mba,
salam sukses selalu