About This Post

Correspondent Wijaya NGURAH

Total 4 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 138 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 8.0/10(4 votes cast)

Articles

Connecting people : Karaoke Night in Khartoum

Mulai tanggal 1 March 2008 kemarin; resmilah saya di pindahkan dari Port Sudan yang menjadi duty station saya hampir 9 (sembilan) bulan lamanya. Walaupun short notice dari Chief General Services bener-bener shorter than my current hair style; namanya perintah ya harus dijalankan.

Kesimpang-siuran atas penempatan tugas saya yang baru sudah saya rasakan begitu ada e-mail dari sekretaris di Headquarters. Chief Unit pernah bilang kalau saya akan dipindah-tugaskan ke Wau (Salah satu Sector di Southern Sudan, sekedar info; Mbak Eva rencananya mau di tugaskan di sini; mungkin mau ketemu ADAM?) yang mana saya akan sangat senang hati menerimanya. Anehnya Chief of Section bilang kalau saya sementara bertugas di Khartoum.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa saya tidak begitu “senang” dengan Khartoum?. Khartoum buat saya seperti sosok yang tidak akan pernah saya bisa mengerti. Selain karena luas wilayahnya sendiri; UNMIS Headquarters juga bukanlah tempat yang mudah untuk dijelajahi, khususnya bagi staff pendatang baru (new arrivals) in town seperti saya. Kantor UNMIS yang kelihatan “agak bertebaran” dimana Unit Container Offices yang banyak dan “Most likely every bodies are chiefs”…he..he.. membuat saya kurang antusias untuk bekerja di UNMIS – Khartoum HQ.

Agak corny ya alasannya? Tetapi tentu saja saya suka beberapa hal mengenai Khartoum. Karena keuntungannya adalah kita bisa menikmati sedikit “Normal life” di Khartoum. Restaurants dengan berbagai cita rasa dan variasi jenis hidangan. (walaupun kalau soal harga mereka sepertinya sepakat; untuk berharga mahal). Bicara soal harga; Khartoum is slightly less expensive compare with the other places in Sudan,(Ms Eko; daftar harga sembako nya di share ke kita ya?)

Supermarket juga banyak pilihan dari yang agak mahal sampai yang naujubilleh harganya! Cuman karena tidak ada pilihan lain, ya belanja juga deh sambil berdoa moga-moga MSA naik bulan depan. He..he… according to Yuanita; indeed!

Cuman sekarang setelah sekian lama di Khartoum (tepatnya dua minggu) sudah mulai terasa kerasannya. Walaupun Scope of Work mesti nyempil di mana-mana, paling tidak dengan adanya teman Indonesia yang lebih banyak, lumayan mengobati kekesalan akan kepindahan ini.

Apalagi baru-baru ini sempat juga “temu anjangsana” (ngutip istilah umum yang di pakai jaman ORBA) dengan rekan-rekan setanah air, baik dari civilian, kepolisian, personil Milobs TNI, dan juga staff KBRI. Atas dukungan Yuanita, jadilah kita berkaraoke-nite, walaupun terus terang waktu itu tidak banyak yang ikutan nyanyi (entah karena kurang pede; atau belum mau merubah lahan keja untuk menjadi penyanyi) tetapi tujuan utama untuk ngumpul paling tidak terlaksana.

Acara berlanjut lumayan seru juga malam itu. Banyak orang yang bisa datang dengan masa pemberitahuan yang sehari sebelumnya (coordinated by Yuanita :-) thanks ya Nit!). Kalau diijinkan untuk absent, nih mereka-mereka yang sudah mau spending their precious time buat gabung; Staff Civilian; Mas Sulung, Mbak Eko yang tinggalnya di Westberg…he…he…, Mbak Dian penguasa El-Fasher di Darfur pastinya juga ada Mbak Yuanita (our favorite singer)

Dari POLRI ada; Mas Ary Laksmana (sesepuh POLRI di UNMIS), Mas Budi, Mas Tommy, Mas DaCosta (tambahin dong kalo ada lagi)

Dari TNI ada; Mas Sarwono,juga ada Mas Tri

Dari KBRI; pastinya pasangan Sophan Sophiaan/Widyawati versi Khartoum, Mas Iman dan Mbak Tari

Juga jangan lupa the only one and always our favorite and reliable Indonesian in Khartoum Mas Taufik, yang walaupun bukan UNMIS/UNAMID buat kita sudah kayak motto salah satu brand mobile phone ”Connecting People”

Buat yang udah ngebantu dengan camilan and the gank, thanks berat. Buat yang belum sempet ngumpul bareng; kita broadcast nanti kalau ada acara lagi…he…he…

buat mas-mas di TNI dan POLRI; sorry kalau jabatan dan kepangkatannya tidak ditulis, masalahnya saya tidak begitu mengerti istilah-istilah kepolisian dan kemiliteran,sekali lagi mohon maaf!

by Luigi Pralangga at 5 April 2008, 18:12

Kalau di negeri si bau kelek ini, personil close protection dari kontingen Filipina yang sering ngundang kita berkaroke di tenda barak mereka.. namun semenjak 2 kontingen terakhir udh nggak ada tentara wanitanya lagi – males aaaah! :D

by Hume at 5 April 2008, 19:40

Wah… Asyiknya ya bisa karaoke bareng. Pasti seru.. Dan tentunya dengan karaokean bisa ngelupain kesepian dan kepenatan, apalagi di lingkungan baru yang perlu adaptasi dulu. Lingkungan baru semangat baru, lingkungan baru temen baru..

by wijaya at 6 April 2008, 14:45

Kang;
Ide karaoke nya dari jeng Nita! She is the jewel Indonesian in Khartoum.

by Ary Laksmana at 7 April 2008, 15:48

Mas Wijaya,
Kapan nih ngumpul2 lagi…harus semakin banyak dan rame.
Saya dan rekan2 siap BERKONTRIBUSI, bukan hanya urusan nyanyi tapi juga untuk GANJAL PERUT, hahaha…as usual lah..