Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Connecting people : Karaoke Night in Khartoum

5 April 2008, 17:07 , by Wijaya Ngurah

 

Mulai tanggal 1 March 2008 kemarin; resmilah saya di pindahkan dari Port Sudan yang menjadi duty station saya hampir 9 (sembilan) bulan lamanya. Walaupun short notice dari Chief General Services bener-bener shorter than my current hair style; namanya perintah ya harus dijalankan.

Kesimpang-siuran atas penempatan tugas saya yang baru sudah saya rasakan begitu ada e-mail dari sekretaris di Headquarters. Chief Unit pernah bilang kalau saya akan dipindah-tugaskan ke Wau (Salah satu Sector di Southern Sudan, sekedar info; Mbak Eva rencananya mau di tugaskan di sini; mungkin mau ketemu ADAM?) yang mana saya akan sangat senang hati menerimanya. Anehnya Chief of Section bilang kalau saya sementara bertugas di Khartoum.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa saya tidak begitu “senang” dengan Khartoum?. Khartoum buat saya seperti sosok yang tidak akan pernah saya bisa mengerti. Selain karena luas wilayahnya sendiri; UNMIS Headquarters juga bukanlah tempat yang mudah untuk dijelajahi, khususnya bagi staff pendatang baru (new arrivals) in town seperti saya. Kantor UNMIS yang kelihatan “agak bertebaran” dimana Unit Container Offices yang banyak dan “Most likely every bodies are chiefs”…he..he.. membuat saya kurang antusias untuk bekerja di UNMIS – Khartoum HQ.

Agak corny ya alasannya? Tetapi tentu saja saya suka beberapa hal mengenai Khartoum. Karena keuntungannya adalah kita bisa menikmati sedikit “Normal life” di Khartoum. Restaurants dengan berbagai cita rasa dan variasi jenis hidangan. (walaupun kalau soal harga mereka sepertinya sepakat; untuk berharga mahal). Bicara soal harga; Khartoum is slightly less expensive compare with the other places in Sudan,(Ms Eko; daftar harga sembako nya di share ke kita ya?)

Supermarket juga banyak pilihan dari yang agak mahal sampai yang naujubilleh harganya! Cuman karena tidak ada pilihan lain, ya belanja juga deh sambil berdoa moga-moga MSA naik bulan depan. He..he… according to Yuanita; indeed!

Cuman sekarang setelah sekian lama di Khartoum (tepatnya dua minggu) sudah mulai terasa kerasannya. Walaupun Scope of Work mesti nyempil di mana-mana, paling tidak dengan adanya teman Indonesia yang lebih banyak, lumayan mengobati kekesalan akan kepindahan ini.

Apalagi baru-baru ini sempat juga “temu anjangsana” (ngutip istilah umum yang di pakai jaman ORBA) dengan rekan-rekan setanah air, baik dari civilian, kepolisian, personil Milobs TNI, dan juga staff KBRI. Atas dukungan Yuanita, jadilah kita berkaraoke-nite, walaupun terus terang waktu itu tidak banyak yang ikutan nyanyi (entah karena kurang pede; atau belum mau merubah lahan keja untuk menjadi penyanyi) tetapi tujuan utama untuk ngumpul paling tidak terlaksana.

Acara berlanjut lumayan seru juga malam itu. Banyak orang yang bisa datang dengan masa pemberitahuan yang sehari sebelumnya (coordinated by Yuanita :-) thanks ya Nit!). Kalau diijinkan untuk absent, nih mereka-mereka yang sudah mau spending their precious time buat gabung; Staff Civilian; Mas Sulung, Mbak Eko yang tinggalnya di Westberg…he…he…, Mbak Dian penguasa El-Fasher di Darfur pastinya juga ada Mbak Yuanita (our favorite singer)

Dari POLRI ada; Mas Ary Laksmana (sesepuh POLRI di UNMIS), Mas Budi, Mas Tommy, Mas DaCosta (tambahin dong kalo ada lagi)

Dari TNI ada; Mas Sarwono,juga ada Mas Tri

Dari KBRI; pastinya pasangan Sophan Sophiaan/Widyawati versi Khartoum, Mas Iman dan Mbak Tari

Juga jangan lupa the only one and always our favorite and reliable Indonesian in Khartoum Mas Taufik, yang walaupun bukan UNMIS/UNAMID buat kita sudah kayak motto salah satu brand mobile phone ”Connecting People”

Buat yang udah ngebantu dengan camilan and the gank, thanks berat. Buat yang belum sempet ngumpul bareng; kita broadcast nanti kalau ada acara lagi…he…he…

buat mas-mas di TNI dan POLRI; sorry kalau jabatan dan kepangkatannya tidak ditulis, masalahnya saya tidak begitu mengerti istilah-istilah kepolisian dan kemiliteran,sekali lagi mohon maaf!

Wijaya Ngurah SUKARASA Experienced in hospitality industry for 10 years, before join SKYLINK Aviation in Timor Leste during UNTAET/UNAMET mission as Ground Manager. Currently serving under UNMIS (United Nations Mission in Sudan) as Facilities Camp Management in Malakal (Southern of Sudan) then...

Detail Profile »

4  Comments

by Luigi Pralangga at 5 April 2008, 17:12

Kalau di negeri si bau kelek ini, personil close protection dari kontingen Filipina yang sering ngundang kita berkaroke di tenda barak mereka.. namun semenjak 2 kontingen terakhir udh nggak ada tentara wanitanya lagi – males aaaah! :D

by Hume at 5 April 2008, 18:40

Wah… Asyiknya ya bisa karaoke bareng. Pasti seru.. Dan tentunya dengan karaokean bisa ngelupain kesepian dan kepenatan, apalagi di lingkungan baru yang perlu adaptasi dulu. Lingkungan baru semangat baru, lingkungan baru temen baru..

by wijaya at 6 April 2008, 13:45

Kang;
Ide karaoke nya dari jeng Nita! She is the jewel Indonesian in Khartoum.

by Ary Laksmana at 7 April 2008, 14:48

Mas Wijaya,
Kapan nih ngumpul2 lagi…harus semakin banyak dan rame.
Saya dan rekan2 siap BERKONTRIBUSI, bukan hanya urusan nyanyi tapi juga untuk GANJAL PERUT, hahaha…as usual lah..

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Rizal Ashwam Rizal Ashwam spent his childhood living in numerous cities nationally and internationally including the historically renowned Mesopotamian City of Baghdad, Iraq, where he had enjoyed three years of middle school education among various international students, to become a part of...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago