Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Eva MULYANDARI

Convoy-ride from El-Obeid: Toilet di padang pasir yang maha luas itu..

26 September 2007, 11:31 , by Eva Mulyandari

 

Bekerja di bagian Movement Control atau disingkat dengan sebutan MOVCON, sebuah bagian dalam opersional misi pemulihan perdamaian di Sudan (UNMIS), banyak memberikan pengalaman unik.

Satu cerita seru waktu itu adalah saat pihak misi peacekeeping di Sudan mengirimkan Ablution, – yaitu toilet dikemas dalam bentuk dan ukuran kontainer, selain ablution, kitchen container units – buatan perusahaan asal Italia – Corimec.

Convoy-ride from El-Obeid

Pengiriman kontainer-kontainer ablution & kitchen unit itu berawal dari duty station dimana saya bertugas di El Obeid, lalu kontainer itu kemudian dikirimkan ke daerah lain dimana pihak misi membuka kantor operasinya di
pedalaman Sudan.

Convoy-ride from El-Obeid

Deployment kontainer ini diangkut oleh beberapa truk dalam bentuk formasi convoy. Sebuah pengalaman mengasyikan berkendara convoy duduk disebelah local drivers. Dengan pemandangan besar dan luas dalam ruang kemudi, perjalanan menyuguhkan banyak khazanah baru.

Banyak pengalaman baru yg didapat dan iring-iringan truk puh harus singgah dibeberapa desa di Sudan, waktu perjalanan sekitar 10 hari, karena jarak tempuh pergi-pulang, namun yang namanya situasi desa di Sudan, alamak! – kotornya minta ampun tidak ada bandingannya deh dengan di
 Indonesia.

Convoy-ride from El-Obeid

bepergian pelesir ke pedalaman mengawal kiriman kontainer dengan ber-convoy, banyak sekali enaknya, selain rekreasi gratisan karena selama
ini cukup bosen juga dengan rutinitas dan selalu duduk di kantor. Dengan
pelesir sekali-kali keluar adalah benar-benar sebuah refresing. Namun demikian ada juga hal yang kurang menyenagkan/enak, khusunya buat kaum wanita yang sudah pasti mesti pusing mesti cari-cari tempat aman untuk urusan wese dan ke toilet he…he…. ;-)), selain harus lihat kiri kanan dulu, takut nanti jadi bahan tontonan orang kampung yang mungkin lewat tanpa diketahui.

Untungnya waktu itu, saya sama berangkat dan ditemani bersama convoy leader jadi bisa mencari kesempatan untuk menyelinap dulu dan bersembunyi di semak-semak (kita orang bilang – nyelinap to the bushes ha-ha-ha-ha, sambil segera melepas hajat, dengan kedua mata terus melirik kanan – kiri! Nunggu semua truck lewat baru-lah.. currr!(itu yag waktu diperjalanan). Waktu istirahat makan, wah ini acara yg sudah dipersiapkan sebelumnya dari rumah dimana perbekalan sudah dimasak dan disimpan dalam kaleng biar gampang dan tidak susah karena saya faham benar dari pengalaman sebelumnya tentang bagaimana cara orang-orang Sudan itu makan dan masak, jadi setelah dipikir-pikir, tidak akan makan/beli makanan dari luar.

Niat sih sudah kuat, tapi waktu itu tidaklah mudah menolak tawaran makan
dari para supir-supir truk itu, mereka menawarkan makan siang dengan tangan yg serba jorok (kotornya minta ampun), bayangin aja mereka dijalan
terkadang betulin truck, garuk-garuk badan serta pake ngupil segala dan
segala macam jadi tahu sendiri deh seperti gimana kondisi tangan itu.

Dan mereka dengan bangganya nawarin kita makan siang dan malam hari pertama masih ok selanjutnya terserah anda he…he…….(ampun tdk bisa makan lagi kembali keselera lama……… buka kaleng langsung makan ;-), dan mereka kalau masak daging dan ayam serta semua bumbunya tidak pakai dicuci, secara akal logical mereka beranggapan bahwa kuman smua pasti mati karena udah dimasak, tapi otak berlainan pikirannya,he….he….., sudah gitu rasa dilidah juga aneh ……….. tak terbayangkan he…he…, tapi gimana lagi karena rasa hormat dan saling menghormati ya di telan aja.

Waktu itu deployment ablution container itu persis berada dalam periode
musim dingin, wah aku kira selama ini kalau namanya Africa tdk ada musim
dinginnya ternyata kalau panas sampai 49-51 derajat Celcius, kalau dingin
bener-bener nyosss sampai ketulang, karena perjalanan masih jauh jadi harus istirahat dijalan, nah tempat istimewa untuk tidur, bagi beberapa supir ada yg tidur di dalam ablution karena dipikir ablution container itu masih baru belum dipakai, jadi ya.. dijadikanlah tempat tidur buat mereka, kemudian team leader tidur di Nissan Patrol dengan memodifikasi beberapa tempat duduk dilipat untuk dijadikan tempat tidur, sedangkan saya waktu itu dapat tempat tidur VIP-truck dibelakang supir, disitu khan ada ruang untuk istirahat lah itu istimewa deh rasanya tidur disitu serasa VIP dengan
disatroni dua penjaga ada di luar truk – meski pintu sudah di kunci, tetap harus waspada karena kita belum tahu daerah itu aman atau tidaknya.

Karena waktu tiba, hari sudah gelap jadi tidak bisa observasi sebelumnya,
seperti yang di nasehatkan oleh para bapak-bapak MILOBs (Military Observer TNI). Pagi menjelang dan matahari terbit – terangpun menjalar menyinari ke semua penjuru dan kemduian baru sadar kalau tempat itu tidak karuan, pokoknya udah tidak bisa digambarkan gimana kotor dan joroknya.

Yang repot kalau di pagi hari, kalau untuk urusan mandi setengah badan – itu mah sudah biasa namun urusan buang air kecil dan apalagi besar ini
adalah susah – maka terpaksalah tendang-tendang untuk ngebangunin team leader convoy itu – he…he….

Big boss kita akhirnya terpaksa dibangunin hanya untuk ngater dan njagain
assiten-nya untuk keperluan kencing he…he…… Saat tiba di daerah yang dituju, buru-burulah mencari kesempatan untuk berbersih-diri (mandi), ternyata terkejut sekali waktu ngeliat airnya yang kelihatan berwarna coklat campur sabun. Gelo! – bayangin aja perjalanan 2 malam 3 hari tanpa mandi hanya istilahnya mandi uler-lah (asal basah setengah badan), namun demikian senang juga sih bisa keliling-keliling daerah lain di Sudan dan menambah pengetahuan geografis disana.

Lebih seru juga ternyata masuk pedalaman Sudan. Ada yang mau ikut?

Eva MULYANDARI Eva MULYANDARI Evalina has started her career in shipping industries initially in 2001,combined with export-import, warehousing and logistics experiences in East Timor later in 2004. With her extensive professional exposure in those fileds, it has made her profile became attractive to the...

Detail Profile »

5  Comments

by Luigi Pralangga at 26 September 2007, 16:26

Dear Eva,

Seru mbaca ceritanya, memang untuk urusan perjalanan jauh ke pedalaman macam begini, perkara MCK [Mandi-Cuci-Kakus] adalah urusan runyam, apalagi buat para wanita. Kalau untuk cowok2 sih tinggal mendekat ke semak-semak dan langsung deh —-> Currr!!! :-p

Semoga nggak kapok diminta ikut konvoi lagi, ditunggu cerita seru dan foto-foto dari Sudan yah! Tetep semangat! :-)

by Faesol at 27 September 2007, 17:01

Makasih telah berbagi pengalaman ngantar air dan container utk hajatan… oh jadi di Afrika juga kenal musim dingin ya? Kirain hanya panas melulu. Selamat kerja dan hati hati dinegeri orang.

Salam
FM

by reinhard at 27 September 2007, 17:10

Waduh mba eva, ngebayangin bagaimana beratnya kerja di MOVCON UNMIS, FYI saya ditunjuk sebagai wadan kontingen Formed Police Unit, yang akan berugas di HSP UNMIS pertengahan bulan Desember(kalau sesudah bulan januari akan menjadi UNAMID) di Darfur. Ya, memang semua peralatan dari Indonesia (mobil=53 unit, APC, akomodasi dll) akan dibawa via port of Sudan, menuju (kemungkinan) Nyala, Darfur selatan, dan memang saya dengar semua barang tsb akan melalui AL OBEID (pusat Movcon ?), ok thanks, nanti kalau sudah disana kontak 2x ….yaaa

by hastho at 3 October 2007, 11:16

waduh si abang kite udah ada contact person ne di sudan nanti,pesan temen ati2 bang,witing trisno jalaran suko kulino, takutnya ntar gara2 sakit kuning ngeliat orang lokal, ubi rambat depan rumah diembat juge ne? ati2 gaol, jangan kumat lagi

by Rika at 5 October 2007, 10:07

Hi Mbak Eva, tetap semangat ya.. i wish i have the courage like you!

betewe, kalau bertemu Andre Louhanopessy di Sudan, tolong sampaikan salam saya.. dari juniornya angkatan 95 di TL..

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Endro Prabowo Endro Prabowo Endro Prabowo, S.Kom, was born in Semarang, in September 25th 1975. Concluded High School at SMAN 1 Ungaran in 1993, joined the Indonesian National Police in 1995 then graduated at National Police School Banyubiru further assigned there as Instructor up...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago