Naqoura Lebanon Selatan, 22 Juni 2010. Kondisi cuaca serta suhu di daerah penugasan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu tugas, Setelah enam bulan bertugas, dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indo Force Headquarter Support Unit (FHQSU) Konga XXVI-B1, Satgas 1st dan 2nd Indo Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-B2 mulai merasakan panasnya suhu dan cuaca di Lebanon.
Pegunungan di Lebanon Selatan yang didominasi dengan bebatuan yang semula tertutup dengan rerumputan dan tumbuhan – tumbuhan perdu sekarang mulai menguning dan mongering, hanya beberapa tanaman yang masih terlihat hijau seperti pohon Zaitun. Kondisi cuaca panas juga begitu dirasakan di daerah Naqoura yang berbatasan langsung dengan laut, Prajurit TNI yang bertugas di Markas Besar UNIFIL merasakan panasnya suhu yang lebih panas dibandingkan dengan daerah yang lain di wilayah Lebanon karena di malam hari pun angin yang berhembus dari laut terasa kering, terlebih lagi dengan debu yang berterbangan di sekelilingnya.
Keadaan ini berdampak langsung terhadap kegiatan operasional Satgas serta pelaksanaan aktivitas para prajurit TNI di lapangan, Prajurit TNI yang semula berpakaian rangkap dan berjaket kini mulai menanggalkannya diganti dengan perlengkapan untuk mengurangi rasa panas yang mencapai suhu 39 derajat Celsius, begitu juga kaca mata untuk melindungi dari teriknya matahari serta ditambah dengan masker penutup hidung dan mulut untuk melindungi debu yang berterbangan.
Dansatgas Indo FHQSU Konga XXVI-B1 Kolonel Inf Restu Widiyantoro menghimbau kepada prajurit TNI baik Satgas Indo FHQSU Konga XXVI-B1, 1st dan 2nd Indo FPC Konga XXVI-B2 dan Satgas Indo Medical (Indomed) dengan adanya cuaca maupun suhu yang mulai dirasakan panas, agar setiap prajurit TNI mewaspadai kemungkinan timbulnya bahaya kebakaran dengan mencegah pembuangan puntung rokok sembarangan dan mengecek seluruh instalasi listrik yang ada di tiap-tiap markas maupun lingkungan kerja masing-masing.
Menghadapi kondisi panas tersebut, Kolonel Inf Restu Widiyantoro juga menekankan kepada seluruh anggotanya untuk lebih waspada dalam menjalankan tugasnya dan tidak membuat lengah kesiapsiagaan serta kewaspadaan para Pasukan Penjaga Perdamaian Dunia (Peacekeeper) dari Indonesia yang memiliki tanggung jawab untuk memelihara perdamaian di Lebanon Selatan sesuai dengan Resolusi Dewan keamanan PBB nomor 1701, serta membuat kewaspadaan prajurit TNI menjadi lengah hanya dikarenakan cuaca sehingga dapat menyebabkan kelalaian karena tidak menutup kemungkinan akan timbulnya ancaman bagi personel PBB yang tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon Selatan. Selama ini kondisi Pasukan Garuda di Lebanon dalam kondisi aman, dan masyarakat setempat sendiri bisa menerima kehadiran prajurit TNI yang sudah berada di Lebanon sejak akhir 2006.
Sedangkan Perwira Penerangan Satgas Konga XXVI-B1&B2 Lettu Laut Rully Ramadhiansyah menambahkan dalam kondisi cuaca seperti ini pula, kehidupan menjadi lebih panjang karena keadaan siang yang terang menjadi lebih lama dibanding malam hari, Kondisi ini tentunya memberikan nuansa yang berbeda bagi prajurit TNI, karena mereka tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya di tanah air dimana waktu antara siang hari dan malam hari adalah relatif sama.






Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago