Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Delegasi DPKO - New York kunjungi Wilayah Operasional Konga XX-F

17 August 2009, 05:58 , by Leo Sugandi

 

Direktur Divisi Afrika II-Mr. Raisedon Zenenga dari DPKO (Departemen of Peacekeeping Operations) Markas Besar PBB New York, Minggu pagi (16/8) waktu Kongo, mengunjungi wilayah Dungu-Kongo yang merupakan wilayah operasional Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F. Mr. Zenenga menyampaikan penghargaannya kepada seluruh personel sipil dan militer PBB yang telah mendukung pemerintah Kongo memerangi milisi bersenjata sekaligus membangun wilayah Dungu yang merupakan perbatasan wilayah Kongo dengan Negara Sudan.

UN Delegation in Dungu

Dalam kunjungan tersebut, Mr. Zenenga menerima paparan dari Komandan Satgas Konga XX-F, Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo mengenai hasil pekerjaan yang telah dan yang sedang diselesaikan oleh Kontingen yang dipimpinnya, meliputi perawatan Bandar udara Dungu, perbaikan jalan Dungu-Durru, perbaikan kantor Walikota Dungu serta pekerjaan Zeni lainnya yang mendapat apresiasi positif dari delegasi New York tersebut.

Meeting with the delegation

Dansatgas XX-F briefs the delegation

Mr. Zenenga di dampingi oleh Komandan Brigade Ituri juga sempat meninjau lokasi camp badan kemanusiaan PBB serta Company Operational Base Dungu yang dibangun oleh Kontingen Indonesia.

Satgas Garuda XX-F renovates city mayor's office

Pada kesempatan itu, Komandan Divisi FARDC (pasukan pemerintah Kongo)-Kolonel Mundos juga menjelaskan situasi keamanan wilayah Dungu dan sekitarnya yang dinilai relatif semakin kondusif dengan adanya pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah tersebut. Personel militer MONUC (Mission de l’Organisation des Nations Unies en République Démocratique du Congo/misi PBB di Kongo) bersama pasukan FARDC tergabung dalam Operasi Rudia. Masalah utama yang ditemui di lapangan dalam pelaksanaan Operasi Rudia adalah kendala pendistribusian logistik kepada pasukan FARDC yang berada di garis depan. Hal tersebut diakibatkan oleh rusaknya transportasi darat dan minimnya alat angkut udara dukungan dari MONUC. Dalam operasi Rudia, MONUC bertanggung jawab untuk men-support sepenuhnya tentara pemerintah Kongo dengan memberikan dukungan makanan, bahan bakar minyak, dan proses evakuasi pasukan yang ada di garis depan.

Menanggapi masalah tersebut, Mr. Zenenga menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi perhatian utama para petinggi di New York karena saat ini tengah dibahas Negara kontributor yang akan bergabung bersama PBB dalam mengirimkan alat angkut udara seperti helikopter dan pesawat fixed wing. Direktur Divisi wilayah Afrika dari DPKO menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh staf dan personel pasukan penjaga perdamaian di Dungu yang telah mendedikasikan waktu dan pikirannya demi terciptanya perdamaian di Kongo. Dirinya juga mengaku telah memperoleh gambaran yang jelas tentang pelaksanaan tugas pasukan penjaga perdamaian di Kongo dalam mendukung Operasi Rudia (Operasi gabungan MONUC dan FARDC/Tentara nasional Kongo) mengejar dan menangkap milisi LRA yang menjadi momok diwilayah perbatasan Negara Kongo.

Leo Sugandi Leo SUGANDI Leo Sugandi graduated from Norwich University (Military College of Vermont) with bachelor degrees in political science and history. An infantry man after commissioned into the Indonesian Army in 2001. Currently serving as Public Information Officer of the Indonesian Engineering Company under MONUC (UN mission...

Detail Profile »

1  Comment

by Capt. Zulhadrie S.Mara at 17 August 2009, 12:48

I am very impress with Dunggu Airstrip..we constructed it 2 years before..welldone..

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Asmida Rizki Siregar Iptu Asmida Rizki Siregar, A graduate from Indonesia’s Police Academy of 2005. Presently serving as Police Adviser in Port-au-Prince, Haiti under the United Nations Stabilization Mission for Haiti (MINUSTAH). Being a member of Garuda Bhayangkara Contingent of MINUSTAH –...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago