Correspondent Muhammad IRAWADI
Total 5 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 569 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Sexual Abuse: Sebuah pelanggaran serius bagi para peacekeepers
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
Pendekatan secara informal dan kekeluargaan sangat menarik perhatian masayarakat lokal terhadap keberadaan kontingen Indonesia. Pada saat pertama datang, dengan keterbatasan air yang harus diambil dari Marjayoun (45 km dari Posko kontingen), kini kontingen Indonesia dapat menggunakan sumber air di Markaba yang merupakan milik masyarakat setempat.
Dengan bentuk daerah yang bergunung-gunung dan laut yang hangat, Lebanon merupakan negara peralihan. Meskipun masih masuk dalam benua Asia namun, dapat dikatakan memiliki 4 musim. Saat kontingen Indonesia tiba, musim dingin sudah hadir. Tentunya hal ini merupakan perbedaan dengan Indonesia dimana Konga XXIII-A berasal. Tetapi karena sudah di lengkapi dengan perlengkapan yang memadai, kondisi ini dapat di hadapi.

Bukit dan lembah ciri Lebanon Selatan
Dinginnya cuaca mulai dapat di atasi, apalagi kegiatan sudah dilakukan. Patroli, koordinasi dan berinteraksi dengan masyarakat memiliki cerita yang menarik. Bukit dan tebing yang curam merupakan hal yang biasa. Sejauh mata memandang kita dapat melihat sesuatu karena tidak adanya penghalang.
Kemampuan berkomunikasi dengan bahasa internasional khususnya bahasa Inggris sangat menentukan. Kesiapan unsur pimpinan dalam memahami bahasa untuk berkomunikasi dengan tentara penjaga perdamaian dari berbagai negara lain terutama dalam penugasan keseharian, misalnya pelaporan kegiatan dan untuk koordinasi patroli. Tingkat komandan pleton mutlak menguasai bahasa yang digunakan untuk koordinasi kegiatan patroli. Sedangkan saat berkomunikasi dengan masyarakat, terutama anggota menggunakan body language. Karena daerah Lebanon Selatan dominan penduduknya adalah petani. “Sabahul khoir”, kaifa haluka” terucap lancar dan fasih oleh lettu Pandi Simbolon, saat bertemu penduduk sekitar. “Toyib, Alhamdulillah, jawab Mahmuod bapak berusia 60 tahun. Pandi yang bergabung dalam kontingen, bergembira meskipun beragama Kristen dapat berinteraksi, dan berucap bahasa arab. Meskipun hanya beberapa kata yang diketahui, tidak menyurutkan prajurit ini untuk berkomunikasi. Masyarakat yang bertemu dengan personel Indonesia, selalu melambaikan tangan dengan hangat.
Pengemudi kendaraan salah satu keahlian khusus yang harus disiapkan dan benar-benar selektif. Perubahan kebiasaan menyetir pada sisi kiri jalan menjadi di sisi kanan jalan merupakan persoalan tersendiri dan memerlukan waktu untuk penyesuaian. Upaya yang dilakukan dari Satgas diantaranya mewajibkan adanya personel pendamping pengemudi yang berusaha mengingatkan posisi kendaraan agar sesuai ketentuan dan pada jalurnya. Pengemudi kendaraan memerlukan pelatihan khusus tentang etika, tata tertib mengemudi standard internasional, pemahaman rambu-rambu lalu lintas lokal dan mengatasi permasalahan kendaraan pada kerusakan ringan dan pemeliharaan sehari-hari. Penguasaan karakteristik kendaraan mutlak dikuasainya. Hal lain yang harus dikuasainya adalah mengoperasionalkan GPS, membaca peta guna mengantisipasi tersesat dan juga berkomunikasi dengan radio. Kegiatan pengemudi juga dapat mencerminkan disiplin berlalu-lintas suatu bangsa. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi kendaraan wajib dilakukan setiap hari.

Jalan yang curam memerlukan ekstra kehati-hatian dari para pengemudi Ranpur
« Sexual Abuse: Sebuah pelanggaran serius bagi para peacekeepers Bukan Sembarang Papa »