About This Post

Puguh PAMUNGKAS

Correspondent Puguh PAMUNGKAS

Total 1 comment

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 332 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.5/10(2 votes cast)

Articles

Disiplin, On-Time, Clean, Loyal

Sepertinya tidak ada kata telat yang harus kita ucapkan untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada Allah SWT, dankalangan dunia internasional yang telah membantu dalam hal rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, yang telah dilanda bencana tsunami pada 26 December 2004.

Tiada yang menyangka apabila mata dan tumpuan kita langsung melihat apalagi menjadi korban yang berada di lokasi pada waktu itu. Sungguh tidak mudah untuk mengembalikan keadaan Aceh seperti sedia kala, itulah yang tersirat dari pikiran semua penduduk dan masyarakat di Aceh.

Dengan upaya keras dan kerjasama banyak kalangan, semuanya telah berjalan dengan baik. Bisa kita katakan bahwa kita telah mencapai keberhasilan hingga 50% dan bahkan lebih dalam kurun waktu 32 bulan.

Satu hal yang tidak bisa begitu saja kita lupakan, bahwa keberadaan dan peranan UNHAS/UNJLC sebagai mitra yang mendukung urusan logistik di Aceh untuk urusan operasi pendistribusian bantuan, bertempat di Bandar udara Sultan Iskandar Muda – Banda Aceh, sangatlah besar dan strategis.

Disinilah kita bekerjasama dengan anak negeri (TNI) dan saling berkoordinasi dalam menerima seluruh armada udara yang dating dari berbagai negara dan juga pihak militer asing, yang misi utamanya adalah membawa bantuan seperti makanan, pakaian, air bersih, obat-obatan, tenda, hingga peralatan berat.

Pihak Angkatan Udara – TNI AU adalah institusi yang membantu mengarahkan semua pesawat masuk, setelah mereka mendarat, dan memandu mereka mendapatkan ruang/space untuk keperluan bongkar-muat Cargo.

Dengan hanya memanfaatkan luas apron yang terbatas dengan dibandingkan jumlah lalu lintas udara yang masuk dan kesibukannya – mungkin mengimbangi Bandara Cengkareng, tentu saja hal ini menjadi suatu tugas yang berat bagi seluruh pihak terkait pada Bandara udara Sultan Iskandar Muda. Baik mereka di kalangan sipil maupun Militer-nya.

Masing-masing dari mereka mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar. Sebagai ATC (Air Traffic Controller) saja, mungkin ini adalah hal yang paling bersejarah bagi mereka. Dimana traffic/lalu-lintas udara saat itu hampir tiap 5 menit sekali ada penerbangan masuk maupun keluar. Sungguh hal yang menakjubkan dan sekaligus melelahkan.

Kecelakan udara pun tidak dapat dihindari bagi pesawat Seahawk Navy U.S. Mereka juga mengalami kecelakaan jatuh di persawahan sekitar bandara pada saat manouver landing, kejadian serupa lainya pada pesawat cargo Tri-MG yang tergelincir. Namun kesemuanya itu tidak menimbulkan korban fatal. Sekali lagi kita harus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menjalankan tugasnya dengan baik, khususnya pada saat Emergency Response Operation for Aceh.

Terima kasih, saya ucapkan karena telah membantu para pilot dan Airmen dalam menyalurkan bantuan melalui udara, lalu untuk ATC, personil Ground Handling, loader serta Airforce Marshaler yang telah terbukti, bahwa Kedisiplinan, On-time, Cleanliness dan Loyalitas bapak-bapak di TNI-lah merupakan kunci sukses operasi ini.

Dan kini operasi saat ini telah berubah fasenya ke fase Rehabilitasi dan bantuan bapak-bapak TNI tetap terus mengiringi kita, Semoga Allah membalasnya dengan pahala berlimpah.

by Luigi Pralangga at 26 September 2007, 19:17

Dear Puguh,

Semoga upaya Puguh dan kawan-kawan disana mendukung terus program rehabilitasi Aceh & Nias senantiasa membuahkan hasil menjadikan Aceh & Nias pulih total. Salut dan admirasi buat para personil TNI yang bertugas disana.. salam merah-putih dari Afrika Barat.