Correspondent Sandy M. PRAKASA
Total 5 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 82 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Volunteering Gives You an Opportunity to Change People's Lives, Including Your Own
KONTINGEN GARUDA XXIII B menjadi jawara tembak di UNIFIL- Lebanon >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
(Adshit Al Qusayr, 22/5) Untuk pertama kalinya sejak bertugas di Lebanon Selatan 6 bulan silam, Satgas Yon Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B mendapatkan kunjungan dua Jenderal UNIFIL sekaligus dalam satu hari. Tidak kepalang tanggung, kali ini Sang Jenderal tertinggi alias Force Commander (FC/ Panglima) UNIFIL Mayjen Claudio Graziano _dari Italia dan Deputy Force Commander Brigjen A K Bardalai _dari India menginjakkan kaki di Markas Konga XXIII B UN Posn 7-1, Adshit Al Qusayr. Kedatangan mereka tidak bersamaan melainkan berselang waktu hanya beberapa menit saja.
Yang pertama kali datang ialah Mayjen Claudio Graziano dengan menggunakan Helikopter PBB jenis Bell 412. Tepat pukul 10.20 waktu setempat, Jenderal Italia ini menapakkan kakinya di Helipad Markas pasukan Kontingen Garuda XXIII B.

Beliau didampingi oleh 2 orang ADC-nya yaitu Kapten Paolo Sandri dan Kapten Nikhil Sharma. Kedatangan Beliau disambut langsung oleh Dansatgas Kontingen Garuda XXIII B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos beserta _Wadansatgas Letkol Mar Ipung Purwadi _dan para perwira staf lainnya. Selanjutnya, Jenderal Graziano menuju ruang rapat untuk menerima paparan singkat tentang situasi dan kondisi Kontingen Indonesia. Beliau nampak antusias mengikuti paparan bahkan beberapa kali memberikan respon positif berupa pertanyaan dan tanggapan, baik kepada Dansatgas maupun kepada Perwira Staf lainnya.
Selesai acara paparan, Beliau sempat berbincang-bincang sesaat dengan Dansatgas di depan Kolam Ikan dan Dinding Curahan Air. Graziano memuji ke-2 karya kreatif prajurit-prajurit Garuda tersebut, yang disebutnya merupakan karya seni yang indah.


Pada kesempatan itu, Dansatgas memberikan souvenir berupa Plakat dan Miniatur Kapal Phinisi khas Indonesia. Tak dinyana, Graziano juga memberikan souvenir dengan tema yang sama yaitu miniatur kapal. Bedanya, miniatur yang diberikan oleh Beliau berada dalam sebuah botol berlogo PBB. Sesudah acara tukar menukar cindera mata, Jenderal yang pernah menjadi Atase Pertahanan di Amerika Serikat itu didaulat untuk menuliskan kesan dan pesannya terhadap prajurit Indonesia serta foto bersama dengan Dansatgas serta para Perwira Staf Konga XXIII-B.

Selanjutnya, Beliau beserta Dansatgas berangkat menuju ke Base Camp Kompi “A” UN Posn 9-63 di El Aaddaise dalam rangka peninjauan ke lapangan dengan menggunakan jalan darat.
Sepanjang perjalanan menuju Base Camp Kompi “A”, Panglima UNIFIL melihat secara langsung bagaimana sikap masyarakat Lebanon yang selalu melambaikan tangan dan bertegur sapa saat dilewati oleh konvoi rombongan ini. Fakta ini sungguh menggembirakan Beliau sehingga Beliau pun akhirnya berkesimpulan bahwa kehadiran pasukan UNIFIL, khususnya pasukan Indobatt ternyata betul-betul diterima oleh masyarakat Lebanon.
Setibanya di tempat tujuan, Beliau diterima langsung oleh Komandan Kompi (Danki) Mekanis A Kapten Inf Edy Widiyanto yang menjelaskan tentang disposisi dan komposisi pasukannya. Dalam kesempatan ini, Mayjen Graziano selaku Force Commander UNIFIL menyempatkan diri untuk melihat dan menunjukkan langsung tapal batas negara Lebanon dan Israel yang merupakan Blue Line sekaligus Hot Spot bagi pasukan PBB yang bertugas di Lebanon Selatan di mana saat ini dijaga oleh pasukan dari Konga XXIII B, khususnya anggota Kompi “A”.
Mengakhiri kunjungannya, Graziano menyatakan kekaguman sekaligus kepuasannya terhadap pelaksanaan tugas prajurit-prajurit Garuda XXIII B selama ini. Tepat pukul 12.00, Beliau meninggalkan area operasi Kontingen Indonesia dengan menggunakan Helikopter yang sama dari Helipad PB Mar.
Berselang 30 menit dari kepergian Mayjen Graziano, Deputy Force Commander (DFC) Brigjen A K Bardalai dari India tiba di Markas Indobatt melalui jalan darat. Beliau didampingi oleh Kolonel J Menon (Deputy Chief Of Staff UNIFIL), Letkol Sanoeep Puri (Military Advisor to DFC) dan Kapten Manvendra Singh. Seperti halnya penyambutan terhadap FC, Dansatgas dan Wadansatgas beserta seluruh Perwira Staf Konga XXIII B juga menerima langsung kedatangan Beliau di depan Markas *Soekarno Base*. Selanjutnya, Beliau dan para Perwira langsung menuju ruang rapat dalam rangka paparan Dansatgas.


Saat acara paparan ini, Brigjen Bardalai terlihat amat tertarik bahkan meminta penjelasan lebih mendetail dari Perwira Staf Operasi Kapten Mar Burhanuddin tentang operasional taktis pasukan Indobatt (Indonesian Battalion). Sekitar 50 menit berada di Markas Indobatt UN Posn 7-1, Beliau melanjutkan perjalanan ke Base Camp Kompi Mekanis “C” di Az Ziqqiyah dalam rangka peninjauan keliling didampingi oleh Dansatgas.
Namun sebelumnya, Beliau berkunjung terlebih dahulu ke Mayor (setingkat Kepala Desa) Adshit Al Qusayr yang bernama Ahmad Suwaydan di kantornya karena di wilayah inilah pasukan Kontingen Indonesia berdomisili. Tidak diketahui dengan pasti maksud kunjungan Jenderal India ini. Hanya saja dalam pertemuan dengan Suwaydan, Beliau menanyakan apakah selama ini pernah mengalami masalah dengan prajurit-prajurit UNIFIL. Dengan tegas Mayor itu menjawab tidak pernah ada masalah dengan UNIFIL, apalagi dengan Kontingen Indonesia yang sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga di wilayahnya. Mendengar jawaban itu, Jenderal India itu tersenyum sambil mengangguk-angguk.
Masih penasaran dengan jawaban dari Mayor wilayah Adshit Al Qusayr, Brigjen Bardalai selanjutnya melakukan kunjungan mendadak ke wilayah Deir Sirriane dimana saat itu kebetulan sedang berlangsung kegiatan Cimic (Civil Military Cooperation) yaitu Medical Assistance dan First Aid Training oleh prajurit Indobatt. Di tempat tersebut, Beliau menyempatkan diri bertemu dengan tokoh masyarakat setempat yaitu Abu Musa dan Hajj Roshyid. Dalam kesempatan ini, Beliau juga menanyakan beberapa pertanyaan yang mirip dengan pertanyaan yang diajukan kepada Suwaydan. Ke-2 tokoh ini pun secara spontanitas mengemukakan jawaban yang sama bahwa prajurit Indonesia selalu diterima dengan baik oleh segenap warga Deir Sirriane karena sudah dianggap seperti saudara sendiri.
Puas mendengar jawaban yang dikemukakan oleh para tokoh masyarakat di wilayah Lebanon Selatan, termasuk menyaksikan sendiri bagaimana kegiatan yang dilakukan oleh prajurit Garuda XXIII B, barulah Brigjen Bardalai melanjutkan perjalanan ke Base Camp Kompi “C” UN Posn 9-2 di Az Ziqqiyah. Di tempat ini, Beliau menerima penjelasan singkat oleh Danki “C” Kapten Mar Fredy Ardiansyah tentang situasi dan kondisi di wilayahnya. Selanjutnya, Brigjen Bardalai melakukan pengamatan langsung menggunakan teropong ke arah Sungai Litani yang merupakan batas wilayah operasi UNIFIL di sebelah Utara dimana ditengarai sering terlihat aktivitas Armed Element di tempat tersebut.
Di akhir kunjungannya sebelum kembali ke Markas Besar UNIFIL di Naqoura, Brigjen Bardalai menuliskan pesan dan kesannya terhadap prajurit Kontingen Indonesia; *It’s my honor to be with the gallant soldiers of Indobatt. You are doing on excellent job. Please keep it of*.
Selamat prajuritku,
tiupkan wangi merah putih ke seluruh pelosok bumi
hingga harumnya
mampu membelai hati yang gundah
menebar kedamaian
bagi batu, tanah, ranting-ranting pepohonan,
burung-burung dan manusia
Salam hangat
Hebat, dan bangga saya dengan Pasukan Garuda kita, terus kejutkan dunia dengan kepakkan sayapmu, beri warna dunia dengan berani dan sucimu, goreskan selalu citra abadi dengan cengkraman mu, bravo Garuda.
Hilman
Ketika pulang nanti ke Indonesia, biar menjadi kenangan manis yang tak terlupakan……kamu para prajurit telah menoreh tinta emas bagi citra Indonesia (khususnya TNI) di dunia….God Bless You
Kibarkan terus sang Merah Putih…. tebarkan harumnya, toreh tinta emas di tiap hati masyarakat dimana KONGA kita pernah berada, agar selalu dikenang kebaikannya.
Salut Capt! Keep up a good work ya…
Salut up !
Binter itu ‘pekerjaan’ kita.. Baik2 dengan rakyat.
Di negara mana pun kita berada, Baik2 dengan rakyat.
Sukses Konga XXIII-B !!
Smoga TUHAN selalu menyertai seluruh Prajurit TNI di mana pun bertugas.
« Volunteering Gives You an Opportunity to Change People's Lives, Including Your Own KONTINGEN GARUDA XXIII B menjadi jawara tembak di UNIFIL- Lebanon »