Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Dukungan logistik peacekeepers: Gizi terjaga, tugas terlaksana

10 February 2009, 02:59 , by Luigi Pralangga

 

Siang itu, salah seorang karib di kantor Director Mission Support mengabari kalau nama si kampret ini termasuk dalam daftar personil yang ditunjuk untuk mewakili Procurement Section untuk ikut dalam kunjungan rombongan VIP untuk terbang mengunjungi kantor UNMIL di sektor (Baca: Pedalaman) dimana acapkali perihal pengadaan/logistik sering menjadi tantangan serius dari sisi kelancaran operasional, dan perwakilan dari masing-masing ‘substantive sections’ agar mengirimkan wakilnya bersama rombongan VIP meninjau kelapangan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para staf disana.

Salah satu pertanyaan orang-orang di lapangan itu (Baca: Kantor UNMIL di hutan/kampung mblasak-mblusuk) itu adalah sangat tipikal: kenapa kiriman barang-barang selalu datang terlambat, dan lain sebagainya – dari sisi logistik. Selepasnya adalah masalah keamanan dan rotasi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas menjaga AOR (Area of Responsibility).

Kalau kita masih ingat di era pemerintahan mantan Presiden Alm. Soeharto yang saatitu sering kita menyaksikan di televisi sajian acara temu petani-kelompencapir (Kelompok Pembaca dan Pemikir) berdialog dengan rombongan kepresidenan itu – Nah, persis! – begitulah rombongan VIP ini gambaran-nya, bedanya kita mengunjungi pasukan yang bertugas di pelosok itu, berbincang dengan para sector engineers dan regional administrator officers, seperti ‘pak lurah’nya misi PBB di Liberia ini deh.

Dalam acara tanya-jawab antara staff misi di daerah dengan rombongan, yang menjadi perihal cukup krusial adalah pasokan bahan makanan yang tidak jarang mengalami keterlambatan kirim, lantaran faktor cuaca, sang pilot heli memandang langit yang sudah muram itu mendadak mogok, emoh terbang kadang sampai 1-2 hari selalu mengalami penjadwalan ulang.

Pilot dan crew-nya tidak bisa disalahkan, cuaca memang musuh bebuyutan mereka, khususnya di Liberia yang notabene kalau sudah hujan bercampur gludug (baca: Halilintar) itu sudah nggak ada ampun deh – banyak peralatan komunikasi kitayang hangus tersambar petir, kebayang kalau si helikoper resupply itu terkena – amit-amit lah!.

Sudah pasti terbayang bagaimana rasanya pasukan dan para staff di pedalaman sana harus bersabar untuk menunggu jatah pasokan, dan yang terpenting adalah pasokan makanan selain solar dan barang-barang supplies lain-nya.

——————————————————

Sebuah pagi di akhir pekan – si kampret ini ditelepon oleh sohib yang berdinas di Air Operations & Movement Control, seorang mas-mas dari Rusia, sebutlah dia namanya _Olyxsander Sontoloyev).

Hey, mame.. inget obrolan kita tempo hari.. soal penerbangan resupply ke Harper?..”

Iyah, pasti masih inget – sudah turun jadwalnya jam berapa?”

Nanti siang, jam 1:30 dan namau ada dalam passenger manifest, kita terbang balik hari..” – Ucapnya.

Good, saya sedang dijalan menuju Airport, ETA – 10 mikes..” – jawab si kampret ini.

Roger – see you at the tarmac..” – click!

Si Mas Sontoloyev ini memang selalu memberi khabar saat ada jadwal penerbangan resupply ke daerah pedalaman dimana acapkali bila longgar si kampret ini pun turut serta sambil secara tidak resmi menjadi “Mat Kodak” bagi kegiatan bongkar muat yang menjadi dokumentasi kantor mereka.

UN Helicopter

UN Helicopter

UN Helicopter

UN Helicopter

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Liberia, saat ini berjumlah sekitar 9000 personil yang tiap hari harus dicukupi gizi-nya, agar lancar dalam melaksanakan tugasnya masing-masing dan menikmati pasokan gizi yang cukup sesuai Daily Nutrition Allowance. Kalau dilihat dari macam-ragam panganan yang naik dimuat di plaka kargo ini – sumpeee! persis seperti belanjaan di Carrefour itu! – Makanan bermutu semua.

UNMIL Movcon staff

UNMIL Movcon staff

Setelah kelar mendokumentasikan proses bongkar muat, tidak ketinggalan pula si Mas Sontoloyev sempat-sempatnya bergaya dan minta difoto di ruang kokpit dan bersama para staff lokal yang sebelumnya sibuk membongkar muat. Sudah pasti si kampret ini selalu menjadi yang paling terakhir untuk ikut difoto sebelum lepas landas.

PS: Ohya, kalau ditanya seperti apa sih rasanya naik heli resupply ini? —-> Berisik banget! – seperti duduk disebelah genset raksasa! dan getaran serta deru mesin & baling-baling-nya bikin bokong ini jadi mati rasa!.

PPS: Mau ikutan?.. kalau gitu ayo ngelamar ke ———> SINI .

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

1  Comment

by Reiza at 16 February 2009, 16:44

hahahahaa….
nice story :)

tetap semangat !!

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sulung PURWOKO Courage under fire, this would be sufficient to describe this fellow’s personal quality traits. Equipped with hands-on expertise in medical field, having been working in West Papua, Indonesia – Sulung Purwoko, began to step-up into a bigger challenges, that is...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago