Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 34 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 632 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Dakar... Sebuah Catatan Perjalanan
HUT MARINIR Ke-61 Dirayakan di Lebanon >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Tiba di Hongkong, Chek Lap Kok Int’l Airport, langsung menuju Business Lounge, dan disana ditawarkan fasilitas shower service, kepala ini sudah langsung ngeres aja membayangkan “jasa di-mandi-ken”, waaaw, keren!.
Kincir Angin, Bunga Tulip, Kanal sungai yang ratusan kilometer panjangnya dan segudang ekspresi yang biasa terlontar dari mereka yang pernah berkunjung dan atau tinggal di Negeri Belanda. Negeri yang indah dimana Kumpeni (a.k.a VOC) itu berasal.
Belum lama ini, saya menyempatkan diri untuk mampir dan sekaligus berkesempatan menengok 2 orang sahabat baik, diantara keduanya adalah sahabat yang saya temui pertama kali di situs Blog-nya dan seorang lagi adalah sahabat kental sejak jaman si kampret ini masih ingusan dan berseragam celana pendek ke sekolah.
Semuanya diawali saat perjalanan kembali ke Monrovia, setelah liburan selama satu bulan lamanya di Jakarta pada bulan September lalu.
Perjalanan Jakarta – Hongkong terasa amat menyenangkan. Memang seperti banyak kampret-kampret yang sering bepergian dengan pesawat udara, terbang dengan mengantongi boarding pass di kelas bisnis memang terasa amat menyenangkan dan beda sekali pelayanannya, jelaslah begitu –

Terbang dengan Cathay Pacific, duduk di barisan paling depan, judulnya kelas bisnis persis dibelakang dapur dan cockpit A340 Seri 300 ini, terdapatlah disana deretan kursi penumpang dua-dua-dua, nomor kursi ini menunjukkan bahwa barisan dua ditengahlah dimana saya akan duduk, dan disebelah saya kemudian duduklah bapak-bapak usia 50-an dengan perut tambun sebesar bedug masjid dengan kacamata persis-pantat-botol (Kacamata tebeel bgt!), dengan ramah menyapa, sambil mbak-mbak pramugari berdandankan kebaya manis sibuk menyapa dan mempersiapkan welcome drink.
“Selamat malam Pak Pralangga.. selamat datang di penerbangan CX 258, nama saya (marilah kita sebut saja namanya si mbak Pramugari ini: Santi Ndorokulo) Santi.
Seneng rasanya mendengar nama sendiri itu terlontar dalam sambut ramah sang cabin crew, yang nampaknya sudah hafal kalau si kampret berambut ala sikat WC ini pasti si Luigi Pralangga, dan duduklah saya di kursi itu.
“Bapak mau mencoba Champagne atau Orange Juice?” – dengan senyum si Mbak Ndorokulo menawarkan pilihan sembari menyodorkan tray penuh dengan deretan gelas berisikan champagne dan orange juice.
“Saya coba Orange Juice ya mbak, terima kasih…” – belum lama berselang, mampirlah dia kembali menyapa dimana ditangan kanan-nya penuh dengan beberapa jenis koran lokal seperti harian Kompas dan koran-koran regional hari itu.
« Dakar... Sebuah Catatan Perjalanan HUT MARINIR Ke-61 Dirayakan di Lebanon »