Correspondent Catur SULASDIARSO
Total 11 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 593 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Oleh-oleh dari Peringatan United Nations Day di Liberia
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Jangan pernah membayangkan bahwa flying toilet adalah toilet dalam pesawat terbang dengan bak besar lengkap dengan gayung untuk mengguyur kotoran kita, atau toilet dengan “bathtub” yang bisa untuk selonjor. Flying Toilet tercipta bukan melaui proses panjang yang memerlukan riset bertahun-tahun dan memerlukan keseriusan tapi flying toilet ini tercipta karena secara kebetulan
Nama BJ Habibie mantan Presiden ke 3 Republik Indonesia sangat di kenal didunia penerbangan dimana konsep efisiensi kokpit sampai sekarang tetap dipakai oleh perusahaan pembuat pesawat terbang diseluruh dunia, bahkan rumus Habibie yang diciptakan oleh mantan vice preiden sebuah perusahaan terkemuka pembuat pesawat terbang di jerman diajarkan secara luas di universitas universitas teknik di Jerman. Kita patut berbangga karena sebuah karya anak bangsa Indonesia dipakai acuan oleh bangsa bangsa di dunia.
Tentunya apa yang dilakukan oleh mantan Presidean kita itu memerlukan kerja keras dan keseriusan yang sangat luar biasa, rumus Habibie tidak tercipta karena secara kebetulan tapi sudah barang tentu melalui proses yang sangat panjang. Semua cerita tersebut diatas sangat bertolak belakang dengan apa yang diciptakan oleh seorang anak bangsa Indonesia yang lainnya, yang ia namakan “Flying Toilet” walaupun mengandung unsur kata Flying namun tidak ada kaitan sama sekali dengan dunia penerbangan .
Jangan pernah membayangkan bahwa flying toilet adalah toilet dalam pesawat terbang dengan bak besar lengkap dengan gayung untuk mengguyur kotoran kita, atau toilet dengan “bathtub” yang bisa untuk selonjor. Flying Toilet tercipta bukan melaui proses panjang yang memerlukan riset bertahun-tahun dan memerlukan keseriusan tapi flying toilet ini tercipta karena secara kebetulan, karena suatu kebutuhan yang sangat amat mendesak. Sebuah konsep yang sangat amat sederhana namun sangat hakiki karena menyangkut keselamatn jiwa, aneh tapi nyata, dan konsep tersebut sekarang dipakai oleh beberapa negara antara dari Thailand, Malaysia, Philipina, Nepal, Bangladesh, India, Pakistan, Mesir, Mali, Uganda, Nigeria, Zambia, Gambia, Zimbabwe, Jerman, Swedia, Ecuador.
Kembali pada sejarah terciptanya Flying Toilet, temuan itu diawali dengan adanya “Operation Order” dari Kolonel Bharat Shekawat Singh(India) Komandan sector III/Malakal United Nations Mission in Sudan/UNMIS untuk melaksanakan Long Range Patrol ke Pibor Sebuah daerah di wilayah kerja Bor yang kira kira 45 menit jika di tempuh dengan helikopter MI 8 buatan Rusia. Ada 3 kelompok bersenjata di Pibor yaitu SAF (SUDAN ARMED FORCES) atau angkatan bersenjata pemerintah Sudan(utara), SPLA (Sudan People Liberation Army) atau Tentara pemerintah Sudan (selatan) dan PDF (Pibor Defence Forces), sebuah kelompok bersenjata yang seharusnya sesuai dengan CPA (Comprehensive Peace Agreement) harus memilih bergabung dengan SAF atau SPLA.
« Oleh-oleh dari Peringatan United Nations Day di Liberia Apa Yang Kau Tunggu Adinda »