Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Catur SULASDIARSO

Flying Toilet

7 January 2007, 04:55 , by Catur Sulasdiarso

 

Nama BJ Habibie mantan Presiden ke 3 Republik Indonesia sangat di kenal didunia penerbangan dimana konsep efisiensi kokpit sampai sekarang tetap dipakai oleh perusahaan pembuat pesawat terbang diseluruh dunia, bahkan rumus Habibie yang diciptakan oleh mantan vice preiden sebuah perusahaan terkemuka pembuat pesawat terbang di jerman diajarkan secara luas di universitas universitas teknik di Jerman. Kita patut berbangga karena sebuah karya anak bangsa Indonesia dipakai acuan oleh bangsa bangsa di dunia.

Tentunya apa yang dilakukan oleh mantan Presidean kita itu memerlukan kerja keras dan keseriusan yang sangat luar biasa, rumus Habibie tidak tercipta karena secara kebetulan tapi sudah barang tentu melalui proses yang sangat panjang. Semua cerita tersebut diatas sangat bertolak belakang dengan apa yang diciptakan oleh seorang anak bangsa Indonesia yang lainnya, yang ia namakan “Flying Toilet” walaupun mengandung unsur kata Flying namun tidak ada kaitan sama sekali dengan dunia penerbangan .

Jangan pernah membayangkan bahwa flying toilet adalah toilet dalam pesawat terbang dengan bak besar lengkap dengan gayung untuk mengguyur kotoran kita, atau toilet dengan “bathtub” yang bisa untuk selonjor. Flying Toilet tercipta bukan melaui proses panjang yang memerlukan riset bertahun-tahun dan memerlukan keseriusan tapi flying toilet ini tercipta karena secara kebetulan, karena suatu kebutuhan yang sangat amat mendesak. Sebuah konsep yang sangat amat sederhana namun sangat hakiki karena menyangkut keselamatn jiwa, aneh tapi nyata, dan konsep tersebut sekarang dipakai oleh beberapa negara antara dari Thailand, Malaysia, Philipina, Nepal, Bangladesh, India, Pakistan, Mesir, Mali, Uganda, Nigeria, Zambia, Gambia, Zimbabwe, Jerman, Swedia, Ecuador.

Kembali pada sejarah terciptanya Flying Toilet, temuan itu diawali dengan adanya “Operation Order” dari Kolonel Bharat Shekawat Singh(India) Komandan sector III/Malakal United Nations Mission in Sudan/UNMIS untuk melaksanakan Long Range Patrol ke Pibor Sebuah daerah di wilayah kerja Bor yang kira kira 45 menit jika di tempuh dengan helikopter MI 8 buatan Rusia. Ada 3 kelompok bersenjata di Pibor yaitu SAF (SUDAN ARMED FORCES) atau angkatan bersenjata pemerintah Sudan(utara), SPLA (Sudan People Liberation Army) atau Tentara pemerintah Sudan (selatan) dan PDF (Pibor Defence Forces), sebuah kelompok bersenjata yang seharusnya sesuai dengan CPA (Comprehensive Peace Agreement) harus memilih bergabung dengan SAF atau SPLA.

Catur SULASDIARSO Catur SULASDIARSO Leut. Col. Catur Sulasdiarso have been with the Indonesian Army since 1988 (after graduated from Military Academy). His most recent assignment as Military Observer under UNMIS (United Nations Mission in Sudan) concluded in 2006, it was the second-time round of...

Detail Profile »

11  Commentss

by Luigi at 7 January 2007, 08:36
HAUHAUHAUAHUAHAUHAUA!!!!!
Kita -kita disini (Ada Mas Ambar Nugroho, dan Bang Benny Nadeak) sampe ngakak nggak kelar-kelar mbaca si Flying Toilet! :))

Ternyata disana nggak cuman hujan peluru aja yah - hati2 kalau melihat kantong plastik beterbangan diudara - kalau kena ceplokan-nya jamin pasti kaket setengah mati.. :)

Sedia payung sebelum kena serangan "flying toilet!".
Ditunggu cerita-seru selanjutnya!

Salam kangen dari Liberia - Afrika Barat!
by ambar at 7 January 2007, 09:12
ha ha ha ....

kirain sedari awal tuh ceritanya serius buanget bang !

eh ... ternyata lucu banget atuh ... untunglah di liberia ndak gitu-gitu amat ... cuman kita disini harus selalu waspada ama "land mines" kalo jogging ke pantai .... terutama pagi hari ... masih banyak sisa-sisa "land mines" yang tdk tersapu ombak .. he he he

by ivo at 7 January 2007, 10:17
Walah... serius tuh?. Klo kepepet takut terkena tembak sih mungkin banget pake cara ini. Tapi klo males keluar malem... ga banget dee..
Ketika saya baca postingan ini ga ada kesan jorok berlebihan. Tapi ketika baca komen "ceplokan" yang bikin keket dari Kang Kabayan Liberia malah bikin gimanaa.. gitu ngebayanginnya.
Oh iya, salam kenal ya Mas Catur. Koq ga ketahuan dimana tugasnya nih? Ditunggu cerita2 seru lainnya ya, dan selamat bertugas!!.
by humaedi at 7 January 2007, 11:14
gimana ya kalo flying toilet bisa terbang beneran ...... seru kali ya ?? kan lumayan sambil ke toilet bisa sambil jalan-jalan .......

by mbakDos at 9 January 2007, 15:27
jaman masih piyik dulu, saya pernah bertanya2, apa yang terjadi kalo orang2 di dalem pesawat itu buang air besar. akan di kemanakah si air besarnya? kan gak mungkin jatuh begitu aja menimpa orang2 di bawah?!

...nah sekarang saya udah nemu jawabannya :D
by hanindyo at 9 January 2007, 21:09
hahaha ini bikin saya ketawa kepingkel2 setelah puyeng seharian
by dirac at 11 January 2007, 11:52
hahahaha... kalau saya akan menyebutnya "ranjau udara" :D
by network_pirates at 11 January 2007, 15:22
hahaha, ini mah, mirip sama humor saya pas di kampus, ada tebakan nih, TAnk M1 Abrams itu ada toilet nya nggak? hihihi
by cacingkepanasan at 11 January 2007, 16:59
Wah kalo ada orang yang kena flying toilet gmana tuh :D
by heru at 12 January 2007, 21:28
hahahaha....ngakak habis :-D . Ngga kebayang klo ada tentara yang terpleset gara2 ranjau si flying toilet ini. btw...harusnya flying toilet ini mendapatkan penghargaan sebagai "toilet paling inovatif di medan perang".
by Yoki at 16 January 2007, 03:01
Hihihihihi lucu...selamat kenal dan ditunggu posting lucu untuk flying yang lain :p.... awas hati-hati juga pas di elmpar dan mendarat di para milisi disangkanya biological weapon...wakakakakakaak
 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Irene Sirait Irene Sirait has begun developing with career in the humanitarian field since 1990s. Started as a research assistant at a State University at the Division of Reproductive Health while still finishing her study at the faculty of Pschycology at Universitas...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago