Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 28 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 654 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Staying in sanity - the full effort to survive Liberia
Kondom kilat [akan] dijual di Afrika Selatan >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Guys, memang bekerja di post-conflict mission itu tiada mudah, namun dari kesulitan dan hardship itulah seseorang beranjak tumbuh berkembang menjadi pribadi yang adaptif, seperti istilah keren-nya: all-weather personality, dari situlah (tempaan itu) mungkin bisa membuat cakrawala berpikir ini bisa lebih luas dan menjadi pribadi yang mempunyai kapabilitas.
Memang, bagi banyak dari kita sebelum menginjakkan kedua kakinya ke Liberia, bergabung dengan UNMIL, dan/atau bergabung dengan misi pemulihan perdamaian PBB lainya, adalah merupakan lompatan kapabilitas yang cukup drastis. Tak dipungkiri kalau banyak dari kawan-kawan dan si ondel-ondel ini tadinya datang dari lingkungan kehidupan yang sudah tertata rapi, well-established living dan hidup berdampingan dengan segala kemudahan serta ketersediaan sarana pendukung kehidupan.
Kenalkan salah seorang kawan baik saya, kali ini kita sebut saja nama “sontoloyo-“nya, Mbak Sally Kelekwangy, mbakyu muda berambut pirang di bilangan 30-an asli keturunan Italia-Amerika dan sudah tinggal hampir sebagian besar masa hidupnya di Amerika, dan telah tinggal Brooklyn, New York sejak ia bekerja di UNHQ. Jadi Sally dan saya, kita sama-sama staf dari New York (UN) Headquarters, namun Sally telah bergabung dengan UN Secretariat di New York sejak 10 tahun, 6 tahun lebih dulu dari si ondel-ondel ini. Selama di New York, kami memang belum pernah bertemu, bayangkan, ada lebih dari 3.000 sampai 5.000 UN staf bekerja di Markas besar di New York.
Penugasan “mission assignment” lah yang mempertemukan kita, dalam satu tim di UNMIL Procurement di Liberia. Bulan Mei 2004, adalah masa kedatangan Sally ke Liberia. Teringat saya pada celotehnya saat kita satu kantor, para staf internasional beramai-ramai makan siang di sebuah restoran di Downtown Monrovia, dan pembicaraan akhirnya mengarah pada impresi dan pengalaman saat mereka menginjakkan kaki pertama kali di Liberia, dan saya inget bener apa yang di katakan Sally:
« Staying in sanity - the full effort to survive Liberia Kondom kilat [akan] dijual di Afrika Selatan »