Correspondent Hilman HADI
Total 5 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 420 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Hari Raya Galungan diperingati di Lebanon
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Pada hari prakiraan vonis dokter, akhirnya ayahnya meninggal dunia dan kami semua anggota team pun ada disekitar dia, terlihat sekali dia ingin berteriak dengan keras tetapi ditahan dengan mengepalkan tinjunya, menggigitkan gerahamnya dengan keras, setengah menegadah kelangit, menarik nafas panjang seperti berjuta beban terhenyak di dadanya, dan air matanya pun mengalir deras.Sesekali dia berkata “Why now?…Why now?”.
Dia adalah seorang perwira dari salah satu negara Amerika Latin berpangkat Kapten. Sejak awal masuk ke dalam team, saya sudah melihat bahwa perwira tersebut sangat profesional dan mempunyai semangat kerja yang luar biasa walaupun kadang sedikit kesulitan dalam berbahasa Inggris, karena bahasa resmi mereka adalah Spanyol. Dalam perkenalannya dia menyampaikan bahwa dia seorang perwira dari pasukan khusus memiliki tiga putri dan saat itu istrinya sedang mengandung anaknya ke empat dengan harapan mendapatkan anak laki-laki karena ke tiga anak sebelumnya adalah putri.
Berjalan beberapa bulan kami semakin akrab dan dia bercerita banyak tentang keluarganya, pengalamannya dan berbagai hal lainnya. Dari pembicaraannya saya menangkap memang dia sangat sayang sekali terhadap keluarganya terutama ke tiga putrinya juga kedua orang tuanya. Berbagi cerita begini kadang salah satu cara untuk menghilangkan rasa rindu dan stress apalagi kalau kita temui orang yang tepat untuk sharing.
Suatu hari si perwira tersebut berubah total, hilang keceriaanya selama ini dan kelihatan sangat gelisah, sayapun bertanya permasalahannya, ternyata ayahnya dirawat dirumah sakit. Saya masih ingat tiga hari yang lalu saat kami pergi patroli dia menyempatkan menelpon ayahnya mengucapkan selamat hari ayah (di negara tersebut ada hari ayah selain hari ibu).
Dua malam berikutnya dia kelihatan semakin sedih dan gelisah dan bahkan menagis akhirnya diketahui bahwa ayahnya sudah divonis dokter karena komplikasi penyakitnya, dalam dua hari kedepan akan meninggal. Setiap saat dia memantau perkembangan ayahnya dan setelah itu dia akan langsung cerita kepada saya dengan terus tak kuasa menahan tangis dan sayapun menjadi ikut terharu. Yang lebih mengharukan lagi adalah memang dia sudah menjadwalkan dua minggu lagi akan pulang dan ingin berkumpul bersama dan akan membawakan hadiah untuk ayahnya yang akan dibelinya saat dalam perjalanan pulang di Duty Free bandara. Dia berharap kalaupun harus meninggal dia ingin bertemu untuk terakhir kalinya. .
Menjelang beberapa jam keputusan pasti meninggal ayahnya, diapun mendapat informasi bahwa istrinya akan masuk rumah sakit untuk melahirkan sehingga dapat dibayangkan betapa kalutnya perwira tersebut. Sampai dia berkata setengah berteriak ”I should be there, I should be there!!!”(sebagai informasi untuk cuti/CTO, memang kita harus rencanakan jauh hari selain tiket, memang ada hitungan hari untuk bisa mengambil CTO – Compensatory Time-Off dan Leave).
« Hari Raya Galungan diperingati di Lebanon Aroma Kebebasan di Angola »