Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Hilman HADI

Habis gelap terbitlah terang

29 June 2007, 04:13 , by Hilman Hadi

 

Dia adalah seorang perwira dari salah satu negara Amerika Latin berpangkat Kapten. Sejak awal masuk ke dalam team, saya sudah melihat bahwa perwira tersebut sangat profesional dan mempunyai semangat kerja yang luar biasa walaupun kadang sedikit kesulitan dalam berbahasa Inggris, karena bahasa resmi mereka adalah Spanyol. Dalam perkenalannya dia menyampaikan bahwa dia seorang perwira dari pasukan khusus memiliki tiga putri dan saat itu istrinya sedang mengandung anaknya ke empat dengan harapan mendapatkan anak laki-laki karena ke tiga anak sebelumnya adalah putri.

Berjalan beberapa bulan kami semakin akrab dan dia bercerita banyak tentang keluarganya, pengalamannya dan berbagai hal lainnya. Dari pembicaraannya saya menangkap memang dia sangat sayang sekali terhadap keluarganya terutama ke tiga putrinya juga kedua orang tuanya. Berbagi cerita begini kadang salah satu cara untuk menghilangkan rasa rindu dan stress apalagi kalau kita temui orang yang tepat untuk sharing.

Suatu hari si perwira tersebut berubah total, hilang keceriaanya selama ini dan kelihatan sangat gelisah, sayapun bertanya permasalahannya, ternyata ayahnya dirawat dirumah sakit. Saya masih ingat tiga hari yang lalu saat kami pergi patroli dia menyempatkan menelpon ayahnya mengucapkan selamat hari ayah (di negara tersebut ada hari ayah selain hari ibu).

Dua malam berikutnya dia kelihatan semakin sedih dan gelisah dan bahkan menagis akhirnya diketahui bahwa ayahnya sudah divonis dokter karena komplikasi penyakitnya, dalam dua hari kedepan akan meninggal. Setiap saat dia memantau perkembangan ayahnya dan setelah itu dia akan langsung cerita kepada saya dengan terus tak kuasa menahan tangis dan sayapun menjadi ikut terharu. Yang lebih mengharukan lagi adalah memang dia sudah menjadwalkan dua minggu lagi akan pulang dan ingin berkumpul bersama dan akan membawakan hadiah untuk ayahnya yang akan dibelinya saat dalam perjalanan pulang di Duty Free bandara. Dia berharap kalaupun harus meninggal dia ingin bertemu untuk terakhir kalinya. .

Menjelang beberapa jam keputusan pasti meninggal ayahnya, diapun mendapat informasi bahwa istrinya akan masuk rumah sakit untuk melahirkan sehingga dapat dibayangkan betapa kalutnya perwira tersebut. Sampai dia berkata setengah berteriak ”I should be there, I should be there!!!”(sebagai informasi untuk cuti/CTO, memang kita harus rencanakan jauh hari selain tiket, memang ada hitungan hari untuk bisa mengambil CTOCompensatory Time-Off dan Leave).

Hilman HADI Hilman Hadi Let. Col. Hilman Hadi recently arrived in Liberia in late 2006, embarking to his second UN Peacekeeping Mission assignment at the United Nations Mission in Liberia (UNMIL), as team leader of the Indonesian KONGA XXI-4. He is nothing new to...

Detail Profile »

5  Commentss

by Cavalry 91 at 29 June 2007, 08:06
Betul sekali nih, mas Hilman... semakin jauh dari tanah air bukan berati semakin jauh dari Sang Pencipta. Kedekatan kita kepada Nya yang akan membimbing menuju yang terbaik, Insya Allah...

by ambar at 29 June 2007, 11:32
Bener sekali tuh bang .... rezeki, hidup, mati jodoh, bertemu, berpisah, sedih, bahagia semua sudah menjadi takdirNya, however kita tetap senantiasa berusaha yg terbaik.
by Luigi at 29 June 2007, 21:01
Sebuah peringatan buat kita nih.. agar senantiasa mempersungguh ibadah. Nuhun pisan buat artikelnya - sebuah reminder, sungguh!
by undercover at 30 June 2007, 00:51
Tentara juga manusia rupanya. Hahaha...
Saya kira prajurit itu pantang menitikkan air mata. Ternyata benar, orang yang kuat itu bukan berarti tidak pernah meneteskan air mata. Tapi lebih-lebih dikarenakan bagaimana seseorang itu bersikap atas cobaan yang sedang menimpanya. Saudara2ku Konga XXIII-A menangislah disaat kalian rindu kepada kampung halaman, disaat hati kalian dibombardir rasa kangen yang mendalam kepada anak istri tercinta dan orang2 tersayang. Karena orang yang kuat, bukan berati tidak pernah menitikkan air mata. Karena menangis bukan berarti kalian cengeng. Karena terkadang titik air mata adalah embun penyejuk dan damai galau hatimu.
by ekowanz at 30 June 2007, 05:25
iya..ya...
tentara juga manusia :D
 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Whisnu Kusardianto Recently serving at the United Nations Mission in Sudan as UN Military Observer, he is currently posted in Bor, Sudan. However, as many people said that the place named “Bor” is often associated with “bored”, he finds way to...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago