About This Post

Hilman HADI

Correspondent Hilman HADI

Total 5 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 420 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 6.3/10(3 votes cast)

Articles

Habis gelap terbitlah terang

Pada hari prakiraan vonis dokter, akhirnya ayahnya meninggal dunia dan kami semua anggota team pun ada disekitar dia, terlihat sekali dia ingin berteriak dengan keras tetapi ditahan dengan mengepalkan tinjunya, menggigitkan gerahamnya dengan keras, setengah menegadah kelangit, menarik nafas panjang seperti berjuta beban terhenyak di dadanya, dan air matanya pun mengalir deras.Sesekali dia berkata “Why now?…Why now?”.

Dia adalah seorang perwira dari salah satu negara Amerika Latin berpangkat Kapten. Sejak awal masuk ke dalam team, saya sudah melihat bahwa perwira tersebut sangat profesional dan mempunyai semangat kerja yang luar biasa walaupun kadang sedikit kesulitan dalam berbahasa Inggris, karena bahasa resmi mereka adalah Spanyol. Dalam perkenalannya dia menyampaikan bahwa dia seorang perwira dari pasukan khusus memiliki tiga putri dan saat itu istrinya sedang mengandung anaknya ke empat dengan harapan mendapatkan anak laki-laki karena ke tiga anak sebelumnya adalah putri.

Berjalan beberapa bulan kami semakin akrab dan dia bercerita banyak tentang keluarganya, pengalamannya dan berbagai hal lainnya. Dari pembicaraannya saya menangkap memang dia sangat sayang sekali terhadap keluarganya terutama ke tiga putrinya juga kedua orang tuanya. Berbagi cerita begini kadang salah satu cara untuk menghilangkan rasa rindu dan stress apalagi kalau kita temui orang yang tepat untuk sharing.

Suatu hari si perwira tersebut berubah total, hilang keceriaanya selama ini dan kelihatan sangat gelisah, sayapun bertanya permasalahannya, ternyata ayahnya dirawat dirumah sakit. Saya masih ingat tiga hari yang lalu saat kami pergi patroli dia menyempatkan menelpon ayahnya mengucapkan selamat hari ayah (di negara tersebut ada hari ayah selain hari ibu).

Dua malam berikutnya dia kelihatan semakin sedih dan gelisah dan bahkan menagis akhirnya diketahui bahwa ayahnya sudah divonis dokter karena komplikasi penyakitnya, dalam dua hari kedepan akan meninggal. Setiap saat dia memantau perkembangan ayahnya dan setelah itu dia akan langsung cerita kepada saya dengan terus tak kuasa menahan tangis dan sayapun menjadi ikut terharu. Yang lebih mengharukan lagi adalah memang dia sudah menjadwalkan dua minggu lagi akan pulang dan ingin berkumpul bersama dan akan membawakan hadiah untuk ayahnya yang akan dibelinya saat dalam perjalanan pulang di Duty Free bandara. Dia berharap kalaupun harus meninggal dia ingin bertemu untuk terakhir kalinya. .

Menjelang beberapa jam keputusan pasti meninggal ayahnya, diapun mendapat informasi bahwa istrinya akan masuk rumah sakit untuk melahirkan sehingga dapat dibayangkan betapa kalutnya perwira tersebut. Sampai dia berkata setengah berteriak ”I should be there, I should be there!!!”(sebagai informasi untuk cuti/CTO, memang kita harus rencanakan jauh hari selain tiket, memang ada hitungan hari untuk bisa mengambil CTOCompensatory Time-Off dan Leave).

by Cavalry 91 at 29 June 2007, 09:06
Betul sekali nih, mas Hilman... semakin jauh dari tanah air bukan berati semakin jauh dari Sang Pencipta. Kedekatan kita kepada Nya yang akan membimbing menuju yang terbaik, Insya Allah...

by ambar at 29 June 2007, 12:32
Bener sekali tuh bang .... rezeki, hidup, mati jodoh, bertemu, berpisah, sedih, bahagia semua sudah menjadi takdirNya, however kita tetap senantiasa berusaha yg terbaik.
by Luigi at 29 June 2007, 22:01
Sebuah peringatan buat kita nih.. agar senantiasa mempersungguh ibadah. Nuhun pisan buat artikelnya - sebuah reminder, sungguh!
by undercover at 30 June 2007, 01:51
Tentara juga manusia rupanya. Hahaha...
Saya kira prajurit itu pantang menitikkan air mata. Ternyata benar, orang yang kuat itu bukan berarti tidak pernah meneteskan air mata. Tapi lebih-lebih dikarenakan bagaimana seseorang itu bersikap atas cobaan yang sedang menimpanya. Saudara2ku Konga XXIII-A menangislah disaat kalian rindu kepada kampung halaman, disaat hati kalian dibombardir rasa kangen yang mendalam kepada anak istri tercinta dan orang2 tersayang. Karena orang yang kuat, bukan berati tidak pernah menitikkan air mata. Karena menangis bukan berarti kalian cengeng. Karena terkadang titik air mata adalah embun penyejuk dan damai galau hatimu.
by ekowanz at 30 June 2007, 06:25
iya..ya...
tentara juga manusia :D