Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Haboob atau Badai Gurun

21 December 2009, 11:07 , by Wahyu Nugroho

 

Haboob adalah badai pasir akibat dari angin yang bertiup kencang di wilayah gurun. Tingginya bisa mencapai 2000-3000 ft berputar menggulung di atas permukaan gurun. Biasanya badai ini selanjutnya diikuti dengan hujan angin yang sangat dahsyat. Haboob berasal dari bahasa arab “hab” yang berarti angin. Memang sepintas pemandangannya sungguh spektakuler, namun karena badai ini bermaterikan pasir yang berterbangan maka akan sangat mengganggu aktivitas di luar ruangan bahkan sampai dengan zero visibility.

Size of Haboob (7)

Haboob ini biasanya terjadi pada sore hari sebelum matahari terbenam, hari yang cerah pun tiba-tiba dapat berubah menjadi gelap hanya dalam hitungan menit. Badai ini bisa terjadi selama sekitar 1 sampai 3 jam. Pada bulan Juni-Agustus ini, haboob sedang hebat-hebatnya terjadi di wilayah Sudan.

Greetings by Haboob

Haboob Sand Storm (8)

Approaching Haboob (2)

Gara-gara haboob ini pula penerbangan pada saat saya kembali dari cuti, dari Riyadh yang seharusnya mendarat di Khartoum, sampai harus diulang 3 kali. Pukul 5.30 pagi pesawat sudah terbang meninggalkan Riyadh dan sesuai jadwal seharusnya tiba di Khartoum pukul 8. Karena Haboob yang terjadi di wilayah bandara Khartoum, maka pesawat tidak berani untuk mendarat. Situasi cukup menegangkan di dalam pesawat. Karena pesawat seakan-akan turun dengan sangat drastis yang membuat perut terasa panas. Bagaikan naik kora-kora di wahana Taman Impian Ancol. Setelah berputar-putar cukup lama di udara, pilot memutuskan untuk kembali ke Jeddah. Selesai mengisi bahan bakar dan menunggu sekitar 30 menit, pesawat kembali ke Khartoum dan ternyata Haboob masih terjadi.

Jam sudah menunjukkan angka 12 siang dan pesawat kembali lagi ke Jeddah. Sampai pada sore hari pesawat baru berangkat kembali dan yang ketiga kalinya ini pesawat baru berhasil mendarat. Demikianlah adanya situasi dan tantangan alam negeri di atas gurun Sahara ini, perbedaan suhu yang ekstrim, badai gurun yang sering mengancam, dan suplai air yang terbatas, semuanya menyertai perjalanan dan liku-liku dalam bertugas.

Wahyu Nugroho A true adventurer by interest. Love to explore nature by trekking, among sports as hobby. He also enjoys reading, writing, and learning all about computer & technology. Lieutenant Police Wahyu Nugroho was born in Boyolali, a small city in Central...

Detail Profile »

1  Comment

by Nofaldi at 30 December 2009, 11:58

Subhanallah, cerita dan fotonya bagus ekali mas Wahyu,saya baru tahu namanya Haboob, yang familiar ditelinga hanya kata badai pasir atau dessert storm. Suatu pengalam luar biasa biasa bisa menagalami Haboob di sana.
Saya jadi ingat iklan rokok di TV kita, tentang tiga pemuda mengendarai jip menebus badai pasir, sebelumnya mereka menggunakan penutup mata dan masker. Setting gambarnya luar biasa bagus, digarap profesional untuk sebuah iklan.
Terimakasih atas cerita dan fotonya, maju terus dengan Laskar Perdamaian Indonesia disana. Garuda di Dadaku.
Salam,

Nofaldi

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Octavianus Marthin Oktavianus MARTHIN Super Intendent (Lieutenant Colonel) Oktavianus MARTHIN, SIk., was born in Jakarta, October 25, 1970. After finishing senior high school in Jakarta in 1989, then became a cadet of Indonesian Police Academy in Semarang. Graduated from that Academy in the year...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago