Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 22 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 589 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
On Assignment: Selamat datang - Mas Hilman Hadi, Bang Benny Nadeak & Mas Ambar Nugroho >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Seorang remaja putri dengan umur 15 tahun, yang berhasil di wawancarai oleh badan HAM dunia, yaitu Amnesty International, berkisah bahwa dirinya diculik saat tengah malam dari kediamannya oleh Gerombolan Milisi/Pemberontak LRA di Uganda yang dikenal sebagai Lord’s Resistance Army.
Konflik bersenjata, apapun itu jenisnya – apakah itu konflik bersenjata seperti apa yang sudah lama terjadi antara Palestina dan Israel, antara Hizbullah di Lebanon dengan Israel, Pemerintah Russia dan para pejuang Chechnya , lalu Gerilyawan Somalia dengan pemerintah transisi Somalia yang didukung oleh pasukan bersenjata dari negara tetangganya (Ethiopia), sampai kepada konflik serupa di Sierra Leone, Ivory Coast, Burundi, Sudan dan juga Liberia – kesemuanya itu jelas memberikan kontribusi negatif terhadap pengembangan sumber daya manusia, pelanggaran HAM, pembangunan sosial-ekonomi dan aspek kehidupan lainnya.
Salah satu lini dari aspek degradasi diatas adalah dampak konflik bersenjata terhadap anak.
Seperti halnya yang terjadi pada Liberia, Negeri yang dulunya dikenal sebagai permata di barat afrika ini – saat ini masuk dlam kategori 18 negara termiskin di dunia dan parahnya saat ini Liberia berada dalam situasi yang lebih terpuruk lagi, bila mengambil referensi acuan pada Human Development Report tahun 1990.
Menurut data statistik UNDP, bahwa 76,2 % penduduk di Liberia berada dibawah garis kemiskinan, dan hidup dengan pedapatan kurang dari satu dollar perhari-nya, dengan jumlah pengangguran yang mencapai 85 % ini, Liberia ini terus berada dalam jajaran negara – negara dengan resiko kelangkaan pangan di dunia dengan prakiraan sebesar 35% penduduknya mengalami gizi buruk.
Pertanian atau Agriculture yang notabene sejak dahulu (sebesar 54%) telah menjadi sektor pendapatan/pemasukan utama negara, kini hanya tersedia dan dipenuhi dari jumlah bantuan darurat yang berasal dari badan adminsitrasi pangan dunia, FAO dan bekerja sama dengan WFP (World Food Program). Selain Ubi Kayu (Baca: Singkong), makanan pokok penduduk Liberia adalah serupa dengan kita di kampung, yaitu Beras/Nasi/Rice dimana beras ini adalah jenis asupan diet utama (90%) penduduk pada umumnya dan ironisnya hampir seluruh kebutuhan akan beras orang-orang Liberia, sebesar 95% pasokan itu dipenuhi oleh import, menyedihkan bukan? – gambaran serupa mungkin juga terjadi di tanah air – dimana kita [Indonesia] terus mengimport beras dari negara lain – ketimbang mengembangan swasembada beras seperti dahulu pernah dicapai.
« Apa Yang Kau Tunggu Adinda On Assignment: Selamat datang - Mas Hilman Hadi, Bang Benny Nadeak & Mas Ambar Nugroho »