(Blat Marjayoun UN Posn 7-3). “ Kegiatan hari ulang tahun satuan ini pada hakekatnya merupakan bagian dari pembinaan satuan, pembinaan yang ditujukan kepada setiap satuan Polisi Militer Angkatan Darat, untuk digugah dan diingatkan ulang akan peran, fungsi dan tugasnya masing-masing yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab ”.
Demikian sepenggal amanat Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) yang dibacakan Dansatgas POM TNI Konga XXV-A/UNIFIL, Letnan Kolonel Ujang Martenis dihadapan para anggotanya pada saat perayaan Hari Ulang Tahun ke-63 Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) di Base Satgas POM TNI, UN Posn 7-3, Marjayoun, Lebanon, Rabu (24/6). Acara dihadiri oleh Wadan Sektor Timur UNIFIL, Kolonel Inf Bambang Sudiono , perwakilan dari Indobatt, FHQSU dan seluruh prajurit Satgas POM TNI Konga XXV-A/UNIFIL. Seperti diketahui, 25 orang dari 75 personel Satgas POM TNI Konga XXV-A/UNIFIL adalah personel Polisi Militer Angkatan Darat, sedangkan yang lainnya adalah 20 personel Polisi Militer Angkatan Laut, 14 personel Polisi Militer Angkatan Udara dan 16 personel dari Mabes TNI.
Menurut Dansatgas, tema hari ulang tahun Corps Polisi Militer Angkatan Darat tahun ini adalah “ Polisi Militer Angkatan Darat bertekad menjaga netralitas TNI dalam menyukseskan Pemilu tahun 2009 ”. Hal ini relevan dengan perintah pimpinan TNI AD kepada seluruh prajurit Polisi Militer Angkatan Darat agar tetap menjaga konsisitensi pelaksanaan netralitas TNI dengan meningkatkan kewaspadaan dan ketanggapsegeraan, namun tetap fokus pada tugas pokok satuan.
Lebih lanjut Dansatgas mengatakan bahwa fungsi utama dari Polisi Militer Angkatan Darat yaitu penyelidikan kriminal dan pengamanan fisik, pemeliharaan ketertiban militer, penyidikan, dan pengurusan tahanan militer. Sebagai penyelenggara fungsi teknis militer umum TNI Angkatan Darat di bidang kepolisimiliteran, Polisi Militer Angkatan Darat mempunyai peran penting dalam menyelenggarakan pemeliharaan dan penegakan disiplin, hukum dan tata tertib di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Sedangkan prajurit Polisi Militer Angkatan Darat yang tergabung dalam Satgas POM TNI di Lebanon telah bekerja keras, dengan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas fungsi militer Internasional di Sektor Timur UNIFIL. Sejak kedatangannya pada bulan Nopember 2008, Satgas POM TNI telah memberikan pengaruh positif kepada peningkatan disiplin para Peacekeeper di Sektor Timur UNIFIL. Hal ini tentu tidak terlepas dari peran personel Polisi Militer Angkatan Darat yang menyumbangkan personel paling banyak untuk Satgas ini tanpa mengesampingkan peran personel lainnya yang bekerja secara sinergis untuk mendukung Tugas Pokok Satgas.
Menurut Dansatgas, sejarah terbentuknya Coprs Polisi Militer adalah keadaan dimana pada saat Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 , belum tersedia perangkat hukum atau peraturan yang mengendalikan suatu organisasi bersenjata atau angkatan perang. Selain itu yang menjadi anggota TKR tersebut terdiri dari bermacam-macam warga yang mempunyai latar belakang berbeda dan tidak mengerti akan hakekat disiplin. Dalam situasi tersebut timbul gagasan dari beberapa orang untuk mendirikan badan yang mengatur disiplin dikalangan organisasi bersenjata. Umumnya mereka yang berpikiran demikian berlatar belakang penegakan hukum.
“ Pada tahun 1946 bertempat di Kopeng, Wonosobo diadakan rapat bersama antara pimpinan Penjelidik Masjarakat Oemoem (PMO) dan Polisi Tentara. Musyawarah bersama tersebut berhasil merumuskan pokok-pokok tugas dan organisasi Polisi Tentara serta secara aklamasi memilih Jenderal Mayor Santoso, Komandan PT. Kediri sebagai Panglima Polisi Tentara, dengan wakilnya Kolonel Prabu Sunaryo. Menindak lanjuti hal tersebut, maka tanggal 22 Juni 1946 bertempat di alun-alun Yogyakarta, Presiden selaku Panglima Tertinggi meresmikan satuan Polisi Tentara setingkat Divisi dengan nama yang legendaris dan bersejarah Divisi Gajah Mada. Divisi ini membawahi 3 Resimen yaitu Resimen I (Jawa Barat), Resimen II (Jawa Tengah), dan Resimen III (Jawa Timur). Tanggal 22 Juni 1946 inilah ditetapkan sebagai hari lahirnya Coprs Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) ”, demikian dikatakan Dansatgas.
Selanjutnya Dansatgas mengatakan bahwa pada era reformasi, setelah berpisahnya Polri dari TNI, Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Kepolisian Militer dilingkungan TNI dilaksanakan oleh Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD), Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) dan Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU) yang wewenang komando dan pengendalian operasional Kepolisian Militer berada pada Panglima TNI, dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Kepala Staf Angkatan masing-masing.
Polisi Militer Angkatan Darat mempunyai seloka “ Satya Wira Wicaksana ” yang mengandung makna yang merupakan inti jiwa Keperwiraan dan Kepahlawanan yang dilandasi dengan kebijaksanaan dalam bertindak. Sedangkan Simbol Polisi Militer Angkatan Darat adalah Gajah Mada diambil dari Nama Kyai Patih Gajah Mada, yaitu Pahlawan Nasional yang terkenal dan terbukti kehebatannya pada jaman Majapahit di dalam Sejarah Indonesia. Demikian dikatakan Dansatgas mengakhiri pernyataannya.
Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago