Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 10 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 365 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Providence Island In Liberia
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Obrolan itu sudah lama diulas, bagaimana dengan rencana perayaan 17 Agustus-an, tanya Mas Hilman. Itu tergantung, ada berapa personil yang bisa turun gunung dan bantu perencanaan serta pelaksanaannya, hari berganti dan tiba akhirnya si jadwal yang ditunggu berada di ujung akhir pekan ini. Mas Ambar memang sedang berada di tanah air dengan cuti-mudik-nya, dan Bang Benny sedang berhalangan hadir di Monrovia. menyisakan kita berdua saja.

Sudah, kita lanjut saja, tegas Mas Hilman. Siap, Graaak! Maka, lepas berembuk perihal siapa-siapa saja kampret yang akan diundang, dan menu masakanyang sudah disepakati, maka tanggal 16 Agustus, kita berdua pun turun ke lapangan berbelanja bahan pokok.

Sebelumnya, tak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih untuk Bakhtier Sharipov, kampret asal Tajikistan yang bersedia diculik dari kantornya untuk membantu [Maksudnya disuruh-suruh potong2, iris bawang dan goreng ini itu] mempersiapkan hidangan dibawah cahaya lilin [Maklumlah kalau siang tidak ada listrik menyala dirumah —-> masak dalam kegelapan].

Yakin saya, kalau Mas Hilman pun tidak terhitung lagi betapa pegelnya memasak ketupat berjam-jam dan si gulai itu sudah pasti lama dimasak, hingga enak rasanya bener-bener tidak cukup satu piring menyantapnya.
Sebuah syukuran berbentuk santap malam bersama, mengundang karib-kolega di Misi, sekitar total 20 orang lebih berdatangan memenuhi undangan, dimana mereka adalah kawan satu tim United Nations Military Observer – Team 1, Camp Schefflin, perwakilan Military Observer dari Kontingen Malaysia, tetangga sebelah, Kawan staff UNMIL asal Timor Leste, serta beberapa sohib kental satu misi si kampret ini..

Pukul 8PM berdetak, maka sambutan singkatpun disampaikan oleh kami berdua, kepada para undangan kami sampaikan bahwa peringatan HUT Proklamasi ini adalah wujud puji syukur kepada Tuhan YME, bahwa bangsa dan negara Indonesia terus diberikan limpahan rahmat-nya, dan senentiasa mendekatkan kita-kita, anak bangsa yang bertugas jauh dari kampung halaman untuk senantiasa meningkatkan rasa cinta dan bela tanah airnya – dimanapun berada.
Mas Hilman Hadi datang dengan sajian masakan Gulai Kambing, ketupat dan agar-agar coco-pandan-nya, dimana sajian ketupat ini memang membuat banyak tamu heran dan amat terkesan.

“Wah, rupaya hari Aidil Fitri tiba lebih awal di Liberia, ya?” tukas Pak Norddin Hussein, salah satu anggota dari Milobs[Military Observer] Malaysia itu. Gelak-tawa pun akhirnya terdengar, menjabat hangat suasana santap malam saat itu.

“Luigi, can you explain to me, what is this and how to eat this?” – Tanya salah satu tamu, sembari menunjuk ke piring saji dimana tumpukan ketupat itu tersaji. “It is called Ketupat, and allow me to refer you to the ketupat-maker, Mr. Hilman Hadi..” – dengan senang hati kemudian Mas Hilman menjelaskan cara membuatnya dan memasaknya, sebuah sesi pertukaran budaya yang menarik, memang.. apalagi si Gulai Kambing itu memang bener-bener paten sekali! Selain Gulai Kambing, dan ketupat, ada Opor Ayam, Sate Ayam, Abon Sapi, Mie Goreng Kriuk-kriuk :-), Bawang Goreng dan Kerupuk Orange yang persis sama dengan kerupuk nasi goreng ala Gerobak Tek-tek-nya si mamang di kampung.
Tidaklah heran kalau banyak kursi-kursi tamu yang memang sudah disiapkan dibiarkan kosong, dan semua berdiri mengellilingi dekat meja makan sembari terus sibuk bersantap. Akhir acara santap malam, sedikit sekali hidangan tersisa, semua habis-laris-manis!.

You are an ambassador of one, itulah sebuah misi yang kita emban selain dari menjalankan fungsi masing-masing dalam pekerjaan resmi sehari-hari. Melalui peringatan HUT Proklamasi inilah, kita berusaha menjadi duta bangsa yang baik. Terlepas dari apa yang terjadi dan lika-liku perjalanan bangsa kita di tanah air, peranan kontribusi masing-masing individu dalam/terhadap lingkungan dimana dia berada adalah sebuah sumbangsih yang krusial dalam upaya memperbaiki citra bangsa secara keseluruhan.

Dalam banyak kesempatan, banyak sekali impresi positif yang terdengar dari kawan, kolega asing selama bertugas di misi ini atas citra personil Milobs asal Indonesia dan pengalaman dari kunjungan mereka ke Indonesia sebelumnya – terutama mereka yang pernah bertugas di Misi Peacekeeping PBB untuk East Timor.
Berbicara tentang Timor Leste [d/h. East Timor], staff UNMIL asal negara tersebut berjumlah 6 orang sekarang, dan 4 diantaranya hadir dalam acara syukuran waktu itu. Terlepas dari sejarah kelabu yang pernah terlukis, mereka adalah sahabat baik kita dan selalu rukun-erat menjalin silaturahim hingga kini. Secara pribadi, saya sangat menghargai hal ini.

Kemerdekaan, dalam cakupan atau konteks berbangsa, saat ini, Indonesia sudah bukanlah lagi merdeka dari belenggu kolonialisme tempoe doeloe, namun demikian, kemerdekaan dalam hal ini lebih bersifat multi-dimensi.. merdeka dari mental dan perilaku yang merugikan bangsa/negara, merdeka dari kebodohan dan lain sebagainya.. kesemuanya agar anak bangsa dan negara ini bisa makmur dan mampu menjawab tantangan di masa depan serta capable [CMIIW – Mungkin Bahasa Jawanya: Tanggap, Tanggon dan Trengginas] untuk berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lainya.
Itulah sebuah refleksi yang senantiasa HARUS dipertanyakan: Apakah kita sudah bener-bener merdeka dari semua catatan hitam itu? kalau belum.. ayo bersama-sama, setiap individu dalam kapasitasnya masing-masing berupaya untuk bisa keluar dari belenggu tersebut, agar bangsa dan negara ini bisa benar-benar pulih dan maju melesat kedepan mengejar ketinggalan-nya.

Meminjam seruan JFK: Ask not what your country can do for you, ask what YOU can do to your country.. Sebuah pekerjaan rumah yang masih jauh dari usai, namun dengan kebersamaan – kita insyallah bisa.
Selamat HUT Proklamasi Indonesia, semoga Alloh SWT, senantiasa melimpahkan lindungan, dan semangat buat kita semua untuk bersama memperbaiki kinerja dan citra. Amin!
Dari Liberia, Afrika Barat.. saya layarkan perahu-perahu kertas perdamaian ke samudra luas menyapa salam untuk semua.
Alhamdulillah akhirnya terlaksana juga walau dengan ala kadarnya,kang.itu temennya yang bantu kang luigi masak sampai terkapar tuh.
terima kasih buat Marielenna ada pak yang satunya telah menjadi tuan rumah yang sangat baik.
Kok ikutan laper ya baca menunya…?
wah selamat ya, mungkin terasa lebih berkesan kalau 17-an di negara orang. Tetap semangat , maju terus dan sukses selalu.
salam
hasmansyah
Hebaaaaat, lebaran lebih cepeeet yaa di Liberia ;)
Tapi saluut deeh juga buat para juru masaknya :)
hmm…, mas… sampean kok guanteng tho?? :P
peace! _
Hmm…. Syukur atas Kemerdekaan yang telah kita peroleh saat ini,
Enak juga yah bisa Idul Fitri duluan, hehehe…
Btw disono gak sekalian ngadain lomba juga kang?
Kan seru tuh, bule2 sama african pada lomba makan kerupuk dsb!
malam mas luigi. akhirnya baru skrg bisa comment disini. makasih udah sering mampir ke blog saya :) meski di negara orang, rasa nasionalisme harus tetap dijaga ya. selamat buat acara 17 an nya. mampir2 lg ya mas. titip salam buat penduduk liberia :)
mau dong mas sate sama ketupatnya, enak gak?
baru tau aku kalo dirimu sekarang ganti nick jadi Domba Garut, hehehe…
huwaaah belum juga masuk Ramadhan , tapi Idul Fitri sudah menyambut duluan di LIberia …. benar deh kata Pak Hussein .
:D jadi ngiler …. :P slurrrpppp
katanya mau ngecilin perut biar ga makin tambun?tp kok makannya tambah banyak seh?gimana mau mejeng di bali kalo tambun.hehehe… :)