Correspondent Muhammad IRAWADI
Total 7 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 288 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
Melepas Lelah di Pulau Rubiah >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
Kunjungan dan undangan makan merupakan salah satu media untuk melakukan diplomasi. Hubungan antar kontingen terjalin erat dilakukan dengan saling mengunjungi antar komandan kontingen. Dalam kunjungan tersebut dapat diselingi dengan makan bersama atau mendemontrasikan ketrampilan yang dimiliki oleh kontingen tersebut.

Kontingen Indonesia dalam beberapa kali menerima kunjungan, memperagakan ragam budaya nusantara. Tarian tradisional Kecak dan Saman telah menjadi ikon tersendiri bagi Konga XXIII-A. Hal ini merupakan apresiasi bagi pasukan Indonesia yang berhasil menunjukan ketrampilan tarian tersebut secara masal pada saat pelaksanaan HUT RI ke 62 dan penyematan medali PBB pada tanggal 17 Agustus 2007 di Lebanon.
Saat ini setiap kontingen yang bertugas di Unifil (United Nations Interm Force in Lebanon), saat melaksanakan penerimaan medali PBB, melakukan atraksi atau peragaan yang dimiliki. Pelaksanaan penyematan Medali PBB yang dilakukan di France Component (Satuan Perancis) tanggal 12 September menampilkan kemampuan anjing penjaga. Ketrampilan anjing yang berjumlah empat ekor tersebut didemontrasikan didepan Force Comander (Panglima Unifil) Mayjen Claudio Graziano. Anjing yang terlatih untuk menaklukan penyusup dan pencuri yang berusaha masuk kedalam daerah pasukan PBB, dipertontonkan dengan mahir. Tepuk tangan diberikan oleh penonton yang menghadiri kegiatan penyematan medali yang digelar pada malam hari tersebut.
Disisi lain, Kontingen Indonesia yang dapat menunjukan keramahannya. Pada minggu lalu mengundang Kontingen India untuk melakukan official dinner. Aktifitas ini merupakan kegiatan balasan yang dilakukan Satgas Indonesia, yang telah menerima undangan yang sama pada waktu sebelumnya. Susunan meja tertata rapi dengan menggunakan tenda serba guna secara apik, ditempatkan menghadap kearah perbukitan terbuka Lebanon. Undangan jamuan ini adalah media untuk menunjukkan kepada bangsa lain bahwa kemampuan Indonesia sama dengan yang lain. Tidak hanya dibidang kemiliteran namun juga dalam menghormati tamu, pasukan Indonesia memiliki kualitas yang sama baiknya.
Dalam sambutannya Kol Surawahadi secara rendah hati menyampaikan bahwa Kontingen Indonesia banyak belajar dari kontingen India yang sudah lama bergabung di misi Unfil. Namun sambutan yang disampaikan oleh Dansatgas India mengatakan dia mengakui kemampuan personel Indonesia. “Hal ini, ucap Kolonel Advitya Madan, terlihat saat pelaksanaan HUT Kemerdekaan Indonesia tergelar dan terorganisir dengan sangat bagus, satuan yang dikirim ke Lebanon adalah satuan yang terbaik serta prajurit Indonesia yang selalu memberikan penghormatan kepada siapapun terutama pasukan yang melintas, ketika bertugas”. Uraian ini diapresiasikan dalan kesan yang dituliskan oleh Kolonel Advitya Madan, komandan kontingen India pada lembar Message and Impression di kontingen Indonesia sbb:
I am deeply impressed by the professional standarts of Indonesian unit and the conduct and morale of the soldiers in Unifil environment. Indonesian troops have very efficiently adjusted to the international environment with great élan and pride. It is all the more praiseworthy since it is the first exposure in the United Nations Peace Keeping Mission. We are indeed floored by the quality hospitality at an elegant dinner hosted by the battalion for all of us. May God bless the Battalion with more operational laurels in future.
Jamuan yang disiapkan secara sederhana, dengan menyajikan menu tradisional Indonesia, digabung dengan dekorasi lambang satuan yang ada di Konga XXIII-A. Kostrad, Marinir, Kopassus dan Paskhas terpampang elegan di dinding tenda serbaguna. Mayor Rajiv, dokter Gigi kontingen India sangat familiar dengan lambang satuan tersebut. Seperti lambang Kostrad dan Marinir. “Benar, kami banyak menggunakan lambang yang berasal dari bahasa Sansekerta, ujar Kapten Yudha, saat menjelaskan kepada lulusan dari Universitas New Delhi tersebut. Sejarah memang menorehkan secara abadi, bahwa hubungan antar negara juga akan saling mempengaruhi dalam budaya. Acara tersebut diakhiri dengan saling tukar menukar cindera mata.
Ikutan senang mendengar tentara Indonesia mampu menjadi diplomat handal di luar negeri. Sebuah upaya yang patut untuk sangat diapresiasi ditengah kemampuan diplomasi Indonesia yang masih tergolong lemah di dunia internasional. Semoga kualitas baik pribadi maupun profesionalitas Kontingen Garuda bisa terdapat atau menulari juga koleganya di Indonesia. Amin
Berbekal pengakuan ini, bangsa INdonesia bisa berbangga hati. Karena tidak semua kontingen pasukan perdamaian bisa diterima oleh semua pihak yang berhubungan langsung dengan mereka. Banyak pengalaman di berbagai misi yang mengatakan bahwa kontingen negara A payah, letoy, dah tua-tua, ndak bisa diajak koordinasi de el el … Salut for UNIFIL.
baca post ini perasaan sayah campur aduk…
maaf karena sayah selama ini benci dengan yang namanya TNI maaf pak sayah berkata jujur
namun sayah sangat bangga membaca post ini, saatnya memang TNI menjadi kebanggaan rakyat Indonesia pak
maaf sekali lagi pak
mudah-mudahan bukan sekedar basa-basi saja, ya, pak…
tapi saya yakin kalo sebenarnya personil militer kita emang top diluar…. seharusnya kondisi seperti itu bisa dikemas dan di informasikan bagi generasi muda kini, agar rasa kebangsaan/nasionalisme terus terjaga perkembangannya (tumbuh)…. SALUTE
Ada yang bilang people tend to behave different outside their community. Tapi semoga semangat untuk menjadi tentara professional tidak hanya dilakukan diluar Indonesia saja ya… tapi bisa ditunjukkan juga di dalam negeri. Semoga pasukan Indonesia makin banyak dan banyak lagi terlibat di misi2 international seperti ini. Salut dan bangga untuk pasukan konga XXIII-A di UNIFIL
Trims ya, atas komentar2nya. Yakinlah, kami semua di Lebanon, berusaha berbuat dengan kemampuan dan menyampaikan sesuai kenyataan.
Long life My Indonesia….
Prestasi yang sangat membanggakan,
Semangat terus sampai purna tugas dan tetap dengan citra yang terbaik..
Semoga semangat dan citra yang telah ada dapat berlanjut pada KONGA berikutnya.
Bravo, KONGA XXII-A.
Kibarkan terus semangat Merah Putih.