Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane

16 July 2010, 18:44 , by Sanra Michiko Moningkey

 

Indonesia Batalyon atau Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) membantu masyarakat Libanon Selatan menyemai hasil tanaman tembakaunya pada Selasa (13/07) di desa Deir Siriane salah satu desa binaan Kompi C (=Cenderawasih istilah yang digunakan pada komunikasi radio) Indobatt UN Position 9-2 desa Al-Zikkyeh.

Kegiatan ini terjadi tanpa disengaja, saat tim CIMIC Indobatt yang dipimpin oleh Mayor Inf Rois Nahruddin selaku Kasi CIMIC (Civil Military Cooperation) selesai melaksanakan kegiatan kursus Bahasa Inggris di KRC (Khiam Rehabilitation Center) sebuah pusat rehabilitasi yang dinaungi oleh salah satu organisasi Non-Pemerintah setempat. Pertemuan berharga yang tak direncanakan sebelumnya ini, menghasilkan kerjasama yang baik diantara prajurit Indobatt dengan masyarakat desa Deir Siriane. “Melihat beberapa orang-tua sedang menggunting tembakau yang baru saja dipotong dari ladang tembakau yang berada tidak jauh dari perkampungan, mendorong kami untuk berinisiatif menolong. Mereka sangat gembira dengan uluran tangan kami dalam meringankan pekerjaannya. Beberapa anak-anak muda yang ada pada saat itu, sebagian besarnya adalah peserta kursus bahasa Inggris yang diadakan oleh CIMIC Indobatt. Sehingga memudahkan komunikasi, sebab mereka telah mengenal Indobatt sejak awal dengan baik”, jelas guru Bahasa Inggris yang berasal dari Badiklat Bahasa Departemen Pertahanan ini.

Hal ini membuktikan bahwa walaupun ada banyak perkiraan tentang menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap UNIFIL di hampir wilayah operasinya akhir-akhir ini; namun sebenarnya tidak menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Indobatt. Komunikasi rileks dan santai mengalir dengan sendirinya, menciptakan situasi yang sangat bersahabat. Dengan dibantu oleh interpreter lokal yakni Ms. Salma Daabous dan Mr. Ali Kharsa, percakapan dua-arah tercipta dengan manis. Rasa keingintahuan prajurit Baret Biru akan budaya perkebunan tembakau di Libanon ini melahirkan banyak pertanyaan. Antara lain, pertanyaan tentang apa saja jenis pohon tembakau yang ditanam di wilayah ini? Apa keunggulan tembakau di Libanon sehingga dapat mengalahkan kondisi alamnya yang unik? Kapan kira-kira waktu yang tepat untuk panen? Apakah hasil panen ini dikonsumsi sendiri atau didistribusikan ke pasar? Bagaimana cara pemupukannya? Mampukah hasil ladang tembakau ini memenuhi kebutuhan pokok seluruh anggota keluarga?

Dari pengamatan Pasi CIMIC Indobatt Mayor Laut (T) Arie Cahyo Nugroho, yang senantiasa mendampingi Kasi CIMIC dalam kegiatan kemasyarakatan ini menyampaikan, masyarakat sangat terbuka menerima kehadiran prajurit Indobatt. Nampak dari wajahnya, rasa senang dan gembira melihat kesediaan kami untuk duduk lesehan bersama sambil ikut menggunting tembakau. Bahkan lebih jauh lagi, ada permintaan dari masyarakat setempat agar Indobatt bersedia lagi untuk datang pada masa panen berikutnya. Sebab, dalam waktu-waktu mendatang ini merupakan saat panen raya bagi penduduk Lebanon Selatan khususnya desa Deir Siriane.

Sementara itu, Kapten (Mar) Iwan Permana selaku Wadanki Kompi C Indobatt menyanggupkan akan menyusun jadwal pengiriman personil dalam rangka membantu para petani tembakau yang berada di wilayah binaan Kompi C dalam rangka memanen hasil ladang tembakaunya. Kegiatan sosial ini akan dijadwalkan sesuai dengan permintaan masyarakat sekaligus sebagai tanda silahturahmi “kembali diterimanya” kehadiran pasukan UNIFIL ditengah-tengah masyarakat Libanon Selatan.

Percakapan antara prajurit Baret Biru dengan anggota masyarakat Deir Siriane, masih terekam dalam ingatan, kira-kira seperti ini: “Awas…nanti bisa kena noda tembakau, seragammu itu. Jarimu bisa menjadi pahit. Coba saja kamu jilati jarimu setelah pegang daun tembakau….Pahit khan? Tentu saja! Karena ini ada getahnya”, kata Hajj Noor Al Katib saat menggunting tembakau bersama-sama dengan Hajj Fatima Saad dan Hajj Sarah Ibrahim.

INDOBATT PANEN TEMBAKAU#2

INDOBATT PANEN TEMBAKAU#8

Sanra Michiko Moningkey Captain Air Force Sanra Michiko Moningkey was born in 1976 in Manado, having been graduated from the Indonesia’s Air Force Academy in 2002 is presently serving the United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), as Indonesia’s Garuda Contingent – Military...

Detail Profile »

1  Comment

by jarwadi at 22 July 2010, 18:59

wahhh, sekilas itu tadi saya kira semacam sayuran, ternyata adalah tembakau :)

sewaktu saya masih kecil, saya sering bantu bapak saya memanen tembakau, bukan petani tembakau besar sih, hanya sebatas untuk konsumsi pribadi

tetapi alhamdulillah, sekarang ayah saya mulai insyaf dengan tidak menanam tembakau sendiri dan mulai berhenti merokok :D

salam dari tanah air

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Eko WESTBERG Eko Westberg, currently serving under the United Nations Mission in Sudan (UNMIS) with the air operations. A mother of one, a proficient administrator that supports the section to function smoothly, serving mission’s staff with their deployment flights to regions within...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago