Dulu, ketika almarhum kakek saya masih jaya berdagang, beliau sering becerita tentang pentingnya berdagang secara fair dan jujur dan unsur hiburan didalamnya yang tidak pernah akan didapatkan di tempat lain. Oleh sebab itu beliau berpesan supaya saya pergi ke pasar tradisional jika saya sedih atau baru gundah. Dengan melihat tata cara orang berkomunikasi dan bernegosiasi, secara tidak sadar pikiran penat kita akan teralihkan dalam suasana persudaraan dan kesepakatan yang unik yang terjadi antara penjual dan pembeli.
Bagi Tim Civil Military Coordination (CIMIC) Indobatt, ide Komandan Satgas Indobatt XXIII-D/UNIFIL Letkol INF Andi Perdana Kahar untuk menyelenggarakan kembali Indobatt Market Day pada 13 Juni 2010, dalam konteks penugasan operasi tentu saja lebih dari sekedar sepenggalan memori masa kecil saya yang ternyata cukup berkesan tersebut. Diawali dengan trial and error pada pelaksanaan Indobatt Market Day bulan sebelumnya yang sebenarnya dinilai sudah cukup sukses, Panitia Indobatt Market Day kembali menggelar sebuah kegiatan yang sama namun dengan menggunakan konsep yang lebih komprehensif.
Diawali dengan lesson learned Indobatt Market Day bulan April 2010, proses persiapan dilanjutkan dengan perencanaan detail perihal item barang yang diinginkan sebagian besar prajurit, survey pasar dan pedagang terkait item yang dibutuhkan. Tidak lupa pula dilakukan penetapan pedagang yang akan diundang, penyebaran undangan kepada kontingen UNIFIL, termasuk didalamnya setting tempat, pengamanan, peminjaman perlengkapan tambahan ke kontingen lain, hingga penyiapan tim “Pong Dut” untuk hiburan selama pelaksanaan kegiatan. Tentu saja, tidak lupa mengundang seluruh juru masak tiap-tiap kompi Indobatt untuk berperan serta. Semua rangkaian kegiatan tersebut tentu tidak dapat dilakukan tanpa koordinasi dan kerja sama tim yang solid.
H-7 pelaksanaan Indobatt Market Day, panitia sudah mulai melaksanakan tugas masing-masing. Kemudian pada H-3, panitia menggelar paparan tengahan untuk mengetahui perkembangan situasi daerah operasi yang mungkin berdampak pada pelaksanaan kegiatan sekaligus untuk mengetahui kesiapan pelaksanaan kegiatan. Dari kegiatan ini, didapatkan sebuah wacana bahwa kegiatan Indobatt Market Day kali ini tidak bertepatan dengan Hari Gajian Prajurit. Hal ini memunculkan pemikiran perihal kemungkinan daya beli prajurit yang sangat lemah karena akan dilaksanakan sebelum Pay Day. Bahkan dapat dipastikan bahwa hampir seluruh kegiatan jual beli akan tidak kondusif untuk kegiatan Indobatt Market Day kali ini. Menjawab concern panitia ini, Komando memberikan sebuah solusi yang sangat luar biasa dengan menerapkan sistem “peminjaman” bagi seluruh prajurit untuk “mengamankan” kegiatan Indobatt Market Day ini. Masalah finansial teratasi sudah dengan kebijakan ini.
Ada beberapa hal yang perlu dipedomani perihal keputusan komandan dan tim manajemen satgas berkenaan dengan kebijakan yang dikeluarkan diatas. Tujuan apa yang ingin dicapai dari Kegiatan Indobatt Market Day ini hingga Komando memutuskan untuk meminjamkan finansiil kepada 1000 prajuritnya? Dari sisi Standard Operating Procedure (SOP), ada ihwal yang menyatakan bahwa prajurit Indobatt tidak diperbolehkan melaksanakan kegiatan administrasi tanpa melalui proses perijinan yang ketat. Hal ini berdampak kepada “menumpuknya” kebutuhan harian prajurit yang harus penuhi. Faktor lain adalah banyaknya desakan dari para pedagang di sekitar Daerah Operasi Indobatt yang terus menerus menanyakan perihal SOP diatas dan dampaknya terhadap perputaran perdagangan mereka, sehingga hasil para pedagang menurun sangat drastis.
Dari sisi lain, disadari atau tidak, fenomena jual beli adalah wahana komunikasi dan negosiasi antara penduduk lokal dan prajurit Indobatt yang sangat efektif. Semenjak SOP diterapkan, sangat terasa betapa komunikasi yang telah terjalin sebelumnya terus mengalami penurunan. Seperti diketahui bahwa meskipun bahasa adalah kendala utama, para prajurit dalam prakteknya justru dapat mengatasinya dengan cara yang unik. Mereka menggunakan sarana komunikasi verbal jual beli dan bahasa tubuh. Pun hasil yang diperoleh adalah simbiosis mutualisme bagi kedua pihak. Sungguh komunikasi dan negosiasi sejenis ini tidak dapat dilaksanakan ditempat lain.
Pertemuan kepentingan semua elemen positif dalam kegiatan Indobatt Market Day merupakan tujuan utama yang ingin dicapai oleh Satgas Batalyon Mekanis XXIII-D/ UNIFIL. Acara ini tidak saja dirancang sebagai pertemuan antara pedagang dalam menjajal seluruh trik dagang untuk bersaing secara fair dan jujur untuk mendapatkan pembeli, namun juga lebih dari itu. Pertemuan antara prajurit yang selama operasi terpisahkan satu sama lain dalam kantong-kantong patroli dapat difasilitasi serta kepenatan rutinitas harian operasi dapat terobati. Diatas itu semua, upaya untuk memenangkan hati dan pikiran masyarakat lokal, membangun rasa percaya masyarakat terhadap kehadiran pasukan UNIFIL diwilayahnya, membantu perekonomian mikro penduduk local akhirnya dapat tercapai. Sungguh Indobatt Market Day adalah kegiatan yang menguntungkan semua pihak ditinjau dari semua aspek. (RN)


ide yang cerdas dari taruna taruna indonesia, saya pun tidak kepikiran akan keuntungan simbiosis yang luar biasa karena suasana perdagangan pasar tradisional merupakan pemandangan biasa sehari hari di desa dimana saya tinggal
selamat bertugas, semoga merah putih senantiasa berkibar!