Correspondent Reinhard HUTAGAOL
Total 8 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 415 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Stop Abuse: I wish I can go to school
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Terus maju dengan menegakkan disiplin serta imparsialitas dalam mengemban tugas dibawah ...
by Luigi Pralangga in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
salut buat Tim Konga. sukses selalu di mana pun berada ...
by anbhar in Peralatan Pasukan GARUDA XXIII-B lulus standar pasukan PBB
duuh, akhir2 ini kok di kepala saya isinya congo melulu.. :( ...
by nadia in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
Wow…two thumbs up for all of you guys there.
membuat anak2 ...
by aryo in Prajurit Garuda bangun Taman bermain untuk anak sekolah Lebanon
Itulah kenangan … yang pasti tdk akan pernah anda lupakan,pasti banyak ...
by Erfan Ahmad in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Sebuah langkah yang positive dalam membangun kerjasama dgn FARDC,hanya saja ...
by Erfan Ahmad in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
Yakin, pasti pengalaman bertugas di Lebanon ini adalah merupakan pembuka mata ...
by Luigi Pralangga in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Saya membayangkan fotonya bakalan bersalju, ternyata tetep gersang juga yah, hehehe… ...
by silly in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Wahhh, hebat.
Selamat untuk keberhasilan pasukan garuda membantu membangun taman bermain ...
by silly in Prajurit Garuda bangun Taman bermain untuk anak sekolah Lebanon
Me and Luigi have been discussing about this volunteering things many ...
by silly in Volunteering: Voices from the field!
Indonesia siap mengirimkan pasukan civilian police ke Darfur, Sudan, bila diminta oleh PBB. Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda kepada wartawan, usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Menteri Muda Luar Negeri Perancis, Rama Yade, di Kantor Presiden, Kamis (20/9) petang.
“Selama ini dalam upaya menyelesaikan konflik di Darfur, memang ada penggelaran pasukan yang disiapkan oleh Uni Afrika atau negara-negara Afrika secara kolektif. Menggelar pasukan perdamaian di sana, tapi kelemahannya adalah bahwa Afrika tidak cukup memiliki dukungan logistik manajemen dan dana. Karena itu Dewan Keamanan mengusulkan apa yang disebut operasi gabungan, hybrid operation dengan harapan, kemampuan pasukan perdamaian di Darfur memadai dalam rangka memulihkan situasi disana. Tetapi dalam resolusi yang disahkan Dewan Keamanan beberapa minggu lalu. Prioritas diberikan kepada Afrika, dalam hal pasukan dari Afrika tidak cukup memadai jumlahnya, maka PBB meminta negara-negara termasuk Indonesia untuk ancang-ancang menyiapkan pasukan ke Darfur,” kata Menlu.
“Kita memang didekati oleh PBB untuk pertama mengirimkan civillian police dari Polri, bahkan pendekatan pendahuluan sudah ada dan Polri sudah mengirim 6 perwira untuk mencermati perkembangan situasi di lapangan untuk observasi. Berdasarkan laporan dari tim ini, pembicaraan lebih lanjut dengan markas besar PBB baru akan dipastikan penggelarannya. Ancar-ancar sekitar 150 personil civilian police, yang berkaitan dengan tentara kita juga dijajaki apakah Indonesia bersedia untuk memenuhi kebutuhan, dan dari kita diharapkan sekitar 1000 personil yang merupakan kombinasi dari unit – unit yang berbeda,” lanjut Menlu.
“Saya katakan ancang-ancang karena nampaknya dengan dukungan logistik dan dana dari PBB, jumlah pasukan dari Afrika cukup banyak. Dengan kata lain, bisa jadi pasukan dari negara-negara di luar Afrika tidak diperlukan. Kita siap saja, karena tidak kurang Sudan sendiri sudah sangat mengharapkan kalau Indonesia bisa kontribusi,” tambahnya.
Kebutuhannya pasukan di Darfur, dikatakan Menlu, sekitar 20.000 personil. “Karena itu nampaknya Afrika bisa memenuhi. Afrika memang organisasi sub regionalnya itu seperti bagian selatan ada 14 negara, punya alokasi mengerahkan satu brigade pasukan barat juga begitu, serta Afrika bagian timur. Jadi dalam hal ada malapetaka, keperluan penggelaran pasukan cukup mampu. Kelemahannya memang di logistik dan dana. Karena itu ketika dana ini dijamin pengadaannya oleh PBB, nampaknya mereka mampu,” kata Menlu.
Menlu menjelaskan bahwa yang meminta Indonesia ancang-ancang itu dari PBB karena ada unit pasukan perdamaian, termasuk jumlah angka yang dibutuhkan. Mengenai pemilihan civilian police, dikatakan Menlu bahwa pilihan itu lebih realistis sekarang ini untuk di Darfur. Mengenai waktu pastinya, Menlu mengatakan lebih cepat lebih baik. “Prinsipnya, karena konfliknya sudah lama, lebih cepat lebih baik, tapi kita harus hati-hati jangan cepat-cepat berkesimpulan kita akan mengirim. Prinsipnya kita sedia, tapi apakah diperlukan,” katanya.
————————-
Sebagai tambahan informasi, bahwa memang saat ini di Sudan terdapat 2 misi, yang pertama adalah AMIS (African union Mission in Sudan) , dengan wilayah operasi di Darfur (tidak di semua wilayah Sudan, walau HQ/Markas Besarnya bertempat di Khartoum), keberadaan mereka memang untuk menyelesaikan konflik di Darfur. walaupun hingga saat ini belum bisa terselesaikan karena berbagai faktor (politik, ekonomi, SARA, dll), wilayah Sudan lainnya juga bergolak yaitu antara Utara (Pemerintah Pusat Sudan) dengan Selatan (pemberontak SPLM/A).
Pada Januari 2005 telah ditandatangani perjanjian damai antara Utara-Selatan (Comprehensive Peace Agreement), kemudian kedua pihak (yang bersepakat) mengundang UN untuk mengawasi pelaksanaan CPA tsb, dengan dikeluarkannya UN Resolusi 1590 (Maret 2005). UN mulai dengan misi UNAMIS kemudian berubah menjadi UNMIS. Pada resolusi PBB tesebut tidak secara spesifik menyebutkan CPA ataupun mission area, tetapi menyebutkan diundang oleh Pemerintah Sudan. Itulan sebabnya keberadaan UNMIS saat ini juga menangani sedikit masalah Darfur, walaupun konsentrasi tugas pada wilayah Utara-Selatan.
Di Darfur, UNMIS hanya mengirimkan petugas sipil untuk Humanitarian Aids serta beberapa Police Advisor (yang bertugas temporary, tetapi homebase di Khartoum) untuk mendukung pelaksanaan ditribusi bantuan kemanusiaan tersebut. Masalah pengamanan diserahkan kepada AMIS. Kegiatan UNMIS di Darfur saat ini disebut sebagai Light Support Operation (LSP) bukan HSP (Heavy Support Package).
Kontribusi UN hanya memberikan bantuan kemanusiaan pada masalah pangan serta kesehatan tapi tidak infrastruktur, khususnya kepada pengungsi di IDP camps yang tersebar di beberapa daerah di Darfur. Setelah melalui beberapa kali pembicaraan antara UN dengan AU (African Union), maka disepakai untuk dilaksanakan UNAMID (United Nations-African Mission in Darfur) sebagai Hybrid Operation, serta telah dikeluarkan resolusi PBB 1769 untuk hal tersebut. Dalam Resolusi PBB disebutkan bahwa Hybrid Ops akan dimulai pada Oktober 2007, dengan peran bahwa AMIS bertanggungjawab terhadap para
combatan & ex-combatants (DDR process) sedangkan PBB akan melaksanakan Heavy Support Package dengan mengirimkan beberapa organisasi PBB (WFP, UNHCR, Human rights Commission, etc), serta menjaga stabilitas Kamtibmas (khususnya di IDP camps dan distribusi bantuan kemanusiaan) dengan mengirimkan Police Advisor dan Formed Police Unit (UN FPU). Indonesia sudah menyiapkan 1 FPU, dan telah dilaksanakan peninjauan lapangan ke 4 lokasi di Darfur pada 15-22 September 2007 lalu. Sesuai rencana bahwa FPU POLRI akan berangkat ke darfur pada akhir 2007 ini.
Mengenai misi UNMIS, selain 10 Milobs (Military Observer) dari TNI yang sudah berada disini, saat ini sudah berada 6 Perwira POLRI sebagai Police Advisor, direncanakan masa penugasan selama 1 tahun dan setelah itu akan dilakukan rotasi untuk menjaga kesinambungan keberadaan POLRI pada misi ini (UNMIS).
Berita terkini, Ary Laksmana Widjaya ditempatkan sebagai Chief of Strategic Analysis Cell, Reform & Restructuring Unit, UNMIS Police MHQ Khartoum Sudan, sedangkan 5 Perwira yang baru tiba bergabung, telah selesai melaksanakan Induction Training dan per 1 Oktober 2007, akan ditempatkan di beberapa tempat: AKBP Budi Santoso (R&R Unit UNMIS Police MHQ), AKBP Kumpul & Kompol Da Costa ( Kadugli Team Site, Sector North), Kompol Tommy Aria & AKP Endo P. (Sector Juba, South).
Mohon doa restu sukses mengemban misi dan keselamatan selama Kontingen FPU Garuda XXII-2 bertugas di Darfur Region, kami senantiasa berupaya memberikan dedikasi dan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia, membawa harum citra bangsa dan terus mengibarkan gelora merah putih di forum multi-lateral sepertu United Nations Peacekeeping.
Bang Reinhard,
Didoakeun agar senantiasa dalamlindungan Yang Maha Kuasa, berhasil mengemban tugas di misi UNAMID dan bisa kembali pulang ke tanah air tanpa kurang sesuatu apapun.
Banyak cerita ‘horror’ dari kawan-kawan staff UNMIL – Liberia yang di ‘pinjam-tugaskan’ ke Sudan/UNMIS untuk 3 bulan, dimana mereka secara singkat berkata: Kondisi di Sudan sudah terbilang parah, dan untuk Darfur —> amat sangat parah :D. Dalam penugasan kunjungan lapangan, si kawan ini sampai nggak mandi 4 hari, karena nggak ada air dan panas terik yang sangat membuat dia ‘mimisen’ (hidungnya berdarah) dan banyak cerita seru lainya. Terlepas dari itu, saya yakin kawan2 di UNAMID akan mampu menghadapi dan mengatasi tantangan di medan. Salut dan admirasi buat kontingen FPU – Indonesia.!!
Salam kompak merah-putih selalu dari Liberia, Afrika Barat! :-)
Jadi inget pernah simulasi crisis management untuk darfur crisis di kelas :). Akhirnya GoS tidak keukeuh dengan african for african-nya itu ya…’. Kalau jadi dikirim kesana, semoga indonesia bisa memberikan kontribusi lebih disana, secara indonesia negara dengan penduduk islam terbesar di dunia pasti lebih punya posisi yang ‘lebih baik’ di mata pemerintah sudah di bandinng western country… Cepet-sepet deh pasukan PBB bisa masuk sana, nyesek banget lihat IDP di camp2 itu..mereka bener2 butuh humanitarian aid..
Ikut mendoakan bang, agar selamat and sukses mengemban misi selama FPU Garuda XXII-2 bertugas. Ikut berbangga abang2 senantiasa berupaya memberikan dedikasi dan prestasi yang membawa harum citra bangsa. Salam hangat dr West Africa, Selamat Bertugas !
Salam sejahtera pak
Saya adalah anggota Brimob Polri yang kini sedang dipersiapkan juga untuk ke Sudan kami sudah pra operasi tahun kemarin dan semenjak itu dilibatkan dalam stanby force untuk Formed Police Unit ( FPU ) in sudan, kami juga sudah dengar mengenai keberangkatan Police advisor Polri di sana dan juga calon komandan kontingen kami AKBP Johni Asadoma baru saja minggu kemarin kembali dari darfur mengecek situasi terakhir di Darfur
Yang saya mau tanyakan sepertinya ada permasalahan mengenai keberangkatan FPU indonesia ke Sudan ( desember 2007 ) karna dari isyu yang berkembang mengenai tewasnya 12 anggota African Union membuat Pemerintah indonesia berfikir ulang untuk mengirim putra bangsa ke Darfur ( apakah benar ), mungkin Bapak bisa memberikan sedikit informasi kepada kami tentang Kontingen Darfur ini, Terimakasih
wassalam
Semoga sukses.., dan sepertinya FPU dari Polri akan diikuti oleh pasukan TNI. Insya Allah kekuatannya satu Batalyon mekanis seperti yang di Lebanon. Mari bersama kita kibarkan Merah Putih di penjuru dunia.
Terima kasih atas commentnya dan mengunjungi situs para peacekeepers indonesia di seluruh dunia……
Ok saya pun bersama AKBP Johni Asadoma bersama – sama survey ke Darfur, kemungkinan besar kita ditempatkan di region Nyala Darfur Selatan, pada survey tersebut ikut juga calon komandan FPU dari Nepal. Rencananya dalam UNAMID akan ditempatkan 19 FPU dari banyak negara, yang sudah menyatakan bersedia sampai saat ini adalah : Indonesia, Nepal, Nigeria dan Bangladesh (masih banyak lagi yang direncanakan termasuk Argentina dan Pakistan).
FPU Indonesia sampai saat ini memang sudah siap dengan personilnya, namun belum dengan peralatannya. Pemerintah melalui Mabes Polri harus menyiapkan peralatan yang banyak sekali dalam waktu yang terbatas, sedangkan dalam waktu yang singkat tidak mungkin diselanggarakan dgn cara tender, harus dikeluarkan payung hukumnya melalui kepres (sama terjadi dengan rekan TNI menuju UNIFIL).
Setelah lengkap personil maupun materielnya baru PBB mendatangkan team dari UNDPKO untuk mengecek kesiapan kita kalau dinyatakan siap baru berangkat.
Mengenai faktor lain seperti faktor politis sepertinya tidak ada, karena Presiden sendiri dalam sidang umum PBB sudah memberikan statement bahwa Indonesia siap mengirimkan FPU ke Darfur Sudan.
Kalau anda mengkhawatirkan situasi di sana ya memang berbahaya, apalagi pasca penyerangan kemarin. Tapi ada yang saya rasakan selama survey ke Darfur (dalam tanya jawab dgn masyarakat di IDP camp) : mereka sangat menantikan kehadiran UN di sana, karena selama ini mereka tidak cukup mendapat perlindungan dari AMIS, karena memang mandat AMIS yang sangat terbatas untuk melindungi mereka, sebagai informasi UNAMID adalah misi menciptakan perdamaian (use of force sesuai ROE, chapter VII)
Ok pak tugas yang berat menanti…………..
Kamp pasukan perdamaian dari Uni Afrika baru-baru ini diserang kan di Darfur? Menewaskan 12 orang dan puluhan (30 kalau enggak salah ya?) hilang.
Terus terang karena baru membaca berita itu, saya sangat mengkhawatirkan keselamatan saudara-saudara saya yang akan bertugas di Darfur.
Semoga Allah selalu melindungi.
buat bg gaol
waduh bg,serem amat, orang hitam yang tetanggaan aja diserang,gimana kalo kontingen indonesia bg? saya doakan selamat bg, makanya kundalininya diaktifkan lagi,hehe. yang jelas mereka gak mungkin nyulik abang,abis dia pikir makannya banyak,hehe,kapan berangkatnya bg?
« Stop Abuse: I wish I can go to school Pasar Sayur Terra Verde »