About This Post

Muhammad IRAWADI

Correspondent Muhammad IRAWADI

Total 4 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 105 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Indonesia Turut Serta Latihan SHANTI DOOT-2 di Bangladesh

Pembukaan latihan dalam rangka Pemeliharaan Perdamaian digelar di Bangladesh tanggal 6 April 2008 dengan nama Shanti Doot-2. Latihan tersebut dibuka oleh Kepala staf Angkatan Udara tentara Banglesh Marsekal Madya Zia Rahman. Pembukaan berlangsung di Bangladesh Institute of Peace Support Operation Traning (BIPSOT), sebuah lembaga yang khusus menangani misi perdamaian.

Kegiatan yang melibatkan 16 negara yang berada di jajaran Asia Pasifik merupakan latihan kerjasama untuk meningkatkan kemampuan personel dari masing-masing negara. Indonesia mengirim personelnya untuk mengikuti latihan Command Post Exercise (CPX/Geladi Posko) dan Field Traning Exercise (FTX/Geladi Lapangan). Khusus untuk yang mengikuti latihan CPX, TNI terdiri dari 8 orang Perwira menegah. Sedangkan untuk FTX adalah sejumlah 32 orang yang terdiri dari Perwira pertama, bintara dan tamtama. Materi latihan tersebut adalah sesuai permasalahan yang dihadapi dalam penugasan Peace Keeping Operation.

Selain itu setiap negara peserta mengirimkan perwiranya sebagai pengamat (obsever). TNI diwakili oleh Kepala Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaan (PMPP) Brigjen Zahari Siregar dan Kolonel J.Tobing. Kunjungan kedua perwakilan tersebut selain mewakili Panglima TNI juga untuk meninjau kegiatan tersebut secara langsung juga terkait dengan rencana Indonesia akan menjadi tuan rumah latihan yang sama pada tahun 2009.

Dengan meningkatnya peran serta Indonesia menjadi pasukan pemeliharaan perdamaian, kesempatan latihan tersebut tentunya sangat bermanfaat. Indonesia telah beberapa kali mengikuti latihan latihan sejenis, seperti di Thailand, Mongolia dan Bangladesh. Letkol B.Irwanto yang mengikuti latihan CPX mengungkapkan bahwa kegitan latihan tersebut membuat pemahamannya akan tugas misi pemeliharaan dunia semakin baik. Irwanto yang pernah mengemban misi Military Observer di Georgia tahun 2003 menambahkan bahwa kesempatan untuk sharing mengetahuan sangat besar. Hal ini karena interaksi antar personel militer yang memiliki pengalaman selama tugas PBB, dapat saling melengkapi dalam memecahkan persoalan selama latihan tersebut.

Selesai upacara pembukaan dilanjutkan defile dari kontingen negara yang mengikuti latihan dan demontrasi terjun payung oleh satuan Linud Bangladesh. Personel terjun payung tersebut membawa bendera dari masing-masing negara yang mengikuti latihan tersebut. Pasukan payung Bangladesh belajar terjunnya di Indonesia, hal ini disampaikan oleh Kolonel Humayun Khaled. Dia salah seorah perwira Bangladesh yang sekolah terjun di Batu Jajar pada tahun 1985. Namun saat ini Bangladesh telah memiliki sekolah terjun sendiri, sehingga tidak mengirim personelnya keluar negri, ujar Khaled. Selesai demontrasi terjun payung, para peserta latihan di ajak berkeliling melihat Instintut Peace Keeping Bangladesh dan juga dijelaskan keberadaan pusat latihan tersebut.

Saat ini Bangladesh merupakan negara nomor satu didunia yang terbanyak mengirim pasukannya di misi PBB. Sehingga untuk menunjukan dedikasi tersebut negara ini mencurahkan perhatiannya di bidang pemeliharaan perdamaian hingga mendirikan lembaga pendidikan bertaraf internasional tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Brigjen Syahrul kepala Institut Peace Keeping Bangladesh.

by wijaya at 7 April 2008, 12:41

horeeeee yang pertama nih kasi komennya!
Buat Indonesia maju terus!

by Luigi Pralangga at 7 April 2008, 20:51

Semoga partisipasi TNI dalam forum ini bisa menjadi acuan-jitu untuk pengembangan kompetensi kita di forum multi-lateral seperti UN peacekeeping ini.. kapan kiranya TNI punya Peacekeeping Center di Indonesia? – Masak ketinggalan kereta terus nih? :)

by Sandy Latief at 8 April 2008, 17:30

Semoga TNI kita juga mampu untuk berperan dalam UN mission sebanyak Our Brother in Arms – Bangladesh Armed Forces.
Sangat positif apabila kita rutin meng updates pengetahuan TNI kita dengan model seperti misalnya selevel latihan ini.
Sukses buat rekan2 TNI yang mendapat kesempatan dalam latihan ini dan buat rekan2 lainnya yang belum semoga mendapatkannya di kesempatan mendatang.

Sandy Latief
Marinir TNI AL HQ
Kwitang
Jakpus

by Wijaya at 13 April 2008, 12:44

Peace Keeping Center itu kayak apa ya Kang? kalau di Indonesia bukan ketinggalan kereta Kang (masalahnya banyak fasilitas perkeretaan Indonesia kacau-balau; based on the newspapers) Mungkin maksud Kang Luigi; ketenggalan Busway? he..he….