Correspondent Muhammad IRAWADI
Total 4 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 105 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
Nostalgia di Bosnia-Herzegovina >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
hehe, jadi nggak boleh berburuk sangka dulu, mas. Buktinya nggak ada ...
by Vina Revi in Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia
Jadi meskipun capek luar biasa, yang namanya narsis mah kudu tetep ...
by Vina Revi in Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia
Sukses selalu untuk peacekeeper Indonesia. 50x/hari patroli darat? ke mana aja ...
by anbhar in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
Wauw.. What a beautiful.. Denger denger Kabul bersalju ya Mbak kalau ...
by Sulung Purwoko in Kabul is fascinating!
My deepest condolences goes to all the people who died on ...
by Sulung Purwoko in Deadly attack on UNAMID peacekeepers in North Darfur
Its really a sad news. Well, i hope things will get ...
by Michael in Deadly attack on UNAMID peacekeepers in North Darfur
All the rebels of the world fight for their cause by ...
by Ibtisam Affan in Deadly attack on UNAMID peacekeepers in North Darfur
Wah Seru juga ya Kang Sandy… Ibu ibu dan remaja ...
by Tjut Lita Lambeuso in Saat ibu-ibu KBRI bergembira naik panser PBB di LEBANON
Iya hebat. Program ini dilaksanakan di negeri orang. Di Indonesia program ...
by AnBhar in Kontingen GARUDA XXIII-B hijaukan “SOEKARNO BASE”
wah… kesempatan langka bisa naik Panser PBB. klo dah di ...
by AnBhar in Saat ibu-ibu KBRI bergembira naik panser PBB di LEBANON
Pembukaan latihan dalam rangka Pemeliharaan Perdamaian digelar di Bangladesh tanggal 6 April 2008 dengan nama Shanti Doot-2. Latihan tersebut dibuka oleh Kepala staf Angkatan Udara tentara Banglesh Marsekal Madya Zia Rahman. Pembukaan berlangsung di Bangladesh Institute of Peace Support Operation Traning (BIPSOT), sebuah lembaga yang khusus menangani misi perdamaian.

Kegiatan yang melibatkan 16 negara yang berada di jajaran Asia Pasifik merupakan latihan kerjasama untuk meningkatkan kemampuan personel dari masing-masing negara. Indonesia mengirim personelnya untuk mengikuti latihan Command Post Exercise (CPX/Geladi Posko) dan Field Traning Exercise (FTX/Geladi Lapangan). Khusus untuk yang mengikuti latihan CPX, TNI terdiri dari 8 orang Perwira menegah. Sedangkan untuk FTX adalah sejumlah 32 orang yang terdiri dari Perwira pertama, bintara dan tamtama. Materi latihan tersebut adalah sesuai permasalahan yang dihadapi dalam penugasan Peace Keeping Operation.
Selain itu setiap negara peserta mengirimkan perwiranya sebagai pengamat (obsever). TNI diwakili oleh Kepala Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaan (PMPP) Brigjen Zahari Siregar dan Kolonel J.Tobing. Kunjungan kedua perwakilan tersebut selain mewakili Panglima TNI juga untuk meninjau kegiatan tersebut secara langsung juga terkait dengan rencana Indonesia akan menjadi tuan rumah latihan yang sama pada tahun 2009.
Dengan meningkatnya peran serta Indonesia menjadi pasukan pemeliharaan perdamaian, kesempatan latihan tersebut tentunya sangat bermanfaat. Indonesia telah beberapa kali mengikuti latihan latihan sejenis, seperti di Thailand, Mongolia dan Bangladesh. Letkol B.Irwanto yang mengikuti latihan CPX mengungkapkan bahwa kegitan latihan tersebut membuat pemahamannya akan tugas misi pemeliharaan dunia semakin baik. Irwanto yang pernah mengemban misi Military Observer di Georgia tahun 2003 menambahkan bahwa kesempatan untuk sharing mengetahuan sangat besar. Hal ini karena interaksi antar personel militer yang memiliki pengalaman selama tugas PBB, dapat saling melengkapi dalam memecahkan persoalan selama latihan tersebut.
Selesai upacara pembukaan dilanjutkan defile dari kontingen negara yang mengikuti latihan dan demontrasi terjun payung oleh satuan Linud Bangladesh. Personel terjun payung tersebut membawa bendera dari masing-masing negara yang mengikuti latihan tersebut. Pasukan payung Bangladesh belajar terjunnya di Indonesia, hal ini disampaikan oleh Kolonel Humayun Khaled. Dia salah seorah perwira Bangladesh yang sekolah terjun di Batu Jajar pada tahun 1985. Namun saat ini Bangladesh telah memiliki sekolah terjun sendiri, sehingga tidak mengirim personelnya keluar negri, ujar Khaled. Selesai demontrasi terjun payung, para peserta latihan di ajak berkeliling melihat Instintut Peace Keeping Bangladesh dan juga dijelaskan keberadaan pusat latihan tersebut.

Saat ini Bangladesh merupakan negara nomor satu didunia yang terbanyak mengirim pasukannya di misi PBB. Sehingga untuk menunjukan dedikasi tersebut negara ini mencurahkan perhatiannya di bidang pemeliharaan perdamaian hingga mendirikan lembaga pendidikan bertaraf internasional tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Brigjen Syahrul kepala Institut Peace Keeping Bangladesh.
horeeeee yang pertama nih kasi komennya!
Buat Indonesia maju terus!
Semoga partisipasi TNI dalam forum ini bisa menjadi acuan-jitu untuk pengembangan kompetensi kita di forum multi-lateral seperti UN peacekeeping ini.. kapan kiranya TNI punya Peacekeeping Center di Indonesia? – Masak ketinggalan kereta terus nih? :)
Semoga TNI kita juga mampu untuk berperan dalam UN mission sebanyak Our Brother in Arms – Bangladesh Armed Forces.
Sangat positif apabila kita rutin meng updates pengetahuan TNI kita dengan model seperti misalnya selevel latihan ini.
Sukses buat rekan2 TNI yang mendapat kesempatan dalam latihan ini dan buat rekan2 lainnya yang belum semoga mendapatkannya di kesempatan mendatang.
Sandy Latief
Marinir TNI AL HQ
Kwitang
Jakpus
Peace Keeping Center itu kayak apa ya Kang? kalau di Indonesia bukan ketinggalan kereta Kang (masalahnya banyak fasilitas perkeretaan Indonesia kacau-balau; based on the newspapers) Mungkin maksud Kang Luigi; ketenggalan Busway? he..he….
« Surat Cinta (dari Darfur) Nostalgia di Bosnia-Herzegovina »