About This Post

Muhammad IRAWADI

Correspondent Muhammad IRAWADI

Total 8 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 373 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Inspeksi higenis ketiga Kontingen Indonesia

Kinerja yang dilakukan oleh perwira Indonesia untuk menunjukkan kemampuan sejajar dengan pasukan lain, dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun dengan keterbatasan perlengkapan yang dimiliki, dalam pelaksanaan penugasan, diupayakan dengan kemampuan Satgas untuk melengkapi dengan standard yang diinginkan PBB.

(Adshit Al Qusyeir, 27/6) Terjadinya perubahan kesiapsiagaan dari Hitam menjadi Kuning pada sore hari tanggal 25 Juni, menyebabkan kegiatan rutin dapat berjalan seperti layaknya status hijau. Ini terlihat dari pelaksanaan inspeksi hygiene yang dilakukan UNIFIL kepada kontingen Indonesia di Lebanon. Pelaksanaan inspeksi yang berlangsung tersebut adalah yang ketiga kalinya di pasukan Indonesia.

Status hygiene merupakan parameter yang penting dan mendapatkan perhatian khusus dari UNIFIL. Kesiapan dan kelayakkan suatu kontingen sebagai bagian dari UN Troops juga ditinjau dari kemampuannya memenuhi standard kebersihan dan sanitasi sesuai yang ditetapkan PBB.

Pemeriksaan meliputi pos yang dimiliki kontingen Indonesia. Pos 7-1, 8-33 dan 9-63 diperiksa secara cermat. Pemeriksaan yang dilakukan meliputin perlengkapan kebersihan/hygiene yang dipunyai. Sarana air panas (shower), alat pembersih, tempat penyimpanan makanan, tempat tinggal, ruang makan dan dapur. Dapur disini menjadi fokus pemeriksaan, termasuk pakaian pemasak bagi petugas dapur merupakan salah satu syarat mutlak. Terkait dengan petugas dapur/juru masak juga mengalami pemeriksaan kebersihannya secara rutin. Pengiriman tinja ke rumah sakit UNIFIL di Nakura, adalah untuk mengetahui kesehatan dari juru masak setiap kontingen. Hal ini adalah untuk mencegah meluasnya penyakit, apabila petugas dapur terbukti kurang dalam memelihara kebersihan dan terjangkit penyakit menular.

by Luigi Pralangga at 27 June 2007, 23:31
Mas Irawadi, pengawasan higenis sepertiitu perlu, di UNMIL saja yang sudah berjalan 4 tahun misi ini, tidak tertutup kemungkinan food-poisoning.

Saya inget banget pada awal 3 bulanpertama sejak deployment ke UNMIL, sempat dirawat di UGD - Battalion Medis dari Kontingen Kerajaan Jordan karena food poisoning. Parah!

Waktu itu pihak misi mengakomodasikan si battalion medis itu sharing facility dengan GOL (Gov't of Liberia) yang menyewa lantai 4 sebuah rumah sakit pemerintah, dimana semua jendela dan kaca-kacanya pada pecah dan hilang [maklum hancur karena perang], jadi bener2 pasien yang ada di lantai 4 itu kesiksa - angin di lantai tinggi seperti itu khan kenceng... cukup kuat buat main layangan :-)

Untung saya waktu itu nggak malah ikut masuk angin!

Didoakan selamat dna sehat terus deh semua personil KONGA XXIII-A, sukses mengemban misi-nya dan kembali pulang ke tanah air tanpa kurang sesuatu apapun. Amin!
by undercover at 27 June 2007, 23:50
Begitu dong pak! Tunjukkan Indonesia tidak mau kalah dengan negara-negara lain. Gak boleh malu-maluin... !

by Pia at 28 June 2007, 00:56
Smoga minggu depan kita bisa memperoleh predikat hygiene satisfactory yaa... kan bangga juga niy kita di sini...hehe..
Smoga semua personil KONGA XXIII-A tetap sehat, selalu diberi kemudahan, selalu dilindungi Allah SWT. dan kembali ke tanah air dengan selamat!
by Pu! at 28 June 2007, 17:54
ooow ternyata ada standarnya jg toh/
malah baru tau saya.

bagusbagus, tingkatkan kerja anda pak tentara :)
by Ray at 28 June 2007, 20:39
Menurutku Predikat agar mendapatkan "hygiene satisfactory",
bukan merupakan hal yang utama untuk dijadikan destination. tapi masalah Hygiene iu sendiri merupakan hal yang dasar dan memang "harus" diperhatikan bukan karena alasan predikat tapi karena alasan kesehatan dan kebersihan masing2 orang. Jadi jika kesadaran untuk menjaga hygiene datang dari dalam dari tiap2 org tersebut, saya yakin bukan hanya predikat "hygiene satisfactory" yang didapat tapi "absolute satisfaction" yang lebih mengacu kepada kesehatan dan kebersihan Jiwa dan Raga. Seperti kata pepata "Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat".

Sorry kalo ada kata2 yang salah atau kurang sependapat. Maaf, anyway.

Cheers, Ray

by vyta at 28 June 2007, 21:31
QUE TENGA UN BUEN DIA.


by Lettu Kav Ossy Dermawan at 29 June 2007, 01:57
Yth Mas Irawadi,

Memang harus kita sadari bahwa kontingen kita masih banyak kekurangan karena tata cara dan kebiasaan kita dalam menjaga kebersihan pun belum hygienis di mata / standar orang-orang luar negeri. Dan merupakan suatu kebanggan dan prestasi untuk bisa mengubah itu semua di dalam kontingen XXIII-A..Mudah-mudahan dengan banyaknya pembelajaran yang diterima oleh pasukan Indonesia akan banyak mengubah pandangan kita dalam menjaga kebersihan dan ketertiban dan dapat ditularkan bagi keluarganya di tanah air..


by hilman at 29 June 2007, 03:23
Bravo Garuda.
Yakin garuda memang the best deh