Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Inspeksi Watsan & oleh-oleh khas dari pasar di Tubmanburg

13 April 2009, 05:38 , by Luigi Pralangga

 

Air dan pasokan air bersih adalah kebutuhan bagi setiap orang. Pihak misi pemulihan perdamaian PBB di Liberia (UNMIL) dalam mendukung kinerja para kontingen peacekeepers, salah satunya adalah memastikan bahwa fasilitas penyediaan air bersih berjalan baik dan lancar. Kualitas pasokan air bersih dan bebas bakteri adalah tujuan utama pihak Water & Sanitation Unit dari Engineering Section, UNMIL. Berbicara perihal upaya pihak misi menyediakan sarana air bersih kepada segenap jajaran kontingen peacekeepers yang bertugas di berbagai daerah di pedalaman Liberia adalah dengan mengirimkan unit pengolah air yang dipelihara dan dioperasikan dibawah pengawasan seorang Water & Sanitation Engineer.

Teringat akan kunjungan kerja dimasa lampau ke pedalaman, dimana saya ditemani oleh seorang Water & Sanitation Engineer, dia adalah wanita cantik aslinya dari Peru, sebutlah namanya Rosa Hesedahare. Kita berdua berkunjung ke lokasi dimana pasukan peacekeepers dari Kontingen Pakistan bertugas, yaitu di Tubmanburg, sekitar 100 km arah barat dari ibukota Monrovia.

Si Mbak Hesedahare ditugaskan untuk memeriksa instalasi pengolahan air minum milik UNMIL yang dioperasikan oleh satuan mekanik dari anggota kontingen Pakistan disana, yang diberitakan sejak 2 hari lalu si mesin filtrasi dan pompa air dari unit instalasi itu mengalamai ‘batuk & pilek’, walhasil tidak sedikit anggota perwira dan sejumlah pasukan Pakistan disana menjadi ‘manja’ – maksudnya mandi jarang demi menghemat jumlah konsumsi air. Hehehehe…

Lokasi markas Besar Pakbatt-1 (Pakistan Battalion-1) berada tidak jauh dari Danau Bomi (Bomi Lake), yaitu sebuah danau buatan yang berasal dari mining pit (Lubang Penambangan) bijih besi yang lama ditinggalkan tak terurus, dimana telanan air tanah pada sisi dasar tambang itu mencuat keatas menjadikannya danau. Nah dari danau itulah sumber air dan pasokan air bersih batalion Pakistan di Tubmanburg itu berasal. Dari kejauhan terlihat sangat besar sekali si diameter danau itu mungkin sebanding dengan seperempat luas kawah gunung tangkuban perahu, dan dari cerita penduduk setempat mengisahkan bahwa si danau ini kedalaman dasarnya mencapai 200 meter lebih.

Air danau terlihat sangat jernih dan semakin dalam berubah menjadi kebiru-biruan gelap, serem juga melihatnya seperti danau tanpa dasar begitu.. ramai ikan-ikan sejenis ikan mujair tumbuh berkembang biak disana, juga termasuk selusin lebih ular phyton menurut cerita orang kampung setempat juga oleh anggota mekanik kontingen Pakistan yang mengoperasikan unit instalasi air bersih itu. Keberadaan saya disana adalah menerima masukan dari Watsan (Water & Santitation) Engineer akan unit water filtration yang telah dipesan/beli oleh pihak misi dan menyusun laporan kinerja dari mesin itu agar kemudian disampaikan bilamana ada klaim warranty atas perangkat mesin filtrasi tersebut.

& cooking purposes) by the Pakistani battalion in Tubmanburg, Liberia." />

Mbakyu Hesedahare ini, meski parasnya kecil mungil dengan piawai memeriksa panel kontrol mesin dan water bleeder (tangki air berbentuk bantal raksasa) yang besarnya seumpama kasur gajah bengkak, bersama dengan seorang anggota kontingen berjalan hilir-mudik, sementara menunggu si kampret ini kemudian berlanjut berbincang dengan anggota kontingen lain-nya yang sedang sibuk mengisi air yang sudah disaring kedalam truk tangki untuk kemudian dibawa ke markas Pakbatt.

Dibantu oleh 2 rekan staff lokal, dia berkeliling dan mundar-mandir memeriksa peralatan sembari si Kampret ini menunggu didalam ruang kontrol:

Kemarin saya melihat ular phyton disisi danau masuk ke semak-semak, diameternya itu paling tidak sebesar paha saya..” ujar si Akheem, seorang anggota kontingen berpangkat kopral itu. Ramai memng mendengarkan cerita para anggota kontingen itu, dengan berbahasa Inggris yang agak terbata-bata, mereka dengan semangat bercerita tentang bagaimana angkernya si danau ini dan lain sebagainya.

Lepas tengah hari, usai mengerjakan pemeriksaan dan menyusun laporan temuan di lapangan, si Mbakyu Hesedahare bersama sikampret ini kemudian bergegas menuju fasilitas penampungan di Markas Pakbatt guna mengambil sampel air tambahan selain dari beberapa sampel air danau tadi. Bagi mereka yang bertugas di Tubmanburg, sudah pasti faham benar bahwa tidak ada satupun restoran yang dirasa cocok dilidah orang asing ini, selain warung nasi ala Liberia yang notabene masakannya adalah sup dari beraneka macam daging mulai dari serpihan ikan asap, potongan daging ayam dan daging sapi atau bushmeat lain-nya serta fufu, sejenis adonan kenyal dari tepung singkong. Sudah pasti tidak akan dilirik dan mengen dilidah kita-kita, maka diputuskannyalah untuk mengganjal makan siang ini dengan membeli pisang sambil buru-buru kembali ke Monrovia.

Berhentilah kita pada sebuah pasar tradisional, dengan maksud mencari buah-buahan untuk disantap saat itu dan kalaupun ada sisanya dibawa pulang. Buah-buahan yang umum banyak tersedia di pasar adalah pisang dan nanas saja.

Ternyata, sambutan hangat anak-anak di pasar itu memang menyenangkan, apalagi saat mereka bersorak setelah kilat lampu blits ini menyambar mereka yang sudah siap berpose ala aktor film-laga. Oleh-oleh dari Tubmanburg kali itu menghasilkan lebih dari sekedar pisang, ternyata.. berikut beberapa jepretan-nya:

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

3  Comments

by herna kurnia at 13 April 2009, 17:29

Lama banget saya tidak berkunjung di situs ini karena satu dan lain hal… :)

Om Luigi di foto ini masih kurus yaaa… Btw, anak-anak itu sumringah banget yaak..

Pengen rasanya suatu saat bisa “jalan-jalan” sampe pelosok kayak gitu…

Goog Luck

by Tjut Herlita at 14 April 2009, 18:23

Terimakasih Beritanya dan selamat bertugas untuk Prajurit indonesia……

salam Super..
Tjut Herlita
Jkt

by College Research Papers at 24 February 2010, 07:00

A great article indeed and a very detailed, realistic and superb analysis, of these books, very nice write up, Thanks.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

I Wayan Suarjaya Naval Captain (KH) I Wayan Suarjaya, born in Werdhi Agung (Northern Sulawesi) on 29 September 1972, graduated from PAPK (Perwira Prajurit Karir) in 1998, further assigned to Public Information Office of Indonesia’s Naval Headquarters assuming the responsibility as Naval...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago